Tenggelam dalam Negeri Lima Menara
1 Desember 2009 at 11:17 pm | In Sharing | Leave a Comment“Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun. Karena kalianlah master dan penguasa hati kalian. Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang sukses.”
Ustadz Salman, Negeri 5 Menara, halaman 108.
Ya, sebenarnya suasana hati kita, kita sendirilah yang menentukannya. Mau senang, sedih, gembira, kecewa, marah, gelisah, kita bisa memilihnya. Kita adalah penguasa bagi diri kita sendiri. Tidak seharusnya kekuasaan mutlak tersebut kita serahkan begitu saja kepada orang lain. Kepada pihak luar yang sama sekali tidak berhak.
Sesungguhnya, jika kita kesal, marah, dan kecewa karena pengaruh dari luar, karena intimidasi dari orang lain atau karena perlakuan makhluk lain kepada kita, kita menyia-nyiakan waktu dan energi kita. Mereka boleh melakukan apa saja, tapi kita bisa tetap berlapang dada dan tersenyum. Karena semua itu cuma gangguan sementara, bahkan kita bisa belajar dari hal tersebut.
Itulah salah satu hal yang aku pelajari dari buku Negeri 5 Menara karangan Ahmad Fuadi. Novel yang bercerita tentang kehidupan di pondok pesantren itu sebenarnya mengangkat sebuah tema utama “Man Jadda Wajada”. Mantra berbahasa Arab itu artinya kurang lebih, “siapa bersungguh-sungguh, akan berhasil”. Sepanjang buku ini diajarkan bahwa semua mimpi akan bisa menjadi nyata, asal kita mau berusaha. Continue reading Tenggelam dalam Negeri Lima Menara…
Makan
27 Juli 2009 at 11:38 pm | In Daily Prophet, Sharing | 1 CommentAkhir pekan kemarin, aku jadi panitia acara pelatihan yang bernama resmi, “Pelatihan Aktualisasi Diri Membangun Sinergi Organisasi Kemahasiswaan UGM”. Sebuah acara untuk teman-teman dari Unit Kegiatan Mahasiswa se-UGM dengan tujuan agar mereka bisa membangun sinergi. Dalam jangka waktu tiga hari di desa wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman itu aku benar-benar belajar banyak hal. Tapi, ada satu hal yang menurutku pantas di publikasikan dalam blog, tentang sesuatu yang sangat sederhana yang jadi masalahku seminggu kemarin. Makan. Cuma itu??
A Tribute to Mustaghfirrin, the Teacher
4 Juni 2009 at 1:30 pm | In Daily Prophet, Nggombal..!!!, Sharing | 2 CommentsTags: SP2MP, UGM, Universitas Gadjah Mada
Satu hari sebelum dirimu pergi
Kau berikan segala yang kau punyaiJika saja ku tahu engkau kan pergi
Tak kan tega ku lukai engkau lagiSatu Hari Sebelum Dirimu Pergi — Jikustik
Jika saja aku tahu beliau akan pergi secepat ini, aku akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan beliau.
Dulu, sekitar dua tahun lalu, ketika pertama kali bertemu beliau di UC (waktu itu masih University Center) UGM, aku langsung menyukai beliau. Beliau mengajari tanpa menggurui, mendidik tanpa menghardik dan menuntun dengan santun.
Beberapa bulan kemudian, dalam Leadership Camp, beliau seakan menjadi malaikat yang menghapus konflik di antara kami. Mengajari pentingnya persatuan dalam perbedaan. Membuat kami bisa bersinergi.
Baru hari Selasa pekan lalu beliau mengajariku secara langsung tentang banyak hal. Salah satunya, beliau mengajari…..
Air Sabun
3 Mei 2009 at 10:08 am | In Sharing | 4 CommentsDalam dua minggu ini, ada dua informasi sepele nan berharga yang aku dapatkan. Yang terpaksa mengubah kebiasaanku hidup sehari-hari dan sedikit menyesali semua yang telah terjadi. Kenapa aku baru tahu sekarang….
Ini tentang air dan sabun. Continue reading Air Sabun…
Ambigram
6 April 2009 at 12:54 pm | In Daily Prophet, Sharing | 8 CommentsTags: ambigram, chiell, JoCa, medicament, qc, UGM

chiell-ambigram
Sepanjang sore kemarin, aku sibuk mengagumi diriku sendiri. OKeh. Ini memang bukan untuk pertama kalinya. Tapi yang jelas, hari ini aku benar-benar kagum terhadap apa yang aku lakukan.
Sekitar dua bulan yang lalu, aku selesai membaca buku Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) karangan Dan Brown. Buku ini aku pinjam dari Cius, tapi Cius ga ada kaitannya apa pun dengan keberhasilanku ini. lihat ambigram lainnya…
Hasta Brata, Filosofi Kepemimpinan Jawa
22 Maret 2008 at 11:27 pm | In Sharing | 15 CommentsDi rumahku di Kudus kebetulan semua orang di keluargaku langganan suatu terbitan. Bapakku, suka sok-sokan nguri-nguri budaya Jawa dengan langganan majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat. Padahal alasan utamanya adalah karena beliau kadang-kadang kurang kerjaan dan kalo mbaca koran nasional suka ga mudeng. Ibuku, seorang pegawai negeri di Departemen Agama, langganan majalah Rindang, majalah wajib bagi PNS di linkungan Depag. (Suatu cara pemasaran yang efektif). Adikku satu-satunya suka menabung uang jajannya untuk beli tabloid setiap akhir minggu. Tabloid Bola. Dan yang dibacanya terutama adalah ulasan tentang Chelsea. Ternyata gen keluargaku memang terselempit gen kutu, terutama kutu buku, kutu majalah, dan kutu tabloid. Continue reading Hasta Brata, Filosofi Kepemimpinan Jawa…
Salah Kedaden (bag-2)
23 September 2007 at 10:37 pm | In Sharing | 1 CommentIki sing jenenge “kutuk marani sunduk”, sida klebu wuwu. Saka krenahe mBah Tih Sengkuni, apus krama bakal disowanake lan ditemokake, sebab paman Janaka isih sedulure Kurawa. Nanging kanthi janji supaya gelem dadi patah penganten dhaupku mengko. Jujur lan bares kures, kenya loro iki malah yen bisa malah dadi darbekku pisan, nyatane ya ora kalah karo dhiajeng Sri Sendari. Nanging sajake cantrik tuwa kuwi cubriya, nggengkeng yen arep nyowanake dhewe. Aku kok dipancahi. Sedulur Kurawa murina. Sulayaningn rembung dadi pancakara. Sepira banggane cantrik tuwa ngiyeyet. Prasasat ora nganti sepenginang wis ngemasi. Pergiwa Pergiwati keweden keplayu, dibujuk dening para Kurawa. Jelih-jelih njaluk tulung. Aku wis nyicil bungah, sepira kekuwataning wanita, sedhela maneh bakal dadi gawan. Continue reading Salah Kedaden (bag-2)…
Salah Kedaden
22 September 2007 at 10:37 pm | In Sharing | 4 Comments dening BP. Soedarsono, SG
Kapethik saka Panjebar Semangat 28-29/2007
Aku kalairake minangka pembayun nata agung Ngastinapura Prabu Duryudana lan Ibu Dewi Banowati. Adhiku wadon sesilih Dewi Lesmanawati. Tata lair aku pancen putrane rama prabu. Nanging sejatine aku lan adhiku asil slingkuhe ibu Banowati lan pamen raden Janaka. Lha bener tho..!! Ing kalangan elit pura bae ana paselingkuhan. Kisah roman selingkuh wong agung kraton iki nyatane wis akeh kecatet ing lakon-lakon parwa, sadurunge kraton Ngastinapura ana. Klebu dewa-dewi, widadara-widadari uga akehkang slingkuh. Kelbu inga antarane ratuning ya Hyang Girinata. Mual jeneng ora salah miturut panemuku yen aku ya seneng slingkuh lan nylingkuhi. Lha wong ono sing tak tiru. Nyatane ibuku slingkuh, rama ya api-api ora ngerti. Continue reading Salah Kedaden…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

