Terima Kasih
3 Oktober 2008 at 2:42 am | In Daily Prophet, Nggombal..!!! | 2 CommentsEntah kenapa saya lebh senang mengucapkan terima kasih daripada minta maap. Minta maap itu ribet. Karena saya jarang merasa salah. Sebut saja saya keras kepala. Tapi faktanya, saya tidak akan merasa bersalah kecuali ada bukti nyata yang memperlihatkan saya benar-benar bersalah.
Tapi kebalikannya, saya hampir selalu ingat dengan kebaikan orang-orang di sekitar saya. Bagaimana kehadiran mereka mencerahkan dan memberi warna pada hidup saya. Makanya, kepada lingkaran terdekat saya -my inner circle-, ucapan Lebaranku lebih berupa ucapan terima kasih daripada minta maaf.
Jadi untuk semuanya saja, terima kasih telah mencerahkan dan memberi warna dalam hidupku. Meski aku mencoretkan warna gelap dalam kehidupan kalian. Terima kasih banyak.
Untuk segalanya yang lain, saya minta maap. (yg ini karena saya tidak sadar kesalahan saya).
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


[nyepam]
Blogroll-nya diganti dong…
Komentar oleh Ardianto — 8 Oktober 2008 #
Klo senengnya ngucepin thanks terus tu terlalu ketimuran, Mas!
Komentar oleh Kaka — 4 November 2008 #