Roy Suryo Siap Jadi Menkominfo
28 September 2011 pada 7:27 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan KomentarBersiap kabur dari Indonesia. Balik ke Krypton kalo perlu.
(sumber : http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Politics&y=cybernews|0|0|2|12729)
Hands Down
27 September 2011 pada 10:36 am | Ditulis dalam Nggombal..!!! | Tinggalkan KomentarYang kemaren sempat berkunjung ke blogku mungkin sempat baca sebuah tulisan berjudul “Hands Down”, yang yah, sama sekali berbeda dengan tulisan ini. Sebenernya tulisan itu adalah sebuah cerpen, sebuah tafsiranku atas lagu Hands Down milik Dashboard Confessional. Kalo lah orang lain mengapresiasi sebuah novel dengan mengangkatnya menjadi sebuah film, aku melakukan hal yang sama dengan objek yang berbeda. Sebuah lagu aku terjemahkan menjadi sebuah cerpen. Boleh kan?? Harus boleh!!
Tetapi, karena keterbatasanku dalam menuliskannya, dan karena memang lagunya dan cerpenku agak kontroversial, jadilah cerpen tersebut di protes. Mungkin memang orang Indonesia belum siap menerima karya yang rada-rada kontroversial. Demi menjaga stabilitas negara, akhirnya cerpen itu dikubur dalam sebuah tag HTML.
Sekarang, saya mau mengapresiasi lagu tersebut dalam bentuk lain, esai. Bentuk esai sebenernya aku hindari karena terlalu denotatif, blak-blakan. Tidak membiarkan pembaca turut berpikir dan berimajinasi, apa yang sebenernya si Chris Carrabba (dedengkotnya Dashboard Confessional) dan aku, mamen chiell, maksudkan.
Dalam pandanganku lagu ini sebenernya bercerita tentang sebuah malam yang tiba-tiba menjadi indah buat si cowok, karena kehadiran tak terduga seorang cewek yang didambanya. Saking berkesannya, cowok tersebut ingat setiap detail dari malam tersebut. Bahkan, kalo lah cowok itu harus mati malam itu, dia sangat siap dan mungkin diharapkannya. Karena dia benar-benar bahagia malam itu.
si Chris membuat lagu ini seolah mempunyai jiwa. Seperti malam itu bener2 terjadi dan selalu di kenangnya. Yang membuat lagu ini spesial bagiku adalah pilihan kata Chris yang, tentu saja, nggombal, dan bersayap sehingga menimbulkan penafsiran macam-macam. Makanya aku juga jadi tertarik untuk menuliskan ulang. Simak contoh yang ini : Lanjutkan Membaca Hands Down…
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


