Mengoptimalkan Pendapatan Mengamen Anda

2 Maret 2012 pada 7:54 am | Ditulis dalam Sharing, Yeah. I'm Geek. So?? | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , ,

Seberapa banyak pengamen yang Anda lihat dalam satu perjalanan Anda dalam bis kota di Jakarta ? Satu, dua, tiga sampai lima?

Kebanyakan pengamen itu akan datang berurutan saat bis masih berada terminal atau beberapa tempat ngetem lain dalam rute bis tersebut. Seringkali, pengamen-pengamen itu antre menunggu waktu manggung di bis karena saat dia datang, sudah ada pengamen lain yang sedang tampil.

Secara sederhana Anda akan bisa membayangkan, saat pengamen yang pertama selesai tampil, receh dari para penumpang, kebanyakan akan sudah berpindah ke tangan pengamen pertama. Saat pengamen kedua tampil, masih adakah banyak receh tersisa untuknya? Sepertinya tidak. Kecuali dia tampil dengan sangat menawan, sepertinya dia tidak akan mendapatkan banyak uang.

Jadi, kalau Anda menjadi pengamen, terpikirkah Anda bagaimana caranya mengoptimalkan pendapatan Anda? Mungkin memang terdengar remeh, tapi saya selalu merasa kalau semua profesi, bahkan termasuk pengamen (saya juga memikirkan tentang sopir angkot), bisa memanfaatkan beberapa ilmu marketing dan sains manajemen untuk mengoptimalkan pendapatannya. Dengan beberapa usaha sederhana, pengamen akan bisa mendapatkan lebih dari biasanya, atau katakanlah pengamen lain. Setidaknya, dia tidak akan repot2 menyanyi dan mengeluarkan bekas bungkus chiki-nya, jika dia tidak yakin akan mendapatkan pemasukan yang lumayan.

Tips pertama, mungkin seperti yang sudah saya bicarakan tadi, jangan mengamen pada bis yang sama, tepat setelah pengamen lain. Kenapa? Karena receh dari penumpang kebanyakan akan sudah keluar untuk pengamen sebelum Anda. Sebenernya, Anda masih bisa berharap bahwa alih-alih receh, penumpang bis kota akan memberi Anda uang kertas, yang berarti nominalnya minimal 1000 Rupiah. Tapi ini hanya akan terjadi jika penampilan Anda benar-benar menawan. Jadi ingat ini, jika Anda tidak bisa menampilkan pertunjukkan yang benar-benar lumayan, jangan tampil tepat setelah pengamen lain. Lanjutkan Membaca Mengoptimalkan Pendapatan Mengamen Anda…

November

3 November 2010 pada 10:44 am | Ditulis dalam fiksi, Nggombal..!!!, Sharing, Yeah. I'm Geek. So?? | 6 Komentar

“Aku benci November.”, ucapmu tiba-tiba.

Seperti yang sudah-sudah, saat kamu marah atau sedih, kamu tidak pernah menjelaskan alasannya saat aku tanya kenapa. Kamu cuma ingin aku tahu kamu sedih dan marah. Cukup itu saja katamu. Tapi ini ketiga kalinya kamu mengatakan kamu benci pada November. November tahun ini baru berjalan tiga hari. Artinya setiap hari saat pulang kantor, aku mendengar kebencianmu pada November.

“Aku benci melihat senyumnya.”

Setidaknya hari ini kamu menambahkan kalimat lain. Sepertinya kamu benar-benar membenci November. Bagiku, senyum adalah hal terindah yang bisa kamu berikan kepada orang lain. Saat kamu membenci hal seindah itu, kamu harus punya sebuah alasan yang kuat.

Tapi kamu terdiam lagi. Lagi-lagi kamu tidak menjelaskan kebencianmu. Kamu membiarkanku menebak-nebak dengan pikiran terliarku kenapa kamu begitu membenci November. Kamu akan memaksaku melakukannya. Kalau aku tidak mampu menebak, kamu akan marah padaku juga. Dan aku benar-benar tidak ingin kamu marah padaku. Lanjutkan Membaca November…

What Defines a Hero?

29 Agustus 2010 pada 6:00 pm | Ditulis dalam Nggombal..!!!, Sharing, Yeah. I'm Geek. So?? | 2 Komentar

What is a hero? Did you ever think about this question? Try to answer it with the most reasonable way, google it. In the first line, you will get this answer :

a man distinguished by exceptional courage and nobility and strength

With this definition, we can list our hero here :

  • Superman, who has exceptional strength. Also on this list is all of demigod in Greek mythology who got his strength from his father sins. And there is some freaky student who got bite by a spider, some human who got mutated DNA and a losing-mind green creature.
  • A fire fighter, with his exceptional courage, save a life from a burning house. Maybe sometimes, he got a side job to save a puppy that got trapped on a tree.
  • A soldier who go to the war for his country, including Rambo,  a man who screw a country by his self.

Is that all?? Is it all the hero that we’ve?? Or we can add some people more to our list?? Lets try. I’m listed some people and their action below, and try to define your hero : See the list..

Wolverine Disorder

21 Juli 2010 pada 7:08 pm | Ditulis dalam Jatis, Nggombal..!!!, Yeah. I'm Geek. So?? | 3 Komentar

Wahai para manusia, yakinkan diri kalian bahwa saat menulis ini, ak bermaksud tulus untuk mencoba membaur dengan kalian. Ak ingin kalian tidak lagi menganggapku sebagai mutan, seolah-olah aku dari spesies lain. Ak sama seperti kalian, homo sapiens. Kalau lah agak berbeda, itu karena ak memang agak, yah katakanlah, spesial. Atau dengan istilah kalian, aneh.

Layaknya Wolverine dalam film X-Men, ak selalu merasa dan mencoba membuat pusat perhatian ada padaku. Ak ingin diperhatikan lebih. Semua tindakan babat dan tebas yang berujung kehancuran itu sebenarnya cuma punya satu alasan. Lanjutkan Membaca Wolverine Disorder…

Tips Lulus dari Ilmu Komputer UGM

13 Juli 2010 pada 5:23 pm | Ditulis dalam Ilmu Komputer UGM, Sharing, Yeah. I'm Geek. So?? | 14 Komentar

Masuk UGM tu susah, tapi keluarnya lebih susah lagi

Semua juga udah tahu, kalo untuk bisa ikut belajar menjadi mahasiswa (apalagi mahasiswi) Ilmu Komputer UGM susahnya minta ampun. Pada tahun saat ak bergabung, Ilmu Komputer termasuk the best three porgram studi di UGM.  Rasio jumlah pendaftar dan yang diterima mencapai 1:110. Artinya, untuk bisa menjadi bagian dari Ilmu Komputer UGM 2005 yang berjumlah 72 orang, ak harus bisa mengalahkan sekitar 7200 orang lainnya. Jumlah yang lumayan banyak untuk mengingatkan ak untuk terus-terus bersyukur.

Nah, untuk bisa lolos menjadi mahasiwa (sekali lagi, apalagi mahasiswi) Ilmu Komputer UGM memang susah banget. Ini menjadi alasan bagi beberapa orang untuk berlama-lama menikmati status sebagai mahasiswa (ak ga lupa, mahasiswi) Ilmu Komputer UGM. Kalo masuknya susah, ngapain cepet2 keluar?? Gitu kata sebagian orang. Kalo mau di tilik lebih jauh dari alasan tersebut, jelas lah kalo untuk lulus dari Ilmu Komputer UGM dan menyandang gelar S.Kom, yang dibutuhkan sebenarnya cuma kemauan bukan kemampuan. Ini cuma masalah mau ga mau, tidak ada hubungannya dengan bisa atau tidak bisa. He..

Ak sendiri, sempat mengeluarkan alasan pembenaran resmi kenapa aku harus menunda kelulusanku dari Ilmu Komputer UGM. Sebelum akhirnya, ak kehabisan alasan dan memutuskan, this is IT, it’s time to rock…!! Ak harus segera cabut dari Ilmu Komputer. Segera melepas kedudukan sebagai penghuni resmi kampus Milan (MIpa seLatAN). Berikut tips pengalamanku hingga akhirnya bisa mendapat gelar Sarjana KOMedi KOMputer. Lanjutkan Membaca Tips Lulus dari Ilmu Komputer UGM…

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.