Cinta, Monyet!!
11 Oktober 2009 at 8:08 pm | In Nggombal..!!! | 3 CommentsMungkin tulisan ini mirip dengan tulisan “Cinta Brontosaurus”-nya Raditya Dika. Karena aku memang merasakan dan memikirkan hal yang sama dengan dia. Mungkin suatu saat aku bakal menyesal karena pikiranku telah diracuni dengan pemikiran orang yang sedikit kurang waras seperti dia. Tapi biarlah, toh ketidakwarasan juga salah satu yang bikin hidup menjadi menyenangkan…
Aku inget pertama kali aku jatuh cinta monyet. Pas zaman aku kelas 1 SD. Jujur waktu itu aku masih belum bisa buang ingus sendiri. Nama cewek kurang beruntung itu Bondan, aku lupa lengkapnya. Seorang cewek hitam manis dengan rambut yang sering berkepang. Waktu itu, aku inget aku pernah buat surat cinta monyet untuknya. Surat itu aku tulis, yang meskipun sekarang aku ga akan marah kalo ada yg bilang kalo surat itu aku gambar secara abstrak.
Aku inget satu kalimat di surat cinta monyet itu yang dengan jelas terpengaruh dengan semua sinetron dan telenovela Meksiko yang jadi tontonanku waktu itu. Dan waktu bulekku baca surat cinta monyet itu setelah merampasnya dariku, dia tertawa-tawa dan memamerkannya kepada seluruh keluarga besarku.
Surat itu ga penting. Bahkan aku udah lupa apakah surat cinta monyet itu akhirnya serahkan ato ga. Yang penting adalah bagian cinta monyetnya.
Bondan seorang Nasrani. Dia juga bukan cewek yang cantik. Kulit hitam manisnya, rambut panjang agak ikal yang selalu dikepang, dan suara cemprengnya yang suka berteriak-teriak.
Waktu itu, cinta monyetku ga peduli dengan semua itu. Aku cinta monyet ma dia. Udah itu aja. Aku ga butuh alasan untuk jatuh cinta monyet dengan dia. Dan, aku juga ga melakukan apa pun (kecuali surat cinta monyet itu) untuk bersama ma dia. Udah cukup aku ketemu dengan dia setiap hari pas sekolah. Kayaknya juga sama sekali ga ada kangen. Sepertinya aku juga sama sekali ga merasakan cemburu dan patah hati karenanya.
Sekarang, saat tubuhku sudah membesar, anehnya pikiranku justru semakin mengerdil. Ketika aku “jatuh cinta”,justru aku menuntut banyak hal dari orang yang aku cintai. Dia harus ginilah, harus gitulah, aku sering cemburu ketika dia dekat dengan orang lain, jadi gampang marah kalo menurutku dia salah, dan sebagainya. Sama sekali ga bisa, “aku cinta ma dia, aku ga peduli sama hal lain selain itu”.
Semua orang juga begitu, banyak hal yang perlu diperhatikan saat mencintai seseorang. Peduli sama agamanya, wajahnya, dompetnya, jenis kelaminnya, sifatnya, statusnya, pacarnya, orang tuanya, usianya, kecerdasannya dan sebagainya. Bukannya ini justru sebuah penurunan dalam hal cinta. Cinta harus buta, ga peduli sama hal lain selainnya.
Mungkin memang ga bisa begitu juga, semakin kita merasa dewasa, semakin banyak hal yang meracuni pikiran kita, semakin kita mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan sesuatu. Kita sudah ga bisa sepolos dan senaif dulu lagi. Melakukan sesuatu tanpa pikir panjang asal itu menyenangkan buat kita. Jadi rindu saat-saat itu….
3 Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan sebuah tanggapan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


he monyet! kamu kemana ga jadi tampil??
Comment oleh septo — 12 Oktober 2009 #
betul, monyet! gara2 situ, sini terpaksa harus kembali turun panggung
Comment oleh joesatch yang legendaris — 14 Oktober 2009 #
sangar loe, berani nertawain diri sendiri…!! salut dah, kelas 1 sd sudah expresif banget…. sukses gan..!!
Comment oleh topi — 30 Oktober 2009 #