Tips Lulus dari Ilmu Komputer UGM
13 Juli 2010 pada 5:23 pm | Ditulis dalam Ilmu Komputer UGM, Sharing, Yeah. I'm Geek. So?? | 14 KomentarMasuk UGM tu susah, tapi keluarnya lebih susah lagi
Semua juga udah tahu, kalo untuk bisa ikut belajar menjadi mahasiswa (apalagi mahasiswi) Ilmu Komputer UGM susahnya minta ampun. Pada tahun saat ak bergabung, Ilmu Komputer termasuk the best three porgram studi di UGM. Rasio jumlah pendaftar dan yang diterima mencapai 1:110. Artinya, untuk bisa menjadi bagian dari Ilmu Komputer UGM 2005 yang berjumlah 72 orang, ak harus bisa mengalahkan sekitar 7200 orang lainnya. Jumlah yang lumayan banyak untuk mengingatkan ak untuk terus-terus bersyukur.
Nah, untuk bisa lolos menjadi mahasiwa (sekali lagi, apalagi mahasiswi) Ilmu Komputer UGM memang susah banget. Ini menjadi alasan bagi beberapa orang untuk berlama-lama menikmati status sebagai mahasiswa (ak ga lupa, mahasiswi) Ilmu Komputer UGM. Kalo masuknya susah, ngapain cepet2 keluar?? Gitu kata sebagian orang. Kalo mau di tilik lebih jauh dari alasan tersebut, jelas lah kalo untuk lulus dari Ilmu Komputer UGM dan menyandang gelar S.Kom, yang dibutuhkan sebenarnya cuma kemauan bukan kemampuan. Ini cuma masalah mau ga mau, tidak ada hubungannya dengan bisa atau tidak bisa. He..
Ak sendiri, sempat mengeluarkan alasan pembenaran resmi kenapa aku harus menunda kelulusanku dari Ilmu Komputer UGM. Sebelum akhirnya, ak kehabisan alasan dan memutuskan, this is IT, it’s time to rock…!! Ak harus segera cabut dari Ilmu Komputer. Segera melepas kedudukan sebagai penghuni resmi kampus Milan (MIpa seLatAN). Berikut tips pengalamanku hingga akhirnya bisa mendapat gelar Sarjana KOMedi KOMputer.
Latar Belakang
Jadi, pada sekitar akhir Semester 8 sampai pertengahan Semester 9 kemarin, ak tidak dalam keadaan psikologi yang cukup bagus untuk mengerjakan skripsiku. Ak sih tidak mengakui kalo aku sedang gila stress. Tapi, beberapa orang, termasuk Ibuku, menyangsikan bahwa ak akan lulus dari Ilmu Komputer UGM semester itu.
Sampai akhirnya, pada akhir November 2009, aku membeli buku Negeri 5 Menara. Pada liburan Idul Adha 1430 H, akhir November itu, ak menghabiskan waktu sekitar 1 minggu di rumah untuk menghabisi buku setebal 416 halaman tersebut. Dan berkat pesan-pesan yang terkandung dalam buku Negeri 5 Menara tersebut, ditambah dengan cerewetnya Ibuku yang ingin segera melihat anaknya memakai toga kebesaran, akhirnya ak kembali k DjoKja, melupakan masalahku, dan bertekad menyelesaikan skripsiku.
Kamp Konsentrasi
Dari buku Negeri 5 Menara juga lah aku mendapat ide membuat sebuah kamp konsentrasi untuk memenjarakan semua geek seUGM. Sebuah kelompok persaudaraan rahasia, tempat berkumpulnya coder untuk menyelesaikan tugas akhir mereka secara bersama-sama di suatu tempat. Segera saja proposal tersebut aku ajukan kepada Rektor UGM, teman-teman senasib. Akhirnya, (menurut bahasa Cius), Komitmen Tiga Puluh Satu November disepakati untuk mengubah kos Omen menjadi kamp konsentrasi tersebut.
Pada tanggal 1 Desember 2009, akhirnya proses membangun kamp konsentrasi kami mulai. Segala peralatan dan perlengkapan perang seperti seperangkat komputer milikku dan Cius (jadi ada dua perangkat), meja, kabel2, buku2, helm, mug, sendok, granat, helm, kursi, pembuka botol, korek api, sepatu roda, gerobak sampah, dan peralatan bedah. (OKeh, beberapa memang mengada-ada biar tulisannya agak panjang. Coret yang tidak perlu). Intinya, pada hari itu, kami angkut-angkut barang.
Akhirnya setelah semua peralatan siap, kamp dimulai pada tanggal 2 Desember 2009(Semua tanggal-tanggal ini membuatku merasa seperti menulis sejarah persiapan proklmasi Republik Indonesia Selatan). Pada awalnya, semua tidak semudah rencana yang disiapkan. Bukannya berkonsentrasi dengan kode-kode kami, kami malah sibuk mengerjakan hal-hal yang tidak penting. Mulai dari nonton tivi, maen game, fesbuk, maen kartu, ngobrol ga jelas, makan2, bermain-main dengan spray-pengharum-ruangan-yang-malang dan tidur. (Kalo yang ini, semuanya benar2 nyata) Sampai akhirnya, kesadaran timbul dengan sendirinya dalam hati yang percaya akan adanya hari pembalasan, 19 Februari 2010. Hari yang kami imani sebagai hari pembalasan akan kelakuan kami sekarang. Jika kami sekarang bersenang-senang dan bermalas-malasan, maka kami akan tertunduk memakai pakaian sebagus mungkin pada hari itu. Namun, jika kami berjuang keras, maka memakai toga adalah ganjaran terbaik yang kami dapatkan.
Akhirnya, malam-malam berikutnya, yang terlihat adalah orang-orang yang berjuang. Jika ada yang sedang suntuk dan mencoba bermalas-malasan, dipastikan tidak akan berlangsung lama. Ketika melihat orang-orang di sekitar sedang sibuk bekerja, maka hatinya tidak akan rela jika melihat yang lain memakai toga pada saat dirinya masih berstatus mahasiswa. Dan kemudian, semangat akan bangkit kembali untuk berjuang bersama di garis depan. Apalagi, di hari-hari berikutnya, tersiar kabar bahwa deadline pengumpulan draft skripsi untuk wisuda Februari 2010 adalah 31 Desember 2009.
Foto di atas sendiri di ambil pada sekitar jam2 pagi. Di saat orang lain tidur nyenyak, dengan semangat untuk menghidupkan sepertiga malam yang terakhir, kami terus bekerja. Kami pilih motto kami, Carpe Noctem yang berarti Seize the Night. Meskipun kami mengerjakan hal yang berbeda-beda (tiga orang mengangkat tema rule extraction, 2 orang expert system, dan seorang lagi membuat sebuah tools jejaring sosial), kami saling bahu membahu untuk memberi semangat dan bertukar informasi dan source yang kami perlukan untuk mengerjakan tugas akhir kami sendiri-sendiri. Dan kolaborasi tersebut akhirnya membawa 5 dari 6 orang yang ada di foto(termasuk sang pengambil foto) untuk kemudian menyibukkan diri mempersiapkan hari pendadaran, sidang ujian Tugas Akhir pada pertengahan Januari 2010. Ak sendiri, mendapat kesempatan sekali seumur hidup tersebut pada 12 Januari 2010 pukul 13.00.
Dan setelah itu, kemudian dunia terasa lebih indah. Lingkungan lebih bersahabat. Alam semesta seperti sedang menyambut seorang pahlawan perang. Terluka di sana-sini, namun cukup kuat untuk berdiri tegak, tersenyum, dan meneriakkan sorak sorai kemenangan. Waktu berjalan lebih lambat dan menyenangkan. Mentari yang bersinar terasa lebih cerah dan hangat. Tiupan angin sepoi-sepoi membelai lembut, seolah menyapa dan mengatakan, “Welldone, boy..“.
Sampai akhirnya pada tanggal, yang sangatnya sedikit meleset dari perkiraan kami, 18 Februari 2010, kami memakai jubah hitam sakral ini. Mendegarkan dengan khidmat saat lagu Vivat Academica dinyanyikan, dan berfoto-foto merayakan kemenangan kami yang terasa sangat manis. Semanis sebuah perjuangan. Seindah bertempur bersamamu, teman.
Pranala Luar :
Kristyarso, T. D. W, Vivat Academica, http://cius.comuv.com/?p=267, di akses pada 13 Juli 2010 pukul 12:11 AM.
14 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.





ooh..gitu
Comment by itcompare— 13 Juli 2010 #
harusnya aku bareng kalian…atau harusnya kalian yg bareng aku???hihihi…
Comment by dezed— 14 Juli 2010 #
[...] This post was mentioned on Twitter by hanief cahya utama. hanief cahya utama said: RT @adhipras: Tips Lulus dari Ilmu Komputer UGM http://is.gd/drB23 Untuk pelecut semangat!
[...]
Pingback by Tweets that mention Tips Lulus dari Ilmu Komputer UGM « not another chiell story -- Topsy.com— 14 Juli 2010 #
nice, nice
dan selamat.
Comment by dimaz— 14 Juli 2010 #
Hoho.. Tulisan yg bagus.. Lucu dan menghibur,seolah2 menyaksikan sendiri perjuangan kalian yg seru… Congrat,congrat.. Tapi, foto toganya ko cuma 1 ya??
Comment by Ganis— 15 Juli 2010 #
kenapa mahasiswi harus pake apalagi??
Comment by anik— 15 Juli 2010 #
hm… aku yang g pake topi toga… hihi
Comment by welldone— 15 Juli 2010 #
weidyan… ngono tow… ono markas-e ik… sangar
Comment by Dedy Kurniawan W— 15 Juli 2010 #
itcompare :::
iya.. gtu…
dezed :::
Km g ad d foto itu. G dateng jg pas wisuda kita. P.A.L.S.U…
dimaz :::
makasih..makasih…
mBak Ganis :::
Ya. Ntar ak upload d FB deh foto2 yg laen. :p
Anik :::
Ngitung presentase jumlah mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komputer
Welldan :::
Itu sebelum bapakmu teriak2, “Dek, topinya ketinggalan….”
Dedy :::
Py?? Semesta meh d gawe markas juga?? :p
Comment by chiell— 16 Juli 2010 #
Dan tidak lupaa kami haturkan terima kasih kpd ibu kos saya yg sedikit membantu menyadarkan disaat kami malah asyik bermain kartu..
*pdhl cen asale diseneni, xixixi..
Comment by omen x— 16 Juli 2010 #
Oh tulisan ini akhirnya kelar juga ya….
Jadi terharu… :p
Comment by CIUS the Dracohenas— 16 Juli 2010 #
terima kasih senior, kami angkatan 2006(yang tersisa/tertinggal) akan membuat kamp konsentrasi serupa yang jauh lebih kejam dengan tetap menjaga kerahasiaan persaudaraan ini. wish us luck!
Comment by anonim— 9 Desember 2010 #
ah, lebay. biasa aja kok kuliah di ilkomp ugm. gitu2 mulu
Comment by qqq— 30 Desember 2010 #
Mm, berarti sama mas Chiell. Kita jg biasa buat kamp konsentrasi saat detik2 akhir,hh. –btw, slmt kalian sdh lulus, km akn segera memyusul.
— dari saya mas, ingat dl pas masnya ngajari install CMS @pundong, membuat saya demam sama PHP, wlpu sy di fisika swasta, ceritanya g ketrima di ilkom.hihi
Comment by EB— 23 Februari 2011 #