Belajar dari Karya Seni
15 Mei 2009 at 11:55 pm | In Daily Prophet, Himakom, JoCa, Nggombal..!!! | 6 CommentsOrang-orang yang dekat denganku pasti tahu kalo kadang-kadang aku suka bersenandung ga jelas. Kalo senandung merdu sih mungkin ga masalah. Masalahnya, bagi orang lain nyanyianku terdengar fals, ga merdu, hancur, gagal, dan pengennya di timpuk pake meja.
Aku sudah tahu itu. Sejak dari kelas 3 SD, aku sudah tahu dengan jelas tentang satu hal : aku sama sekali ga bisa nyanyi. Aku ga bisa membedakan yang mana do sama re. Ngomong do aja aku ga bisa. Pasti jadinya “dho”.
Tapi bagiku menyanyi punya arti lain. Menyanyi bisa aku gunakan untuk mengangkat mood yang lagi jelek. Akhir-akhir ini efektif banget. Dengan menyanyi lagu lucu (atau dengan cara yang lucu,-caraku-) atau nyanyi lagu-lagu semacam lagunya Jikustik, aku bisa menertawakan kegagalan.
Itu baru pertama. Selain itu aku bisa belajar dari lagu tersebut. yang jelas bukan belajar nyanyi
Another Marriage
21 April 2009 at 10:17 pm | In JoCa | Leave a CommentMinggu pagi tanggal 19 April 2009, sekitar pukul 5 pagi, aku meluncur dengan Shogun 125 gendutku dari DjoKja ke arah Kudus. Tujuannya satu, hadir pas acara nikahan Ayu hari itu. Dengan kondisi jalan yang lumayan sepi dan hanya satu nyawa (nyawaku sendiri) yang jadi tanggung jawabku waktu itu, ga lebih dari jam 8.30 aku udah ada di Kudus.
Wow. Padahal biasanya kalo lagi bawa motor sendiri ke DjoKja ato sebaliknya biasanya aku sampe 5jam gara-gara lihat-lihat pemandangan. Rencananya sih mo ikut acara akad nikah pas jam9, tapi akhirnya batal, dan memilih cuma ikut acara resepsinya.

JoCa
Our First Marriage
28 Desember 2008 at 2:31 pm | In Daily Prophet, JoCa | 11 CommentsDi antara kami ber-30, 16 orang Jodhipati dan orang Candrasari angkatan
2005, akhirnya ada yang nyerah juga dan memilih untuk nikah duluan….
Sialan…!! PR!!
16 Oktober 2008 at 11:57 pm | In Daily Prophet, Himakom, JoCa | 5 CommentsBener2 deh si Anggoro Dewanto itu. Berani-beraninya ngasih aku Pe-eR. Tapi berhubung sebagai kakak kelas yang baik, saya mau mengerjakan PR dari dia itu. Lebih baik lagi, aku bik Pe-eRnya rada beda. Sebut saja chiell in numbers :
0. Buku Terakhir yang selesai dibaca “Biografi Angka 0″. Karena buku itu pula lah kenapa perhitungan di sini di mulai dari angka 0.
1. Sekolah di SD Rendeng I, SMA 1 Kudus, dan sekarang di S1 Ilmu Komputer UGM. CUma SMP yang nyasar di SMP 2 Kudus
2. Lagu Manca yang paling di sukai adalah The Reason-nya Hoobastank dan Take Me to Your Heart-nya MLTR
3. Pernah 3 tahun aktif di dunia teater. 1 tahun bersama teater Mandala dan 2 tahun bersama teater Studio One. Selama itu telah menggarap 5 naskah sebagai aktor dan 1 naskah sebagai sutradara.
4. ITMagz vol. 4. Edisi ITmagz yang diterbitkan dengan saya menjabat sebagai Kepala Divisi Himakomedia sekaligus sebagai Pimpinan Produksi majalah ini.
5. Nomor punggung yang sering aku pake saat masih SMP sebelum akhirnya mulai SMA sampe sekarang lebih senang memakai nomor punggung 14.
6. Jumlah cewek yang pernah, sedang, akan ditipu.
7. Pernah selama 7 hari 6 malam hidup di dalam hutan. Sepertinya merupakan rekor tersendiri di ambalan Jodhipati Candrasari
8. Pormagama 2008. Event olahraga multi cabang yang aku pernah berpartisipasi di dalamnya sebagai Kiper Cadangan TImnas FUtsal MIPA
9. Wah, bingung banget untuk yang no 9 ini. Ada ide??
Sudah Siap : balajoca.org..!!
11 September 2008 at 4:28 pm | In JoCa | 8 CommentsAneh. Secara ga sengaja saya seperti ke-hibernate dari blog ini. Saya sedang tidak berminat untuk nulis apa pun untuk blog ini. Berbagai macam ide yang datang saya abaikan.
Saya sedang lelah. Saya pengen tidur. , tapi ga boleh…
JoCa : Reunited
27 Juli 2008 at 4:21 am | In JoCa | 3 CommentsDi tengah-tengah kesibukan saya dalam KKN ni, saya masih sempet untuk jalan bareng sama temen-temen JoCa. Ketika undangan itu datang dari Gembol, hari Kamis, saya ga usah mikir lama untuk langsung mengiyakan.
Saya sudah curiga kalo ternyata Ancah, Jodhipati 2005 mantan Julat Jo yang sempat kuliah di D3 Tata Kota UNS itu mengajak ke pante Depok hari Sabtu, tempat yang terkenal kalo kita mo makan-makan, terutama makan ikan. Dan kecurigaan saya beralasan, karena pada hari Kamisnya dia baru saja mengalami ujian pendadaran. Ditambah Zidni yang juga baru melakukan pendadaran hari Rabunya, lengkap sudah alasan untuk berpesta hari itu.
Oleh-oleh dari GedongSongo
27 Februari 2007 at 10:42 pm | In JoCa | 3 CommentsEh, ni oleh-oleh dari gedong songo. Sebagian emang udah ak masak. Biar lebih keren. Ni baru sebagian aj, kalo ad ide lagi y ak upload lagi. Kalo ad yg pengen mentahannya lengkap, hubungi ak aj. Continue reading Oleh-oleh dari GedongSongo…
Kemah Panjang 2007
9 Februari 2007 at 10:32 pm | In JoCa | 2 CommentsKemah Panjang..!!!
Sebelumnya ak ga berminat untuk cerita soal Kemah Panjang kelima dalam hidupku ini dan nyerahin tugas ini ke Firman. Tp demi subjektivitas cerita sehingga orang laen ga hanya menerima cerita dari satu sumber, akhirnya ak mutusin untuk nulis cerita ini meski ak yakin ga akan jauh beda ma yang ditulis ma Firman. Bedanya, ak ga akan cerita detail. Ak cuma mo cerita seenakku aj.
OKeh. Kemah Panjang tahun ini berlokasi di objek wisata Candi Gedong Songo. Bener. Di objek wisatanya. Menolak pakem yang selama ini udah kita jalani, bahwa Kemah Panjang ga diadakan di bumi perkemahan. Dan yang lebih mengagetkan lagi, lokasinya tu pas di dekat pintu masuk gerbang, mepet ma pager bates luar. Di sekitarnya tu banyak orang lalu lalang baik pedagang asongan maupun wisatawan. Selain itu akses ke warung juga mudah. Ditambah adanya bangunan musholla dan semacam aula.
Di wilayah itu, yang menurut Firman tingginya sekitar 2400m curah hujannya cukup tinggi. 3hari disana ak nyaris ga melihat matahari, ditambah kabut yang sewaktu-waktu turun. Kabut ini agak menganggu aktifitas penerbangan disekitar situ karena kalo lagi parah jarak pandang hanya sekitar 10meter. Namun, yang paling ganggu dari kabut dalah dampaknya pada suhu sekitar situ. Ditambah hujan yang bikin pakaian, tenda, dan tikar jadi anyep, basah, sampe banjir, membuat Kemah Panjang kali ini adalah Kemah Panjang terdingin yang pernah ak jalani.
Untungnya, dingin di sini tu karena cuacanya bukan karena sambutan dari masyarakat sekitar(baca:unsur Joca seperti DA, Caba+TP, maupun Pembina). Sambutan mereka lumayan anget kq. Pertama dari Pembina, waktu ak dateng Pembina yg ada tu Bu Yuni ma Pak Kandar. Setelah berbasa-basi dikit, mereka jadi akrab ma kami. Bahkan, saat mereka lagi ga ada kerjaan, mereka datang ke dome kami buat ngobrol-ngobrol ma kami tapi sayangnya waktu itu kami mau masak dan terpakasa meninggalkan mereka di dome. Tp setelah masak kita balik lagi kq buat ngobrol-ngobrol ma mereka. Dan malamnya pun, pak Kandar tidur bareng di dome ma ak n Firman.
Besoknya, pembina ganti shift, pembina yang laen(pak dan bang Teguh) datang bareng STP2K yaitu pak Khamid, pak Tarto, pak Zuhri, dan pak Imam. Mereka juga asyik-asyik aj tahu kalo kita(alumni) dateng. Kecuali mungkin pak Imam, setelah ini mungkin DA bakalan kena semprot ma dia. :p
pembina yang dateng pak dan bang Teguh juga welcome2 aj ma kita. Tapi sekedar catatan untuk pak Teguh, kayaknya dia welcome setelah tahu alumni yang dateng adari angkatan 2005, angkatan yang bisa dibilang lumayan jinak dan bisa diatur. Lagipula kalo dia berani ngusir kami, dia bakalan kesulitan cari tempat tidur karena malamnya dia tidur di tenda yang malam sebelumnya ak pake tidur ma Firman, mengusir ak ma Firman yang akhirnya tidur di aula.
Sambutan dari Caba dan TP. Nah, ini yang bikin ak lumayan betah di situ. Mereka kelihatan sangat antusias ma kami. Pengen banget kenalan ma kami yang keren2. :p Meskipun ga semua, tapi dengan sikap mereka ak jadi yakin bahwa rasa kekeluargaan dan persaudaraan JoCa yang sempat meluntur masih bisa dibangun lagi. Yang bikin mereka lumayan seneng juga karena kami ada di pihak mereka dalam perjuangan mereka di sana dalam menghadap DA. :p
Sekarang dari yang punya gawe, DA Jodhipati-Candrasari. Secara umum, bisa dibilang mereka cuek. Tapi ga secuek DA tahun sebelumnya. Ak kan juga datang dengan kamera(benda lumayan penting yang mereka ga bawa). Jadi kedatangan kami disana diterima dan ga bikin kemah sendiri di tempat dan waktu yang sama. Saat makan pun kita sebenarnya dapat jatah dari mereka, namun karena ga enak dan kami pun udah berusaha mandiri, kita masak sendiri. Saat masak tu juga jadi saat mengakrabkan dengan DA cz kita masak di tempat yang sama dengan peralatan yang sama, jadi nya mau ga mau terjadi komunikasi ma mereka meski lebih banyak kami yang aktif. APlagi setelah kedatangan bang Anton yang bukan aktif lagi melainkan hiperaktif terutama ma DA Candrasari yang kualitas(wajah)nya bisa dibilang lumayan bagus..!! :p
Untuk laporan acaranya, Rame..!! Gimana ga rame, orang dari kelasX aj ada sekitar 62 orang. Rekor selama adanya Jodhipati-Candrasari mungkin. Tapi secara penyelenggaraan, kalo menurut penilaianku sih ga bagus. Persiapan yang kurang, adanya monopoli pekerjaan dari seorang DA, ketidaksadaran setiap DA akan tugas dan kewajiban, materi acara yang kurang menarik dan kurang padat, kekurangmampuan mengontrol CaBa menjadi beberapa catatanku dalam kegiatan yang berlangsung. Oleh karena itu ak mendukung ide bang Anton agar alumni nyelenggarain cara dengan peserta DA, Caba dan TP dalam RJC untuk menunjukkan pada mereka gimana sih sebenernya cara menyelenggarakan acara dengan elegan.
Oya, alumni yang ikut dalam Kemah Panjang ini yaitu :
yang datang hari Selasa ; Ak, Firman, No’is
Rabu : Bang Punto ma bang Anton
Kamis : Jacx, Ancah, Bayu, Udin, n Tequr.
Ak cuma mo bilang itu aj. Laporan yang sifatnya umum. Sebenanya pengen ngomongin masalah PW, tapi ga mungkin di media ini karena yang mbaca bisa dari seluruh dunia.:p Laporan laen, fotografi, bisa dilihat, InsyaAllah di bagian lain blog ini.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



