Serba-serbi Nama UGM
9 Januari 2009 at 10:57 pm | In Daily Prophet, Himakom, hanya di Indonesia | 2 CommentsTags: Gadjah Mada, UGM, Universitas Gadjah Mada
Masih tentang nama Universitas Gadjah Mada. Ada beberapa anekdot tentang nama Universitas Gadjah Mada :
Dulu, ketika IKIP Yogyakarta akan di buah menjadi universitas, muncul kekhawatiran dari pihak masyarakat UGM. Mereka khawatir pihak IKIP akan mengambil nama Universitas Hayam Wuruk. Kalo, hal ini benar-benar terjadi, pamor UGM bakal dalam bahaya karena seorang patih mesti tunduk kepada sang raja.
Trus lagi, yang kedua ini benar-benar terjadi.
Dulu Rektor UGM sampai harus mengeluarkan surat edaran tentang terjemahan nama UGM dalam bahasa Inggris. Yaitu menjadi Gadjah Mada University. Masalahnya, beberapa civitas UGM sempat menerjemahkan UGM sebagai Elephant Mada University atau University of Elephant Mada. Usut punya usut, kata “Mada” sendiri dalam bahasa Padang (menurut Ade, seorang SP2MP dari Padang) berarti nakal. Jadi, mungkin sebaiknya nama UGM dalam bahasa Inggris adalah University of Naughty Elephant.
Kalo yang ini konon katanya. Kebenarannya silakan di cek sendiri.
Masyarakat di daerah Karang Malang(daserah di antara UGM dan UNY, sering menyebut UGM sebeagai Gadjah Ageng ato Gadjah Gedhe untuk membedakannya dengan sang Gadjah Alit yaitu UNY itu sendiri.
Nama Universitas Gadjah Mada juga sering dipakai sindiran bagi para civitas akademika yang kerjanya lelet, tidak efisien, dan malas-malasan. Ucapan yang sering digunakan adalah : “Oh pantes lelet dan males-malesan, Gadjah je… Awak’e gedhe, dadi obah wae susah.” (pantas lambat dan malas-malasan, maklum Gajah. Badannya besar, jadi bergerak aja susah.
Yang ini cuma fiksi :
Dulu, nama Universitas Gadjah Mada sering di singkat dengan nama Gama. Tapi pada suatu hari, ada pertemuan Univeristas-Universitas terbesar di Indonesia. Sebelum pertemuan dimulai, Menteri Pendidikan memperkenalkan satu per satu Universitas yang hadir. Yang pertama adalah UI :
“Kita sambut, mahasiwa dari Jakarta. Inilah sang UI…..!!”
Kemudian, yang datang berikutnya adalah rombongan dari ITB.
“Inilah calon-calon insinyur dari Bandung. Sang ITB….!!”
Begitu giliran Gama :
“Dari Yogyakarta, Sang Gama….!!”
Setelah saat itu, Menteri Pendidikan lebih memilih menyebut UGM sebagai “Sang UGM” daripada “Sang Gama”.
Sumber : Filosofi UGM karangan Heri Santoso sama ceritanya Ade n Agus.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


dasar!
kocak juga kamu Chil. Salam kenal yo. aku juga alumni JO tahun 2001.
kapan-kapan mampir ke blog ku ya…
blog mu ok jg.
Komentar oleh annas — 17 Januari 2009 #
hehe..
apapun lah.. ugm tetep kampusku tercinta.
Komentar oleh morishige — 5 Oktober 2009 #