I Love Korea(n) : Kaliurang
18 Januari 2009 pada 10:44 pm | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Seoul Women University | Tinggalkan KomentarKaitkata: Desaku, Hartz Chicken, Kaliurang, Seoul Women University, UGM, Universitas Gadjah Mada
Hari ini hari Sabtu. Hari ke-6 temen-temen SWU ada di Indonesia. Hari yang cocok untuk jalan2. Tujuannya hari ini, sisi Selatan lereng Gunung Merapi alias di Kaliurang. Sayangnya, karena waktunya cuma terbatas, yang dikunjungi cuma hutan wisata di Kaliurang. Di sana cuma nonton monyet. Memberi makan monyet dan makan makanan yang harusnya di kasih ke monyet jadi acara pertama di sana. Habis itu masuk ke hutan wisata untuk lihat air terjun dan foto-foto di sana. Udah. Sama sekali ga seru.
Habis dari Kaliurang kita turun dikit di suatu tempat bernama Desaku. Sebuah restoran tradisional yang ada di daerah Cangkringan. Nah, di sini lumayan. Karena di sediain mainan tradisional seperti enggrang, teklek, ayunan sama jungkat-jungkit. Selain itu masih ada house tree. Rumah pohon. Rumah-rumahan yang letaknya ada di pohon gitu.
Puas bermain-main, udah di suguhin ketela rambat rebus, kacang rebus, sama jahe anget. Hmmm…
Setelah itu masih ada acara maen-maen ke sawah. Sebelum itu aku sempet nggombal dengan bikin karangan bunga kayak yang aku bikin bareng mas Septo sama Komeng pas acara LDKnya Himakom tempo dulu itu. Semua bunganya dari bunga rumput gitu. Sayangnya pas waktu itu puncak Merapi tertutup awan. Harusnya bisa jadi pemandangan yang indah. Tapi menurutku tetep aja indah. Di sawah, kita belajar gimana menanam sawi dan memanen kangkung. Aku sendiri ga mau ikut berkotor-kotor ria. Cuma pengen foto-foto aja.
Puas bermain di sawah, terus kita makan siang deh… Makan siang ala desa gitu. Sop, gurame goreng, gurame bakar, ayam lengkap, tahu, tempe, lalapan, sambel dan sebagainya. Pas makan siang ini, semua yang berasal dari Indonesia makan pake tangan, muluk. Tapi yang dari Korea tetep pake sendok dan garpu. Youn Ju adalah satu-satunya yang berhasil aku rayu untuk pake tangan, tapi abis itu balik lagi ke sendoknya. Ga nyaman katanya.
Habis makan siang, kami pulang ke dormitory untuk mempersiapkan farewell party nanti malem. Farewell Party-nya diadakan di Hartz Chicken. Farewell party-nya semacam pesta perpisahan dengan menampilkan budaya masing-masing gitu. Untung aku ke sana pake motor. Soalnya Hety, Dilla, ma Qiqi yang ke sana naek taksi harus sudah memakai kebaya dari awal sehingga dateng ke Hartz Chicken seperti orang mo kondangan yang salah tempat.
Akhirnya tetep aja aku harus pake Surjan yang kegedean, plus jarik yang aku sendiri ga tahu cara makenya. Soalnya kita mo menampilkan tari semacam Saman dari Aceh yang terkenal itu. Mahasiswi-mahasiswi dari Korea lebih heboh lagi. Soalnya mereka memakai hanbok, pakaian tradisional Korea. Pas pentas, mereka menampilkan tari tradisional Korea yang mirip tari kipas. Tarinya pake kipas soale. Selain itu, mereka juga menghangatkan malam dengan menampilkan gerak dan lagu yang diiringi lagu No Body-nya Wonder Girls yang emang terkenal banget di Korea. Sebenernya aku sempet foto berdua dengan Kimong pake pakaian tradisional masing-masing. Tapi dengan kejamnya, foto itu di hapus Ade dengan alasan memori penuh.HHhhh….
Tinggalkan sebuah Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.













