Semester Sembilan

10 Agustus 2009 at 9:16 pm | In Daily Prophet, Himakom | Leave a Comment
Tags: ,

Tak terasa, tadi aku menuliskan “sembilan” di titik-titik di belakang tulisan Semester pada Kartu Rencana Studi yang baru. Sembilan. Artinya udah 4 tahun aku kuliah di sini dan sekarang minimal aku masih setengah tahun lagi kuliah di Ilmu Komputer Uniiverstas Gadjah Mada.

Memangnya ada yang spesial dengan angka 9? Angka sembilan memang selalu terasa spesial. Jelas karena dia adalah angka yang paling besar. Tapi ini lain. Karena kuliah S1, cuma menjadwalkan mahasiswanya untuk kuliah sampai semester 8. Kalo sampe sekarang aku masih di sini jelas aku punya pembenaran untuk itu. Sembilan??

Lovable

31 Juli 2009 at 7:39 am | In Nggombal..!!! | 1 Comment
Tags: ,

Beberapa orang diciptakan sangat beruntung karena dia lovable. Betapa mudahnya dirinya untuk di sayangi dan dikagumi. Seringkali, orang-orang yang tertarik pada orang-orang lovable ini tidak punya alasan khusus kenapa dia mencintai orang lovable ini. Dia lovable. Itu aja. Lebih Lanjut tentang Lovable…

Makan

27 Juli 2009 at 11:38 pm | In Daily Prophet, Sharing | 1 Comment

Akhir pekan kemarin, aku jadi panitia acara pelatihan yang bernama resmi, “Pelatihan Aktualisasi Diri Membangun Sinergi Organisasi Kemahasiswaan UGM”. Sebuah acara untuk teman-teman dari Unit Kegiatan Mahasiswa se-UGM dengan tujuan agar mereka bisa membangun sinergi. Dalam jangka waktu tiga hari di desa wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman itu aku benar-benar belajar banyak hal. Tapi, ada satu hal yang menurutku pantas di publikasikan dalam blog, tentang sesuatu yang sangat sederhana yang jadi masalahku seminggu kemarin. Makan. Cuma itu??

A Tribute to Mustaghfirrin, the Teacher

4 Juni 2009 at 1:30 pm | In Daily Prophet, Nggombal..!!!, Sharing | 2 Comments
Tags: , ,

Satu hari sebelum dirimu pergi
Kau berikan segala yang kau punyai

Jika saja ku tahu engkau kan pergi
Tak kan tega ku lukai engkau lagi

Satu Hari Sebelum Dirimu Pergi — Jikustik

Jika saja aku tahu beliau akan pergi secepat ini, aku akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan beliau.

Dulu, sekitar dua tahun lalu, ketika pertama kali bertemu beliau di UC (waktu itu masih University Center) UGM, aku langsung menyukai beliau. Beliau mengajari tanpa menggurui, mendidik tanpa menghardik dan menuntun dengan santun.

Beberapa bulan kemudian, dalam Leadership Camp, beliau seakan menjadi malaikat yang menghapus konflik di antara kami. Mengajari pentingnya persatuan dalam perbedaan. Membuat kami bisa bersinergi.

Baru hari Selasa pekan lalu beliau mengajariku secara langsung tentang banyak hal. Salah satunya, beliau mengajari…..

Sanguine Phelgmatis

26 Mei 2009 at 7:34 am | In Uncategorized | 2 Comments

chiell si Sanguine Phelgmatic

Hari Sabtu kemarin, pada awal hari yang aneh, aku menemukan tulisan di internet yang sangat cocok untuk menggambarkan tentang kepribadianku. Dalam teori 4 kepribadian, pribadiku adalah Sanguine Phlegmatis.  Seorang yang dominan Sanguine namun mempunyai sifat Phlegmatis di baliknya. Dan saat mencari di internet tentang kepribadian yang satu ini, aku menemukan tulisan yang benar-benar cocok dengan kepribadianku selama ini di sini.

Jadi begini :

The sanguine-phlegmatic is an extraverted, optimistic, warm individual who readily connects with others and is well-liked by all. His sanguine side makes him creative, enthusiastic, friendly, and inspiring. His phlegmatic side makes him somewhat cautious at times, and also highly sensitive to other people’s moods, emotions, likes and dislikes. He keenly desires harmony in relationships.

Yang ini kayakny sudah jelas. Sanguine Phelgmatic adalah seorang ektrovert.  Tapi aku ga begitu setuju dengan bagian optimis. Aku cenderung lebih suka realistis dari pada optimisme konyol tanpa dasar. Kreatif? Sedikit. Kata Enisten, kunci agar kita dapat dikatakan kreatif adalah dengan pintar-pintar menyembunyikan sumber dari karya kita. Nah, sisi phlematisku membuatku sangat peka terhadap perubahan mood dan emosi seseorang. Meskipun terkadang aku salah mengartikan, tapi aku tetap tahu jika ada suasana hati yang berubah disekitarku.

He tends to overextend himself in order to meet others’ needs and to personalize any negative criticism (If the boss says, “We are not meeting our quotas,” the sanguine-phlegmatic thinks, “Is he angry at me?” If her best friend says, “I really can’t wear red lipstick,” the sanguine-phlegmatic will think, “She’s trying to tell me that my lipstick looks terrible!”). After all, the sanguine-phlegmatic has a double-dose of feeling; twice-blessed by the tendency to prioritize relationships and harmony.

Yap. Ini kayak Wolverine. Aku selalu mengira semua hal yang dilakukan orang lain di sekitarku adalah tentang aku.  Mungkin ada yang menyebutnya dengan Ge-eR, tapi seorang Sanguine Phlegmatic menyebutnya peka. Dan kami sangat menghargai kritik dan saran dari seorang teman.

If you are a sanguine-phlegmatic, most everyone likes you! You are easy-going, creative, fun-loving, enthusiastic, imaginative, caring, generous, flexible, and spontaneous. You are probably considered “emotional” because of your easily aroused feelings, your attentiveness to relationships, and your tender heart. Your weaknesses are superficiality, indecisiveness, disorganization, and procrastination. Often you find it difficult to know exactly how to state what you mean, or how to express yourself logically; this contributes to a tendency to talk more than is needed or to provide more detail than is necessary.

Semua orang suka padaku? Ga juga.  Aku bahkan ga gitu ngerti apa arti dari easy going. Fun loving, jelas sekali kalo aku adalah orang yang suka bersenang-senang. Selain itu aku memang orang yang antusias dengan bidang-bidang tertentu, imaginatif yang terkadang berlebihan, peduli karena menurutku  ini adalah kunci dari pertemanan, fleksibel atau mungkin deket banget dengan sifat penjilat. Aku juga orang yang sangat ekspresif, sering mengungkapkan apa yang aku rasakan secara spontan.  Tapi aku kurang setuju kalo dianggap emotional, soale bergaul dengan orang-orang yang berpikir sok ilmiah dan logis di Ilmu Komputer UGM terkadang membuat sisi emosional agak terpinggirkan. Kami terbiasa berpikir logis sistematis.

Di situ dijelaskan kalo kelemahanku adalah dangkal, tidak tegas, tidak teratur, dan suka menunda-nunda. Aku setuju sama tiga yang terakhir. Jelas sekali kalo aku bukan orang yang tegas. Aku juga tidak terlalu suka dengan keteraturan dan ketertiban. Dan kalo aku bukan orang yang suka menunda-nunda, mungkin sekarang aku sudah bergelar sarjana. Kalimat terakhir dalam paragraf tersebut bener banget. Aku agak susah ngomong. Makanya sering kali aku ngomong terlalu banyak alias cerewet. Ini juga yang bikin aku kurang bisa menjaga rahasia. Kalo bagian “provide more detail than is necessary”, bagiku itu adalah suatu kejujuran. Sering kali aku menceritakan hal yang sebenarnya tidak perlu diketahui oleh orang lain. Misalnya, detail alasan kenapa aku terlambat. Cuma biar mereka bisa memahami kenapa aku terlambat.

In a relationship, you will likely gravitate toward a logical, organized, strong-willed and decisive partner—someone who makes decisions quickly and provides strong moral certitude and structure to your life. You can be easily influenced (which is exacerbated by your tendency to ask others for advice — without thinking it through) and to do what seems “kind” before considering whether it is objectively right. Many sanguine-phlegmatics are drawn to teaching (and parenting), the helping professions, and volunteer works or for the welfare of society.

Yap. Dalam sebuah hubungan dengan teman, sering kali aku seorang Watson bagi Holmes. Dialah pemimpinnya dan yang membuat keputusan. Dia juga yang memberiku perintah dan saran tentang ini itu. Dan aku juga orang yang sangat tergantung pada orang lain. Aku sangat butuh curhat dan saran dari orang tentang masalah yang aku hadapi. Bagiku ini bukan sebuah ketidakmandirian, tapi lebih karena aku berusaha agar keputusan yang aku ambil merupakan keputusan yang objektif karena paling tidak, keputusan ini tidak dipertimbangkan hanya dengan satu kepala.

Cita-citaku dari dulu memang dari guru, atau dosen paling tidak. Sekarang aku emang sedang menjalaninya. Selain setiap hari Jumat aku ngajar KIR(Karya Ilmiah Remaja) di kelas X-3 di SMA 7 Yogyakarta, aku juga memberi les privat matematika ke beberapa orang semester ini. Pas, KKN dulu juga aku sangat menikmati saat-saat mengajar. Jadi guru bagiku memang seperti sudah panggilan. (He.. Sok-sokan). Volunteer? Aku jadi teringat masa-masa jadi relawan pasca Gempa DjoKja tiga tahun lalu. Pengalaman yang menarik karena aku jumpa dan bisa membantu banyak orang.

You place a high priority on your personal search for meaning and self-identity. The strong need to discover your “true self” will be met by a rich prayer life and a personal relationship with God. Your weaknesses probably tend to bother you more than anyone else. For example, you may find yourself blurting out something without thinking, or spending too much time seeking advice only to find yourself more confused than you started, or oversleeping every day this week — despite all the best of intentions.

Yang ini juga bener. Hidup adalah sebuah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Pencarian tentang makna hidup dan hikmah yang terkandung dalam suatu peristiwa sering kali jadi perenungan panjang. Aku mungkin bukan orang yang sangat beriman kepada Tuhanku. Tapi paling tidak, aku sering meminta dan berdoa kepadaNya. Kemudian saat ada orang yang mengkritikku, aku bisa tidak tidur semaleman untuk berpikir apa yang harus aku lakukan agar dia bisa puas dengan apa yang aku lakukan. Sering kali memang meminta saran dari orang lain malah jadi semakin membingungkan dan membuatku semakin jauh dari tujuan. Tapi dengan begitu setidaknya aku tahu ketika aku membuat suatu kesalahan.

You may find yourself becoming overcommitted because you simply can’t say “no” and have a strong need to be liked/please people. A typical sanguine-phlegmatic trick is to spend too much money shopping or (better yet) dining out with friends, and then to put off balancing the checkbook (too much work, too many other distractions) until it is hopelessly behind. Now you are overwhelmed with everything that has piled up! You may complain half-heartedly, blame circumstances, or go shopping. . . but you may not really make a concerted effort to change.

Aku memang susah banget berkata “tidak”. Bahkan kepada orang yang kubenci dan menyakitiku, aku susah untuk menolak permintaannya. Ini lah kenapa aku gampang banget dimanfaatkan. Masalah makan malam ni juga benar banget. Seminggu ini aku sering keluar makan bareng temen-temenku padahal ketika makan malam sama mereka aku dipastikan bisa menghabiskan uang dua atau tiga kali lebih banyak dibanding kalo aku makan malem sendiri di deket kos. Untungnya hal ini belum mempengaruhi kondisi keuanganku saat ini. Aku menikmati saat-saat makan malam sama mereka kok…

Ini juga aku temukan di internet di situs lain :

Sanguine phlegmatics live for the acceptance and approval that they gain from helping others. They love to be wanted and needed. They tend to remember birthdays and anniversaries, and they sincerely appreciate any thoughtfulness from others. They are usually very good listeners, so they are often used as sounding boards–both for venting frustrations and for problem solving. They don’t really like unexpected change, so their advice often has to do with making do with a current situation rather suggesting changes.

Tempat yang menurutku paling tidak nyaman adalah tempat di mana aku tidak dibutuhkan dan tidak diacuhkan oleh orang lain.  Aku ingin mereka tahu kalo aku ada di sana dan ada untuk mereka. Aku hapal banyak ulang tahun temen2ku. Aku hapal semua ulang tahun  Jodhipati angkatanku. Aku ga perlu facebook atau reminder untuk inget ulang tahun temen2ku.  Meskipun aku tidak selalu memberi mereka selamat pas mereka ulang tahun karena aku ga mau itu hanya dianggap sebagai sebuah formalitas.

Nah, tapi  menurutku aku bukan pendengar yang baik. Aku memang selalu berusaha mendengarkan orang lain. Tapi ketika orang lain curhat padaku, seringkali malah aku gantian  yang curhat. Aku sering membanding-bandingkan pengalaman orang itu dengan pengalamanku sendiri soale.

It’s important to note:
* They have a caring attitude, and they expect others to have the same.
* They enjoy displays of affection and approval.
* They dislike aggression.
* They project warmth and acceptance.
* They enjoy being sounding boards of help.
* They sometimes overdo their helpfulness and empathy.
* They desire acceptance.
* They become expressive and emotional under pressure.

Ini bagian penting kayaknya. Ketika aku peduli sama orang lain, aku sering kali mengharapkan orang tersebut juga peduli padaku. Saat aku smsmsan sama orang untuk tanya kabar atao apa yang sedang dia lakukan, aku juga berharap dia bertanya sesuatu hal tentang aku. Kadang-kadang kepedulianku juga keterlaluan. Hasrat untuk menolong orang kadang-kadang malah membuat orang itu merasa ga nyaman. Aku sering kali ga nyadar waktu-waktu di mana orang lain sedang butuh sendiri.

Wah, aku kaget ketika baca tulisan tentang Sanguine-Phelgmatis ini. Tulisan itu benar-benar memahami diriku bahkan mungkin lebih jauh dibanding dengan pemahamanku selama ini. Namun, yang bikin bingung, setelah tahu ini semua, apa yang harus aku lakukan. Tetap seperti ini dengan semua kelebihan dan kekurangannya, atau membuang kelemahan yang sangat mungkin juga agak membuang beberapa kelebihan. Tapi yang pasti, sifatku bukan sifat yang dibutuhkan orang untuk bisa sukses dalam segi materi….

Ambigram

6 April 2009 at 12:54 pm | In Daily Prophet, Sharing | 8 Comments
Tags: , , , , ,
chiell-ambigram

chiell-ambigram

Sepanjang sore kemarin, aku sibuk mengagumi diriku sendiri. OKeh. Ini memang bukan untuk pertama kalinya. Tapi yang jelas, hari ini aku benar-benar kagum terhadap apa yang aku lakukan.

Sekitar dua bulan yang lalu, aku selesai membaca buku Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) karangan Dan Brown. Buku ini aku pinjam dari Cius, tapi Cius ga ada kaitannya apa pun dengan keberhasilanku ini. lihat ambigram lainnya…

Jumper Touring

26 Februari 2009 at 4:21 am | In Daily Prophet | 5 Comments
Tags: , , , , , , ,

Inget film Jumper?? Film ini berkisah tentang seorang Jumper. Orang yang bisa berteleportasi semaunya, ke seluruh tempat di dunia ini. Tidak diragukan lagi kalo teleportasi merupakan sarana transportasi yang paling efektif dan efisien. Orang bisa berpindah tempat dengan mudah dan cepat. Konsep teleportasi ini mungkin pertama kali digunakan dalam film Star Trek, saat para awak USS Enterprise akan mendarat di suatu planet.

Nah, konsep teleportasi ini juga digunakan oleh J.K. Rowling dalam serangkaian novelnya yang terkenal, Harry Potter. Dalam novel itu diceritakan bahwa para penyihir mampu ber-apparate dan ber-disapparate untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Mudah dan cepat. Dan seperti moda transportasi lainnya, cara transportasi ini bisa menghidarkan Anda dari pengamen.

OKeh, balik lagi ke film Jumper. Gara-gara kemampuan istimewanya itu, para Jumper bisa menikmati hidup dengan sangat indah. Mereka bisa menikmati sarapan di indahnya pantai Hawaii untuk kemudian berpindah dengan cepat ke Tokyo untuk shopping misalnya. Mereka bisa makan malam dengan latar belakang piramida di Mesir dan kemudian tiba-tiba sudah ada di puncak Himalaya. Jalan-jalan menikmati Eifell di Paris dan nonton pertandingan Arsenal di London pun bukan hal yang mustahil.

route touring

Nah, lalu apa hubungannya dengan postinganku hari ini?? Intinya, kemarin aku baru aja melakukan apa yang mirip dengan yang Jumper lakukan. Continue reading Jumper Touring…

Learn How to be a Korean

22 Januari 2009 at 4:47 pm | In Seoul Women University, hanya di Indonesia, on KKN | 1 Comment
Tags: , , , , , , ,

Ceritaku bersama mahasiswi-mahasiswi Seoul Women University masih berlanjut ketika kami bersama-sama berangkat dari DjoKja ke suatu tempat bernama Canaan naik bus UGM. Sebelum berangkat, setahuku, Canaan itu berada di Sukabumi. Bener. Tapi sekitar 100km lagi ke arah barat. Canaan ternyata adalah nama semacam sekolah asrama yang bernama lengkap Canaan Farmer’s Institute. Letak tepatnya di desa Karangpapak kecamatan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Ketika berangkat dari DjoKja hari Senin sekitar jam 11.30, kami tiba di lokasi pukul 3 pagi. Benar-benar perjalanan yang panjang dan melelahkan. Apalagi saat akan tidur, wakil kepala sekolah Canaan yang bernama Mr. Park mengatakan bahwa kami harus udah siap sarapan jam7 pagi nanti. Hhhh, ngantuk.

Canaan Farmer's Institute

Canaan Farmer's Institute

Tetapi, ketika aku akan keluar sarapan keesokan paginya (sarapannya di gazebo), semua kelelahan yang aku alami rasanya terbayar lunas ketika melihat pemandangan di depan asrama. Laut. Seperti keindahan yang dibayangkan di semua novel atau komik, asrama Canaan ini berdiri di lereng bukit yang menghadap ke laut. Betapa indahnya. Tempat yang cocok untuk berlibur. Continue reading Learn How to be a Korean…

I Love Korea(n) : Yogyakarta

18 Januari 2009 at 11:58 pm | In Seoul Women University, hanya di Indonesia | 8 Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

It’s our last day in DjoKja. Maksudnya ya hari terakhir kita sama-sama di DjoKja. Hari ini acaranya free session. Boleh ngapain aja ke mana aja sama temen-temen dari Seoul Women University ini. Karena ini hari Minggu, kita mo ngajakin mereka ke UGM Sunday Morning Market yang terkenal itu. Dormitory-nya ada di perumahan dosen UGM, deket sama Ghra Sabha Pramana. Begitu keluar dari dormitory, udah kelihatan deh ramenya pasar SunMor.

SWU in Masjid Kampus UGM

SWU in Masjid Kampus UGM

Acara sempat “di hambat” sama Tuti yang pamitan hari ini. Sehingga pemandangan melankolis yang ada tangis-tangisannya terhampar pagi yang cerah itu. Akibatnya, kita baru berangkat ke SunMor sekitar jam8, saat matahari udah tinggi dan panas.

Di Korea ada pasar tiban kayak gini ga ya?? Kayaknya ga deh. Dan yang pasti, di universitas mereka, ga ada pasar tiban tiap hari Minggu gitu. Yup. This is DjoKja. And this is Gadjah Mada University. Continue reading I Love Korea(n) : Yogyakarta…

I Love Korea(n) : Kaliurang

18 Januari 2009 at 10:44 pm | In Seoul Women University, hanya di Indonesia | Leave a Comment
Tags: , , , , ,
SWU-UGM 8th team

SWU-UGM 8th team

Kaliurang's Waterfall

Hari ini hari Sabtu. Hari ke-6 temen-temen SWU ada di Indonesia. Hari yang cocok untuk jalan2. Tujuannya hari ini, sisi Selatan lereng Gunung Merapi alias di Kaliurang. Sayangnya, karena waktunya cuma terbatas, yang dikunjungi cuma hutan wisata di Kaliurang. Di sana cuma nonton monyet. Memberi makan monyet dan makan makanan yang harusnya di kasih ke monyet jadi acara pertama di sana. Habis itu masuk ke hutan wisata untuk lihat air terjun dan foto-foto di sana. Udah. Sama sekali ga seru. Continue reading I Love Korea(n) : Kaliurang…

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.