<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>not another chiell story</title>
	<atom:link href="http://chiell.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chiell.wordpress.com</link>
	<description>not another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 05:18:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chiell.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>not another chiell story</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chiell.wordpress.com/osd.xml" title="not another chiell story" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chiell.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips Menikah Tahun 2012</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2012/01/20/tips-menikah-tahun-2012/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2012/01/20/tips-menikah-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 11:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Prophet]]></category>
		<category><![CDATA[Nggombal..!!!]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[tiket kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[undangan pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda berencana menikah tahun ini, dan mengundang saya datang termasuk dalam rencana tersebut, mungkin Anda memerlukan satu tips berikut ini. Tips ini mungkin terlihat sepele, tapi percayalah, Anda akan merasakan perbedaannya saat resepsi pernikahan Anda. Jadi ingat, tempelkan terus dalam kepala Anda, untuk memberikan undangan pernikahan Anda jauh-jauh hari. Kenapa?? Ada beberapa alasan kuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=870&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda berencana menikah tahun ini, dan mengundang saya datang termasuk dalam rencana tersebut, mungkin Anda memerlukan satu tips berikut ini. Tips ini mungkin terlihat sepele, tapi percayalah, Anda akan merasakan perbedaannya saat resepsi pernikahan Anda.</p>
<p>Jadi ingat, tempelkan terus dalam kepala Anda,</p>
<blockquote>
<h3><strong>untuk memberikan undangan pernikahan Anda jauh-jauh hari</strong>.</h3>
</blockquote>
<p>Kenapa??</p>
<p>Ada beberapa alasan kuat kenapa saya harus meminta hal ini kepada Anda. Bacalah dulu beberapa alasannya, sebelum Anda beranggapan saya sombong dan sok penting sehingga berani-beraninya meminta hal ini.<span id="more-870"></span></p>
<p>Pertama, jika tidak ada perubahan besar, sepanjang tahun ini mungkin saya akan tinggal di Jakarta. Kecuali Anda mengadakan resepsi pernikahan Anda di Jakarta, saya harus membeli tiket (kemungkinan besar, tiket kereta api) untuk datang ke pernikahan Anda. Dan percayalah, tiket kereta api jarak jauh di Indonesia, bisa habis pada hari pertama penjualan, yaitu 40 hari sebelum hari keberangkatan. Ini terjadi, terutama pada long weekend atau hari-hari yang memungkinkan banyak orang pulang kampung. Jika memang Anda menggelar pernikahan pada tanggal-tanggal ini, mungkin Anda harus sedikit berempati dengan memberi tahu rencana Anda lebih dari 40 hari sebelumnya.</p>
<p>Skenario lain yang mungkin terjadi sehingga saya gagal datang ke pernikahan Anda adalah gara-gara saya punya tiket untuk kembali ke Jakarta, sehari sebelum pernikahan Anda. Ini benar-benar terjadi pada seorang teman kemaren, ketika memasuki hari kesekian liburan saya di rumah, saya mendapat undangan untuk menghadiri sebuah pernikahan, sehari setelah tanggal yang tertera pada tiket keberangkatan kembali saya ke Jakarta.</p>
<p>Ya. Seperti Anda ketahui, Jakarta adalah kota stress. Karena itu, biasanya saya telah merencanakan liburan 2-3 bulan sebelumnya. Akan lebih menyenangkan bagi saya, jika datang ke pernikahan Anda terdapat dalam <em>to-do-list</em> saya selama liburan. Daripada saya mendapati undangan Anda, berada seminggu sebelum atau seminggu sesudah rencana liburan saya.</p>
<p>Masalahnya, lagi-lagi ada pada tiket. Biasanya saya sudah mengamankan tiket untuk liburan sebulan sebelum hari H. Karena itu, jika Anda memberikan undangan kepada saya setelah saya mendapatkan tiket liburan ini, ada dua pilihan yang bisa saya ambil. Membeli tiket lagi, yang artinya saya akan bolak balik, ato memutuskan dengan berat hati, saya tidak datang ke pernikahan Anda. Karena pertimbangan harga dan ketersediaan tiket, biasanya saya akan mengambil pilihan yang kedua.</p>
<p>Satu alasan lagi yang bisa Anda pertimbangkan adalah jika Anda menikah pada tanggal-tanggal yang banyak orang bilang cantik. 10 November 2012 (10-11-12) misalnya, ada kemungkinan tanggal pernikahan Anda akan sama dengan tanggal pernikahan teman Anda saya yang lain. Tanpa mempertimbangkan prioritas, kalo tidak memungkinkan datang kedua pernikahan, saya mungkin akan mengambil undangan pertama yang datang.</p>
<p>Percayalah temanku yang baik. Pernikahan Anda, sama membahagiakannya dengan pernikahan teman-teman saya. Sehingga saya akan menyempatkan dan berusaha datang ke pernikahan Anda. Karena itu, bantulah saya dengan memberitahukan kabar bahagia tersebut jauh-jauh hari sebelumnya. Jika memang percetakan tidak menepati janjinya untuk memberikan undangannya tepat waktu, undangan melalui smsms dan Facebook pun akan saya anggap serius. Selamat merencanakan pernikahan!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/870/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=870&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2012/01/20/tips-menikah-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Jawa Kudusan</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/12/08/bahasa-jawa-kudusan/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/12/08/bahasa-jawa-kudusan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 12:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Dulu itu, waktu masih awal-awal tinggal di DjoKja, Wawang, temen kuliah yang asli DjoKja, mengira aku berasal dari Jawa Timur. Wawang ( W) dan aku (G/ganteng) : W : Kowe ki asli Jawa Timur, po?? G : Ga. Aku asli Kudus. W : Lha Kudus ki Jawa Timur?? G : Ga, Jawa Tengah. W : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=857&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu itu, waktu masih awal-awal tinggal di DjoKja, <a href="http://www.facebook.com/marifkurniawan87">Wawang</a>, temen kuliah yang asli DjoKja, mengira aku berasal dari Jawa Timur. Wawang ( W) dan aku (G/ganteng) :</p>
<blockquote><p>W : Kowe ki asli Jawa Timur, po??</p>
<p>G : Ga. Aku asli Kudus.</p>
<p>W : Lha Kudus ki Jawa Timur??</p>
<p>G : Ga, Jawa Tengah.</p>
<p>W : (<em>masih maksa</em>) Kudus ki perbatasan karo Jawa Timur ??</p>
<p>G : Ga. Adoh.</p></blockquote>
<p>Akhirnya aku balik tanya, kenapa. <span id="more-857"></span>Dia bilang, dialek Jawa yang aku pake (medhok, ndeso, dan rada-rada kasar) menurutnya berasal dari Jawa Timuran. Apa lagi aku pake kata &#8220;Ogak&#8221; untuk &#8220;Tidak&#8221;, sedangkan kebanyakan orang Jawa Tengah dan Ngayogjakarto memakai kata &#8220;Ora&#8221;.</p>
<p>Kendala dengan bahasa bisa di bilang sempat aku alami selama semester pertama di DjoKja. Meskipun sama-sama berbahasa Jawa, dialek dan beberapa kata yang aku pake tidak di temukan dalam bahasa Jawa DjoKja. Mirip-miriplah sama yang dialami dengan temen2 yang terbiasa berbahasa Ngapak saat menginjakkan kaki di tanah yang bukan Ngapak. Masalahnya, dari semua orang Kudus yang terdampar di sekitaran MIPA UGM, hanya aku yang masih tetep <em>keukeh</em> beraksen ndeso bin medhok itu.</p>
<p>Contohnya ada di adegan berikut (aku masih tetep ganteng(G)) sama <a href="http://www.facebook.com/rifqimf">Rifqi</a> (R):</p>
<blockquote><p>G : Ayo neng kampus.</p>
<p>R : Ngopo ?</p>
<p>G : Yo, ngaplo-ngaplo tah lapo.</p></blockquote>
<p>Yak, semua kata yang aku pake di baris ketiga itu tidak ditemukan di bahasa Jawa DjoKja. Padahal frase tersebut sering di pake saat aku masih di SMA. &#8220;<em>Ngaplo-ngaplo tah lapo</em>&#8221; berarti &#8220;Nglamun2 aja atau ngapain kek&#8221;, yang artinya yah, kongkow2 aja&#8230;.</p>
<p>Memang bisa di bilang kalo bahasa Jawaku, apalagi sekarang, sudah tidak jelas lagi beraksen atau berdialek mana. Aku lahir dan besar di Kudus, yang punya dialek yang agak beda dengan tetangganya (nanti aku ceritakan). Tapi tiap liburan sekolah aku maen ke rumah mBah di Semarang. Hampir tiap Lebaran, aku maen ke Lamongan, Jawa Timur, tempat mBah yang lain lagi. Berhubung sejatinya aku seorang spon yang suka menyerap sembarangan, hasilnya bahasa Jawaku sudah ga gitu jelas lagi memakai dialek mana. Apalagi setelah sekitar 9 semester aku tinggal di DjoKja.</p>
<p>He.. Cerita di atas sebenernya cuma sekedar intro untuk apa yang aku mau jelaskan ini. Sesuai judul, ketikan ini mau membahas tentang dialek Jawa Kudusan yang, katakanlah unik. Meskipun berada di pesisir pantai Utara Jawa Tengah, dialek Jawa Kudusan tidak mirip dengan tetangga-tetangganya seperti Semarang, Jepara, atau Demak. Ketiga kota tersebut notabenenya adalah kota pelabuhan zaman dulu, tempat berkembangnya masyarakat dan budaya pada zaman itu. Namun, Kudus ternyata membangun budaya sendiri.</p>
<p>Contoh bahasa Kudus yang paling terkenal tentu saja adalah akhiran -<em>em </em>untuk menggambarkan kata ganti milik orang kedua. <em>Bapakmu</em> dan <em>mbokmu</em>, akan berubah menjadi <em>bapakem</em> (<em>ba-pak-em</em>) dan <em>mbokem</em> (<em>mbok-em</em>) di Kudus. <em>Ususmu</em>, <em>ndhasmu</em>, <em>raimu</em> juga berubah menjadi <em>ususem</em>, <em>ndhasem</em>, <em>rainem</em>. Begitu juga semua kata lainnya. Partikel -<em>em </em>ini jelas-jelas khas Kudus. Karena tidak banyak yang mengerti, aku langsung menggantinya dengan yang biasa (-<em>mu</em>) tak lama setelah sampai di DjoKja.</p>
<p>Kata lain yang sering di pake di Kudus (namun tidak di daerah tetangganya) adalah <em>tah</em>. Kata ini bisa berarti &#8220;atau&#8221;, dalam kalimat &#8220;<em>Lungo tah ora??</em>&#8220;, atau pengganti partikel <em>tho</em> dalam bahasa Jawa Semarangan dan <em>je</em> dalam bahasa Jawa Jogja. Contohnya dalam kalimat &#8220;<em>Piye tho??</em>&#8221; (Semarang) atau &#8220;<em>Piye je??</em>&#8221; (Jogja), di Kudus akan menjadi &#8220;<em>Piye tah??</em>&#8220;. Contoh penggunaan <em>tah </em>baik sebagai partikel maupun kata &#8220;atau&#8221; bisa di temui dalam kalimat &#8220;<em>Ojo ngono tah!</em>&#8221; dan &#8220;<em>Sido tah ga?</em>&#8220;. Nah, penggunaan <em>tah</em>(terutama sebagai partike) bukan monopoli orang Kudus. Daerah Jawa Timur juga memakai kata ini, makanya banyak yang mengira kalo Kudus itu deket dengan Jawa Timur.</p>
<p>Orang Kudus juga cenderung memakai kata &#8220;Orak&#8221;, sebagai kata &#8220;Tidak&#8221;. Sementara orang Jawa Tengah lain mungkin memakai &#8220;Ora&#8221;. (Aku sendiri lebih sering memakai &#8220;Gak&#8221;, seperti orang Jawa Timur. Mungkin karena pengaruh Lamongan tadi yang masih sering di pakai oleh Ibuku ketika di rumah).</p>
<p>Selama sembilan semester di DjoKja itu, aku juga menemukan banyak kata yang aku pakai, tidak ditemui dalam bahasa Jawa di DjoKja. Listnya akan aku tulis di bawah ini dan di <em>update </em>sewaktu-waktu aku menemukan kata yang lain lain. Silakan di cek.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<th width="150px">Kudus</th>
<th width="150px">Arti(Jawa)</th>
<th width="400px">Penggunaan Kalimat</th>
</tr>
<tr>
<td align="center">nyakang</td>
<td align="center">nanggung</td>
<td align="center">Duit e nyakang. Rak cukup nek wong loro.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">lapo</td>
<td align="center">ngopo</td>
<td align="center">Lapo kowe rene ??</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">wantah</td>
<td align="center">banyu putih</td>
<td align="center">Ngombe opo? Wantah tah teh??</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">kelancor</td>
<td align="center">kebablasen</td>
<td align="center">Wah, kelancor. Mbalek-mbalek.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">njarag</td>
<td align="center">sengojo</td>
<td align="center">Sorry-sorry. Rak njarak.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">kirangan</td>
<td align="center">ga reti</td>
<td align="center">Simbah : Di, mBokem neng ndi?<br />
Adi : Wah, kirangan nggih, mBah.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">kaku ati</td>
<td align="center"> mangkel</td>
<td align="center"> Bocah kok marai kaku ati.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">barang</td>
<td align="center">juga(Indonesia)</td>
<td align="center">Adek melu barang</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">ewuh</td>
<td align="center">pekewuh</td>
<td align="center">Wis, ayo sikat. Rasah nganggo ewuh-ewuhan.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">cumak</td>
<td align="center">mung</td>
<td align="center">Wah, maen e cumak sedhiluk.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Tambahan</strong> : Ada satu kata umpatan yang begitu terkenal di daerah Semarangan termasuk Kudus. Penggunaan di Kudus sendiri, waktu zaman aku eS De, adalah peringkat kedua setelah kata &#8220;<em>a*u</em>&#8220;. Dari sisi tingkat kekasaran, kata ini berada setingkat di atas &#8220;<em>a*u</em>&#8221; (lebih kasar). Pas ga sengaja kata ini keluar zaman aku kuliah (namanya juga mahasiswa, kadang-kadang kalo kesel ngumpat juga toh), ga ada satu pun temen yang ngerti. (Aman, aku bilang. Soalnya di Kudus,  kata ini kasar. Lebih kasar dari &#8220;<em>a*u</em>&#8221; tadi.) Saya cuma bakal nulisnya sekali. Lagian sekarang kata ini juga udah terkenal. <em>Kakeane</em> (baca: kakek ane).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/857/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=857&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/12/08/bahasa-jawa-kudusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muka Orang Susah</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/10/08/muka-orang-susah/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/10/08/muka-orang-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 15:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Prophet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Ga tahu kenapa, tapi kayaknya aku punya muka yang bersinonim dengan muka orang susah. Kalo aku lagi salah naruh muka sedikit aja, pasti jadi gampang ada orang yang salah sangka. Di sangka pengamen atau tukang parkirlah. Tentu saja aku tiada mau, tidak baik merebut rezeki mereka. Dari berbagai kejadian berikut, mungkin ada yang terjadi karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=846&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ga tahu kenapa, tapi kayaknya aku punya muka yang bersinonim dengan muka orang susah. Kalo aku lagi salah naruh muka sedikit aja, pasti jadi gampang ada orang yang salah sangka. Di sangka pengamen atau tukang parkirlah. Tentu saja aku tiada mau, tidak baik merebut rezeki mereka.</p>
<p>Dari berbagai kejadian berikut, mungkin ada yang terjadi karena emang aku salah kostum ato salah posisi. Tapi menurutku ada juga yang emang gara-gara mukanya yang salah.</p>
<p><strong>Scene 1</strong><br />
Lokasi : Toko Buku Toga Mas, Yogyakarta<br />
Kostum : Kemeja Batik dan Celana Jins.<br />
Namanya di toko buku, aku sedang sibuk lihat-lihat buku. Sapa tahu lagi ada yang menarik hati untuk di beli. Tapi&#8230;</p>
<p>Mbak-mbak :: Mas, rak no (sekian, aku lupa) di sebelah mana ya??<br />
Aku :: (Bengong).<br />
mBak-mbak :: (mengamati dari atas ke bawah).<br />
Oh, maaf ya mas&#8230;<br />
Anehnya, kejadian di Toga Mas ini ga terjadi cuma sekali. Saat kapan lagi setelahnya aku datang ke sana lagi, dengan baju yang persis sama. Kejadian yang sama terjadi lagi. Jadi, aku berkesimpulan kalo bukan mukanya yang salah, tapi emang aku salah kostum aja. Pake kemeja batik yang mirip sama seragam Toga Mas.</p>
<p><strong>Scene 2</strong><br />
Lokasi : Parkiran Gelora Bung Karno<span id="more-846"></span><br />
Kostum : Kaos dengan Jumper. Celana Jins, sandal jepit. (tanpa peluit)<br />
Posisinya aku sedang berdiri di antara mobil-mobil. Menunggu teman-teman yang belum keluar dari mobil. Aku keluar duluan ceritanya. Sampe sebuah mobil mendekati. Sebuah kepala dari kursi penumpang melongok dan bertanya.</p>
<p>Mas-mas :: Mas, kalo keluar lewat sebelah mana ya??</p>
<p>Yak, dari cara bertanya, suasana bertanya, dan posisi berdiriku, aku yakin kalo si mas dan sopir mobil itu mengira kalo aku tukang parkir. Sepertinya dia tidak memperhatikan kalo aku sedang tidak bawa peluit. Dan tidak bawa karcis parkir ataupun uang ribuan.</p>
<p>Aku :: Ini lurus aja. Muter kira-kira seperempat puteran trus belok kiri. (Bukan salahku kalo aku emang tahu cara keluar dari parkiran ini).<br />
Mas-mas :: Makasih, mas.</p>
<p>Dan berlalu lah mobil itu.</p>
<p><strong>Scene 3</strong><br />
Lokasi : Pameran buku Jakarta.<br />
Kostum : Kaos dengan jumper. Celana Jins.<br />
Sama seperti kejadian di toko buku, aku sedang melihat-lihat buku kalo-kalo ada yang cuku berharga untuk dibeli. Sampai seorang Ibu menemukan aku sedang dalam posisi yang tidak wajar, mengambil dan mengembalikan buku yang tidak sengaja terjatuh. Ibu itu pun mengulurkan buku dan bertanya.</p>
<p>Ibu-ibu :: Mas, ini sama diskon harganya jadi berapa ya??<br />
Aku memandang buku. Kemudian melihat Ibu itu di matanya. Bertanya dengan telepati (Ibu, apa mukaku mirip penjaga stan??). Telepatiku ternyata dimengerti oleh ibu tersebut. Dan,<br />
Ibu-ibu :: Oh bukan ya?? (malu sendiri dan pergi mencari penjaga yang sebenernya. Tanpa mengucapkan maaf).</p>
<p>Aku ternyata memang bisa telepati.</p>
<p><strong>Scene 4</strong><br />
Lokasi : Depan Pejaten Village<br />
Kostum : Baju Kerja (Kemeja ditutup dengan jumper, Celana Kain, Tas gedhe dengan laptop).<br />
Aku sedang jalan dari halte busway Pejaten. Menuju ke angkot di depan Pejaten Village. Sampai tiba-tiba seorang mbak-mbak yang tadi satu bus di Transjakarta menepuk dan bertanya.</p>
<p>Mbak-mbak :: Mas kerja di sini juga?? (sambil menunjuk ke arah mal Pejaten Village).<br />
Aku :: Enggak, mBak. (Penasaran. Trus balik bertanya). Kenapa, mBak??<br />
Mbak-mbak :: Oh, aku ada interview Matahari. Tapi ga tahu tempatnya di mana. Maaf ya, mas. (berlalu).</p>
<p>Yak. Sepertinya wajahku memang cocok buat jaga toko.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=846&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/10/08/muka-orang-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Kepada Bapak Presiden</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/10/05/surat-kepada-bapak-presiden/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/10/05/surat-kepada-bapak-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 12:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Yth. Bapak Presiden di Tempat Dengar hormat, Selamat siang Bapak Presiden? Saya harap Bapak baik-baik saja. Saya di sini juga Alhamdulillah dalam keadaan baik. Walaupun akhir-akhir ini saya lihat kantung mata Bapak Presiden makin lama makin membesar, tapi saya maklum kok. Musim baru Liga Champions memang sudah di mulai lagi. Apalagi sekarang, setiap Sabtu malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=840&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Bapak Presiden<br />
di Tempat</p>
<p>Dengar hormat,</p>
<p>Selamat siang Bapak Presiden? Saya harap Bapak baik-baik saja. Saya di sini juga Alhamdulillah dalam keadaan baik. Walaupun akhir-akhir ini saya lihat kantung mata Bapak Presiden makin lama makin membesar, tapi saya maklum kok. Musim baru Liga Champions memang sudah di mulai lagi. Apalagi sekarang, setiap Sabtu malam Minggu, televisi menayangkan sepakbola semalem suntuk. Mulai dari jam 7 malem sampe abis shubuh. Saya tidak tahu ada hubungannya ato ga, tapi yang pasti saya ga punya tipi buat nonton sepakbola begadangan.</p>
<p>Mungkin Bapak nggak kenal saya. Saya pun nggak kenal Bapak. Tapi saya yakin Bapak kenal sama Syahrini. Dan saya pun kenal dengan Syahrini. Kalo begitu, kita bisa di anggep kenal, pak. Tapi nanti kalo Syahrini tanya, bilang saja nama saya chiell. Bacanya &#8220;cil&#8221;, pak. Che I eL. Kalo dia bisa tahu, Subhanallah yah&#8230;</p>
<p>Saya mau ikut urun rembug tentang ibukota kita. <span id="more-840"></span>Mungkin Bapak ga tahu, kalo ibukota itu macet. Apalagi kalo Jumat sore pas ujan. Beeh. Macet abis. Dan ibukota itu juga orang-orang yang hidup dengan sangat tidak layak.  Ada yang hidup di gerobak, di bawah jembatan ato jalan layang, belum yang berimpit2an di rumah kumuh. Belum lagi masalah mudik, kekerasan dan kriminalitas, semua lengkap ada di ibukota.</p>
<p>Saya sih bukan orang pinter, pak. Kalo saya orang pinter, pasti saya bisa melihat hantu dan jin gederuwo. Ato, saya juga bisa nyantet pemain Qatar biar timnas bisa menang pas lawan mereka. Yah, minimal saya bisa pelet Syahrini biar mau sama saya lah. Tapi dari analisa saya, ehm ehm, masalah ibukota itu bersumber sama satu hal, terlalu banyak orang di ibukota.</p>
<p>Mereka yang merantau mencari duit di ibukota ga bisa disalahkan, pak. Soalnya duit emang adanya di ibukota. Dari sarjana sampe yang lulusan SD, semuanya tumblek di ibukota mengais rezeki. Karena emang selalu ada rezeki yang tersisa(dan sayangnya terkadang sedikit pake banget) untuk mereka. Akhirnya ibukota jadi melebihi kapasitas yang seharusnya. Timbul deh banyak masalah seperti yang saya bilang tadi.</p>
<p>Solusinya menurut saya, yang pertama, pindahkan Syahrini dari ibukota. Ini jelas ga akan menyelesaikan masalah utamanya. Tapi setidaknya bakal banyak cowok-cowok yang mengikuti Syahrini pindah dari ibukota. Terutama penata gaya dan konsultan <em>image</em>nya.</p>
<p>Yang kedua, karena orang-orang dateng ke sini karena perusahaan gedhe dan duitnya ada di sini, pindahkan juga perusahaan gedhe beserta duit mereka ke daerah. Terutama perusahaan-perusahaan yang sebenernya tidak perlu ada di ibukota. Kalo pun mereka mau buka cabang di ibukota, cukup perwakilan atau kantor penghubung saja. Contohnya, ya perusahaan tempat saya bekerja. Ngapain sih perusahaan IT harus bertempat di ibukota. Sebenernya dengan infrastruktur yang memadai, kami bahkan bisa bekerja dari rumah <del>Syahrini</del> kami sendiri.</p>
<p>Yang bisa Bapak lakukan yaitu memberi insentif buat perusahaan-perusahaan ini. Insentif bisa ada dua. Insentif positif dan insentif negatif.  Beri keringanan pajak atau infrastruktur yang tangguh untuk perusahaan yang mau memindahkan kantornya ke luar ibukota. Sementara itu, buat biaya operasional untuk perusahaan yang <em>keukeh </em>tinggal di ibukota menjadi besar. Misalnya, berikan saja tarif parkir berdasarkan jumlah mur dan baut untuk kendaraan yang parkir di ibukota. Atau buat harga listrik untuk perusahaan di ibukota menjadi 2000 Rupiah/KwH.  Niscaya lama-lama mereka bakal mikir-mikir untuk tetap membuka kantornya di ibukota.</p>
<p>Begitu Bapak Presiden. Saya sih cuma bisa nulis. Kan Bapak Presidennya. Kalo saya jadi Presidennya, dengan hak prerogatif saya, saya akan jadikan Syahrini sebagai ibu negara.</p>
<p>Demikian surat dari saya. Terima kasih atas perhatian dan izin dari Bapak. Mohon maaf apa bila ada kata-kata yang kurang berkenan.</p>
<p>Hormat saya,</p>
<p>mamen chiell<br />
blogger saja</p>
<p>NB :: Btw, saya juga punya usaha bikin kaos lho. Sekarang lagi bikin kaos karikatur pemain bola. Kalo Bapak tertarik hubungi saya ya. Ada yang warnanya biru juga lho&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=840&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/10/05/surat-kepada-bapak-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Roy Suryo Siap Jadi Menkominfo</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/09/28/roy-suryo-siap-jadi-menkominfo/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/09/28/roy-suryo-siap-jadi-menkominfo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 07:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Bersiap kabur dari Indonesia. Balik ke Krypton kalo perlu. (sumber : http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Politics&#38;y=cybernews&#124;0&#124;0&#124;2&#124;12729)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=837&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_838" class="wp-caption aligncenter" style="width: 509px"><a href="http://chiell.files.wordpress.com/2011/09/roy-sukro.jpg"><img class="size-full wp-image-838" title="Roy Suryo Siap Jadi Menkominfo" src="http://chiell.files.wordpress.com/2011/09/roy-sukro.jpg?w=550" alt="Roy Suryo jadi Menkominfo"   /></a><p class="wp-caption-text">Roy Suryo</p></div>
<p><strong>Bersiap kabur dari Indonesia. Balik ke Krypton kalo perlu.</strong></p>
<p>(sumber : <a href="http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Politics&amp;y=cybernews|0|0|2|12729">http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Politics&amp;y=cybernews|0|0|2|12729</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=837&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/09/28/roy-suryo-siap-jadi-menkominfo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chiell.files.wordpress.com/2011/09/roy-sukro.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Roy Suryo Siap Jadi Menkominfo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hands Down</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/09/27/hands-down/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/09/27/hands-down/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 10:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nggombal..!!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Yang kemaren sempat berkunjung ke blogku mungkin sempat baca sebuah tulisan berjudul &#8220;Hands Down&#8221;, yang yah, sama sekali berbeda dengan tulisan ini. Sebenernya tulisan itu adalah sebuah cerpen, sebuah tafsiranku atas lagu Hands Down milik Dashboard Confessional. Kalo lah orang lain mengapresiasi sebuah novel dengan mengangkatnya menjadi sebuah film, aku melakukan hal yang sama dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=815&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang kemaren sempat berkunjung ke blogku mungkin sempat baca sebuah tulisan berjudul &#8220;Hands Down&#8221;, yang yah, sama sekali berbeda dengan tulisan ini. Sebenernya tulisan itu adalah sebuah cerpen, sebuah tafsiranku atas lagu Hands Down milik Dashboard Confessional. Kalo lah orang lain mengapresiasi sebuah novel dengan mengangkatnya menjadi sebuah film, aku melakukan hal yang sama dengan objek yang berbeda. Sebuah lagu aku terjemahkan menjadi sebuah cerpen. Boleh kan?? Harus boleh!!</p>
<p>Tetapi, karena keterbatasanku dalam menuliskannya, dan karena memang lagunya dan cerpenku agak kontroversial, jadilah cerpen tersebut di protes. Mungkin memang orang Indonesia belum siap menerima karya yang rada-rada kontroversial. Demi menjaga stabilitas negara, akhirnya cerpen itu dikubur dalam sebuah tag <span style="color:#000000;"><a title="Tinggalah di sini malam ini., kataku. Sungguh aku berharap kamu akan tinggal. Kamu diam saja. Mengintip ke luar jendela. Sepanjang sore sampai malam tadi rintik hujan berlomba menggoreskan basah pada teras kamar kosku. Pandanganmu dengan segera berpindah gelisah ke jam dinding. Ini bukan lagi waktu yang tepat bagi seorang gadis untuk terlihat keluar dari kamar seorang laki-laki. Dengan segera kamu memantapkan langkah hendak membuka pintu. Tapi tegarmu menjadi kaku seiring dengan terdengar suara berisik dari luar kamar. Ada suara pintu rumah sebelah yang dibuka, disusul derap langkah tergesa beberapa saat. Dan kemudian gerbang pun berdecit sampai suara klik pelan gembok yang terkunci. Aku terlonjak riang dalam hati. Itu ibu kosku. Mengunci pintu gerbang setelah lewat jam malam. Sebelumnya aku begitu membenci gerbang itu. Sering aku melihatnya kokoh terkunci dari luar. Hampir tiap malam. Tapi saat ini, aku tahu gerbang itu berpihak padaku. Kamu hanya bisa cemas putus asa. Wajahmu memerah menahan marah. Tapi kamu sadar kalau kamu tidak bisa menyalahkanku atas ini. Ini kesalahan kita berdua. Sejak sore kita lupa waktu karena berbincang tentang aku, kamu, kita, dan dia. Tidurlah di kasur, biar aku di sini. Kamu cantik tanpa aku harus mengatakannya. Rambutmu, pertama kali aku melihatnya, aku belai dengan mataku. Jernih putih matamu, selalu kamu banggakan itu. Lembut kulit jari kakimu bercengkerama dengan jari kakiku. Kita berbaring dan saling memandang. Berusaha tetap dekat, tetap erat. Hembusan nafasku adalah udara yang kau hirup. Kurasakan detak jantungmu. Jantungku dan jantungmu berdetak kencang, sepertinya kita sama-sama sedang kesusahan menahan diri. Kita berbincang dan tertawa dalam bisik. Berusaha agar suara kita tetap tersamar oleh suara lagu dari speaker yang sengaja aku hidupkan. Lampu neon sudah mati sedari tadi sebelum aku tidur. Sampai aku terbangun kembali 15 menit kemudian dengan wajahmu tepat di depan wajahku. Walau hanya redup lampu malam yang meneranginya, tapi cantikmu memang tak pernah redup. Lalu kita terdiam. Hanya saling memandang. Waktu seakan berhenti berputar. Hanya hening yang terdengar. Sekejap aku berharap bibirmu mengandung racun. Hingga saat kukecup bibir itu, aku mati dan aku mati dengan tersenyum. Adakah racun dalam bibirmu?? Hanya ada satu cara mengetahuinya."><span style="color:#000000;">HTML</span></a></span>.</p>
<p>Sekarang, saya mau mengapresiasi lagu tersebut dalam bentuk lain, esai. Bentuk esai sebenernya aku hindari karena terlalu denotatif, blak-blakan.  Tidak membiarkan pembaca turut berpikir dan berimajinasi, apa yang sebenernya si  <a href="http://www.last.fm/music/Chris+Carrabba">Chris Carrabba</a> (dedengkotnya Dashboard Confessional) dan aku, mamen chiell, maksudkan.</p>
<p>Dalam pandanganku lagu ini sebenernya bercerita tentang sebuah malam yang tiba-tiba menjadi indah buat si cowok, karena kehadiran tak terduga seorang cewek yang didambanya. Saking berkesannya, cowok tersebut ingat setiap detail dari malam tersebut. Bahkan, kalo lah cowok itu harus mati malam itu, dia sangat siap dan mungkin diharapkannya. Karena dia benar-benar bahagia malam itu.</p>
<p>si Chris membuat lagu ini seolah mempunyai jiwa. Seperti malam itu bener2 terjadi dan selalu di kenangnya. Yang membuat lagu ini spesial bagiku adalah pilihan kata Chris yang, tentu saja, <em>nggombal</em>, dan bersayap sehingga menimbulkan penafsiran macam-macam. Makanya aku juga jadi tertarik untuk menuliskan ulang. Simak contoh yang ini :<span id="more-815"></span></p>
<p>Breathe in for luck<br />
Breathe in so deep<br />
This air is blessed<br />
You share with me</p>
<p>Ada orang di <a title="Song Meaning" href="http://www.songmeanings.net/songs/view/3458764513820544333/">SongMeaning</a>, yang menganggap bait tersebut menceritakan bahwa si cowok dan cewek (nantinya aku sebut mereka), sedang mengganja bareng, merokok lah paling tidak. Makanya &#8220;This air is blessed&#8221;.  Aku juga bisa mengartikannya bahwa saking dekatnya posisi mereka, udara yang dihirup sang cowok adalah udara yang dihembuskan si cewek. &#8220;You shared with me&#8221;. Bagi si cowok, itu merupakan sebuah blessing. Dia menghirupnya dalam-dalam untuk memberinya keberuntungan sepanjang malam tersebut.</p>
<p>This night is wild<br />
So calm and dull<br />
These hearts they race<br />
From self control</p>
<p>Your legs are smooth<br />
As they graze mine<br />
We&#8217;re doing fine<br />
We&#8217;re doing nothing at all</p>
<p>Saking dekatnya mereka, detak jantung pun saling terasa. Makin lama makin cepat karena mereka sedang berusaha saling mengendalikan diri. Tapi apa yang sebenernya mereka lakukan. Nggak ada. They&#8217;re doing nothing at all. Mereka nyaman dengan posisi tersebut tanpa melakukan apa-apa. Hanya saling memandang dan terdiam.</p>
<p>The words are hushed<br />
Let&#8217;s not get busted<br />
Just lay entwined here<br />
Undiscovered</p>
<p>Mereka berbaring bersebelahan. Saling berkait. Kalo pun berbicara cuma berani berbisik karena takut ketahuan.</p>
<p>Safe in here from<br />
All those stupid questions<br />
&#8220;Hey did you get some?&#8221;<br />
Man, that is so dumb</p>
<p>Stay quiet<br />
Stay near<br />
Stay close, they can&#8217;t hear<br />
So we can get some</p>
<p>Ini salah satu bait yang menurutku membuatnya menarik. Chris membuat si cowok gugup sehingga cowok itu menanyakan hal-hal yang bodoh. Kalo kita lihat video klipnya, Chris selalu tersenyum kecil metertawakan saat menyanyikan bait ini. Nah, apakah yang dimaksud &#8220;some&#8221; di sini, inilah salah satu sayap yang membuat kita berimajinasi. Pikiran nakal akan menganggap &#8220;some&#8221; sebagai orgasme. Sehingga pertanyaannya menjadi, &#8220;Eh, kamu orgasme ga tadi??&#8221;.</p>
<p>Sementara marilah kita berpikir positif tentang &#8220;some&#8221; itu. Aku lebih senang menganggapnya sebagai kebahagiaan. Jadi pertanyaan itu akan berubah menjadi, &#8220;Kamu seneng ga sekarang??&#8221;. Cowok itu bertanya kepada si cewek,kamu bahagia ga malem ini, bareng sama aku, berdua aja?? Tetaplah di sini, deket sama aku, biar kita selalu bisa bahagia.</p>
<p>Hands down this is the best day I can ever remember<br />
I&#8217;ll always remember the sound of the stereo<br />
The dim of the soft lights<br />
The scent of your hair<br />
That you twirled in your fingers</p>
<p>He.. Ini detail yang aku maksud tadi. Si cowok selalu ingat, lagu apa yang sedang di puter waktu itu. Lalu aku suka pilihan Chris Carraba itu saat memakai kata &#8220;dim&#8221; yang artinya redup alih-laih memakai kata &#8220;cahaya&#8221; yang biasa aja. Dan dia juga memakai kata &#8220;scent&#8221; untuk menggambarkan rambut. Alih-alih memakai kata &#8220;lembutnya rambut&#8221; yang berarti rambutnya dibelai, dia memakai kata aroma. Yang menurutku, rambut si cewek itu cuma di lihat dan baunya tercium dari jauh. Cowok itu tidak menyentuh rambut ceweknya untuk merasakan indahnya. Huuuu, so sweet&#8230; Oh ya, lihat juga tindakan sang cewek yang memilin-milin ujung rambutnya. Ini biasanya <em>gesture </em>seorang cewek saat gugup dan sedang <em>flirting</em>. Artinya, bukan si cowok aja yang gugup dengan keadaan malam itu. Hahay&#8230;</p>
<p>And the time on the clock<br />
When we realized it&#8217;s so late<br />
And this walk that we shared together<br />
And the streets were wet<br />
And the gate was locked<br />
So I jumped it<br />
And I let you in</p>
<p>Seperti biasanya saat cowok dan cewek sedang bersama berdua, waktu terasa berlari sampai mereka lupa waktu. Mereka bersama sampe larut. Berjalan berdua dalam malam di jalan yang basah. (Jalan yang basah adalah salah satu detail yang aku maksud, si cowok benar-benar mengingatnya). Dan ketika mereka menemukan gerbang yang sudah dikunci, ini yang menginspirasiku untuk menjadikan kosku sewaktu di DjoKja dulu sebagai latar cerpen yang aku buat. Yah, kosku yang dulu itu punya jam malam. Hal yang aneh untuk sebuah kos cowok. Dan apa yang aku lakukan, aku memanjat gerbang tersebut. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>And you stood at your door<br />
With your hands on my waist<br />
And you kissed me<br />
Like you meant it<br />
And I knew<br />
That you meant it</p>
<p>Ini bagian yang menurutku kunci dari lagu tersebut. Cowok tersebut benar-benar tidak menduga bakal mendapat malam tersebut. Dia tidak benar-benar tahu kalo cewek tersebut dengan sengaja dan bermaksud menciumnya. Cewek itu bukan pacarnya, yang dia tahu hanyalah kalo dia suka sama cewek tersebut. Cowok tersebut meyakinkan dirinya kalo si cewek melakukan malam itu dengan sengaja. Bukan karena keterpaksaan atau karena adanya kesempatan. Cewek itu benar-benar bermaksud melakukannnya.</p>
<p>My hopes are so high<br />
That your kiss might kill me<br />
So won&#8217;t you kill me<br />
So I die happy</p>
<p>My heart is yours to fill or burst<br />
To break or bury<br />
Or wear as jewelry<br />
Whichever you prefer</p>
<p>Ini bagian <em>nggombal </em>yang biasa. Yang membuatnya menarik menurutku adalah pilihan kata pada baris kedua. Berbeda dengan seniman Indonesia yang biasanya selalu membandingkan positif dan negatif, timur dan barat, Chris menggunakan kata yang sama-sama ada di Barat. Barat dan Barat Daya, Barat dan Barat Laut. Di patahkan atau di kubur, atau untuk di kenakan sebagai perhiasan atau diledakkan sekalian. Cuma satu pilihan yang menyenangkan, untuk diisi. Apa pun itu, si cowok bahagia kalo harus mati malam itu. Malam itu adalah kebahagiaannya.</p>
<p><strong>Hak Jawab</strong></p>
<p>Sebenernya sih aku ga berniat untuk bikin essai kayak gini. Ga ada misterius2nya menurutku. Selain itu, menurutku seniman tidak punya hak jawab atas kritikan yang di alamatkan pada karyanya. Seniman menjawab kritikan dengan karyanya yang lain. Tapi ya itu, aku bukan seniman, jek. Terpaksa nulisnya di ubah kayak gini untuk mengakomodasi kepentingan yang lain.</p>
<p>Kemaren itu ada kekhawatiran kalo tulisanku, yang bentuknya merupakan cerpen, disangka merupakan pengalaman pribadi yang ditulis dalam bentuk curhat. Padahal kalo mau memperhatikan, tulisanku akhir2 ini (yang sudah semakin jarang) jarang melakukan curhat di blog. Curhat hanya untuk orang yang punya masalah. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ga sih. Sebenernya alasan utama untuk tidak curhat di blog adalah jarang ada orang yang mau membaca tulisanku kalo bentuknya curhatan. Harus ada nilai lebih yang dibagikan sehingga orang mau susah-susah membaca tulisanku. Makanya tulisan ga penting yang isinya pengalaman pribadi yang cuma begitu aja, pelan-pelan aku tinggalin. Ini juga salah satu alasan mengapa sekarang ini makin lama jadi jarang nulis di blog. Soalnya bener2 susah nulis sesuatu yang berguna. Kalo pun ada ide, membutuhkan waktu yang lumayan banyak. Dan rasanya, makin lama waktu menjadi barang yang lumayan mewah buat aku.</p>
<p>Harusnya terserah aku untuk nulis apa aja di sini. Ini blogku. Kalo kayak gini terus, rasa-rasanya mungkin aku harus membuat blog lain yang anonim untuk semua tulisan yang agak kontroversial (yang sebenernya bukan gayaku banget).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=815&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/09/27/hands-down/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Biaya Kuliah</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/08/07/tentang-biaya-kuliah/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/08/07/tentang-biaya-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 06:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[hanya di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komputer UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Akhir2 ini, saya sering denger, ehhhmmm, pembicaraan orang dewasa. Tentang orang-orang dewasa yang mengeluhkan tentang biaya kuliah anaknya yang mahal. Semuanya, diawali dengan satu celetukan kecil, &#8220;Biaya kuliah sekarang mahal, ya??&#8220; Kalo udah ada yg ngomong gitu, pasti ak langsung pengen ngomong, &#8220;Kuliahin di UGM aj, pak&#8230;&#8221; Dan pasti dialog berikutnya menyangkut tentang, &#8220;Ah, UGM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=798&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir2 ini, saya sering denger, ehhhmmm, pembicaraan orang dewasa. Tentang orang-orang dewasa yang mengeluhkan tentang biaya kuliah anaknya yang mahal. Semuanya, diawali dengan satu celetukan kecil,</p>
<p>&#8220;<em>Biaya kuliah sekarang mahal, ya??</em>&#8220;</p>
<p>Kalo udah ada yg ngomong gitu, pasti ak langsung pengen ngomong,</p>
<p>&#8220;<em>Kuliahin di UGM aj, pak&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Dan pasti dialog berikutnya menyangkut tentang,</p>
<p>&#8220;<em>Ah, UGM sekarang juga mahal kok.</em>&#8220;</p>
<p>Kalo udah gitu, biasanya saya langsung pengen bertanya, sarkas. Mahal??</p>
<p>Kalo dibandingin sama universitas lain yang sepantaran di Indonesia, ITB dan UI, biaya kuliah di UGM itu termasuk murah loh, pak. Murah banget malah. SPP satu semester di dua sekolah tinggi itu bisa lebih dari 4 sampai 7,5 juta. Sementara di UGM, bapak &#8220;cuma&#8221;  ditarik kurang dari 2,5 juta tiap semesternya.</p>
<p>&#8220;<em>Nak ucil yang ganteng ini naif. Kalo Bapak cuma PNS, darimana bisa dapet duit segitu?? Belum lagi duit SPMA yang di awal langsung di minta 7 juta. Ini kan berat nak.</em>&#8220;</p>
<p>Hmmm, saya berani ngomong gini karena pengalaman pribadi, pak. Ibu saya juga cuma guru. Dan beliau bisa di bilang satu-satunya tulang punggung keluarga saya waktu itu. Buktinya sekarang saya sudah bergelar S.Kom dari universitas itu. Kalo pengen tahu tips Ibu saya waktu itu, sini saya jabarin itung-ituangannya.<span id="more-798"></span></p>
<p>Setiap tahun, PNS biasanya mendapatkan gaji ke-13. Nah, duit gaji ketigabelas ini tidak pernah dipakai Ibu saya selain untuk membayar biaya SPP semester ganjil saya. Beres urusan SPP semester ganjil. Sementara itu, tiap bulan Ibu saya menabung duit 200 ribu untuk Simpanan Hari Raya. Alih-alih di pakai untuk Hari Raya, duit ini sebenernya tabungan untuk biaya semester genap saya. Nah, berarti SPP semester genap dan ganjil saya sudah lunas. Alhamdulillah.</p>
<p><em>Lalu SPMAnya, gimana??</em></p>
<p>Ah, bapak ini. Kayak ga tahu gimana kelakuan pemerintah kita aja. 20 % uang APBN untuk pendidikan itu cuma ada di konstitusi aja. Kenyataannya di lapangan juga masih banyak sekolah yang rusak, guru honorer yang gajinya rendah, sampai anak yang putus sekolah. Karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia ga cukup kalo cuma gembar-gembor minta pemerintah menyelesaikan masalah ini. Percuma, pak. Mereka itu kebanyakan cuma orang-orang dungu yang cuma tahu cara memperkaya diri sendiri. Dari yang paling atas sampai paling bawah. Gembar-gembornya boleh jalan terus, tapi kita juga harus pandai-pandai mandiri tidak cuma bergantung pada birokrat-birokrat itu.</p>
<p>Bentar dong, pak. Saya belum selesai ngomongnya, jangan disela dulu. Dengan dasar tadi, harusnya sejak pertama kali ah uh ah uh dengan istri, bapak sadar kalo biaya kuliah anak yang bakal lahir dari perbuatan bapak ini bakal jadi mahal. Karenanya, sejak awal bapak harus mempersiapkan duit itu. Kalo toh nantinya pemerintah melek dan biaya kuliah ini jadi murah, nabung sejak awal juga ga ada ruginya. Duit tabungan itu bisa untuk modal usaha anak setelah lulus kuliahnya misalnya.</p>
<p>Bingung pak?? Gini, sejak kelas 2 SD, saya sudah punya Tabanas BRI lho. Kelas 2 SD. <strong>DUA ES DE</strong>. Umur segitu itu saya masih belum tahu kegunaan titit selain untuk pipis. Tapi oleh Ibu, saya sudah di ajak ke BRI untuk bikin tabungan atas nama saya sendiri. Dan tiap bulan, waktu itu saya di kasih uang 5 ribu Rupiah buat ditabung. Itu yang berangkat ke BRI juga saya sendiri kalo pas pulang sekolah. Sejak awal, Ibu udah bilang kalo itu duit buat uang kuliah saya nanti. Makin gedhe, nabungnya juga ga cuma 5 ribu, tapi naek jadi 10 ribu dan seterusnya mengikuti inflasi. Hasilnya, pada awal SMA saya sudah punya duit sekitar 5 juta. Kalo SPMA UGM minimal 7 juta Rupiah, berarti sepanjang saya SMA, Ibu saya cuma perlu cari tambahan 2 juta kan?? Kan??</p>
<p>Emang sih, dalam kenyataannya saya akhirnya tidak sama seperti itu. Duit saya itu dipake Bapak buat biaya usaha. Sayangnya, Bapak saya bangkrut dan duitnya ilang. Ludes. Beruntungnya saya akhirnya tetep masuk UGM dengan jalur SPMA 0 untuk calon mahasiswa kurang mampu. Saya tidak bayar SPMA, dan sukses menjadi mahasiswa lugu UGM yang baru.</p>
<p>Asal Bapak tidak mengulangi kesalahan Bapak saya, rasanya dapet uang untuk SPMA anak Bapak bukan hal yang mustahil. Asal kesadaran Bapak untuk bertanggung jawab atas biaya pendidikan anak itu udah muncul dari jauh-jauh hari. Ya itu, kalo saya bilang mulai dari Bapak <em>horny </em>malem2 dan melihat istri di sebelah Bapak itu.</p>
<p><em>Lalu biaya kosnya?? Biaya bulanannya??</em></p>
<p>Ini juga sebenernya saya masih bingung sampe sekarang. Darimana Ibu saya bisa dapet duit 400-600 ribu per bulan untuk uang makan saya selama kuliah. Selain itu, Ibu juga masih harus cari duit sekitar 1,2juta per tahun untuk uang kos saya. Di itung2 emang ga pernah ketemu. Tapi sekali lagi, buktinya saya juga tetep bisa jadi sarjana, keluarga saya di rumah Kudus juga tetep bisa makan.</p>
<p>Yang saya tahu gini, pak. Satu, kalo sudah masuk UGM, di sana banyak beasiswa yang bisa membantu Bapak untuk membiayai kuliah anak Bapak. Asal bapak wanti-wanti aja anak Bapak itu, pastikan IPKnya ada di atas 3 di semesternya. Yah, minimal 2,75 lah. Bilang aja, &#8220;<em>Aku udah susah-susah cari biaya kuliah buat kamu. Kalo kamu cari IPK segitu aja tidak bisa, TER-LA-LU.</em>&#8221; Ngucapin &#8220;terlalu&#8221;nya kayak Rhoma Irama, pak. Biar lebih berkesan. Kalo IPK minimal bisa didapat, rajin-rajin saja nengok pengumuman di akademik.Pengumuman tentang beasiswa biasanya ditempel di situ.</p>
<p>Yang kedua, pak, kalo anak Bapak mau sedikit <em>rekasa</em>, sebenernya anak Bapak bisa bantu-bantu cari duit di sela-sela kuliahnya. Di DjoKja itu, banyak yang memperdaya mahasiswa untuk jadi tenaga kerja. Mahasiswa memang tenaga kerja bermutu dengan upah yang rendah. Jadi operator warnet, <em>shopkeeper</em>, sampai guru les privat, ada lowongannya. Upahnya masih lumayan untuk biaya pulsa, bensin dan modal ngecengin cewek kampus sebelah. Tapi saran saya, jangan jadi operator warnet atau <em>shopkeeper. </em>Gajinya ga sebanding dengan waktu kerjanya. Itu kerjaan yang lebih memakai tenaga daripada otak. Yang ada, anak Bapak ntar terlalu capek kerja malah ga sempat kuliah.</p>
<p>Cari kerjaan jadi guru privat aja. Ga banyak pake modal selain dengkul, eh otak anak Bapak itu. Tambahannya paling cuma sabar-sabar dikit. Kerjanya cepat, mirip-mirip pembunuh bayaran. Datang, hajar, pulang. Waktunya juga bisa di atur sesuai dengan <em>selo</em>nya anak <em>njenengan</em><em>.</em></p>
<p>Yang terakhir, Bapak nanti terbantu dengan keadaan DjoKja yang memang wilayahnya mahasiswa <em>kere. </em>Biaya hidup di sana harga mahasiswa. Itu tadi yang saya bilang, dulu pas kuliah saya cuma dapet <em>sangu</em> 400 ribu aja bisa hidup kok. Tapi itu ga cukup untuk biaya ngeceng dan pacaran, pak. Apalagi kalo anak Bapak pacarnya banyak. Dulu biaya pacaran saya dapet dari kerja sampingan itu. Yang penting ga usah sok-sokan bawa pacar ke tempat makan yang mahal. Cukup kasih makan dengan nggombalan romantis aja. Dijamin udah kenyang kok. He..</p>
<p>Eh, saya udah bilang belum kalo selain SPMA 0 itu, seumur idup saya belum pernah dapet beasiswa. Dulu, dengan sok-sokan saya bilang kalo saya ga butuh beasiswa. Ibu saya masih mampu membiayai saya. Lebih baik beasiswa-beasiswa itu untuk mahasiswa lain yang lebih membutuhkan. Tapi ternyata, pas yang dapet beasiswa itu temen2 saya yang lebih mampu, tahun berikutnya saya berniat mengajukan beasiswa. DAN, IPK saya semester berikutnya jeblok. Tidak memenuhi untuk mengajukan beasiswa. Ya sudahlah&#8230;.</p>
<p>Ini yang ngomong gini Sarjana loh, pak. ILMU KOMPUTER UGM. Yang ibunya cuma PNS guru. Saya beruntung punya Ibu yang sejak awal sudah tahu kalo pendidikan anak itu hal yang paling penting. Karena pak ya, kebodohan itu membawa kepada kemiskinan, dan kemiskinan itu membawa kepada kebodohan. Itu lingkaran setan yang cuma bisa diputus dengan usaha untuk pendidikan. Kalo tidak diputus, orang miskin akan tetap bodoh dan orang bodoh bakal tetep miskin.</p>
<p>Kalo saya bilang sih, pendidikan yang berkualitas itu emang mahal dan butuh biaya, pak. Yang jadi masalah adalah gimana agar orang-orang yang tidak mampu tapi punya potensi, tetep bisa merasakan pendidikan yang berkualitas. Kalo pemerintah kita tidak bisa mengusahakannya, ya kita terpaksa harus berusaha sendiri&#8230;&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/798/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=798&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/08/07/tentang-biaya-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enaknya Bekerja di Awan</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/07/11/enaknya-bekerja-di-awan/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/07/11/enaknya-bekerja-di-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 09:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[PC Plus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Pernah di muat di PC Plus Edisi 382 Sejak tahun lalu, perkembangan dunia teknologi informasi diramaikan dengan kosakata baru, Cloud Computing. Istilah &#8220;Awan&#8221; (cloud) mengacu pada gambar awan yang sering digunakan dalam skema arsitektur jaringan untuk merepresentasikan internet. Jadi, secara gampang komputasi awan adalah proses komputasi yang terjadi di awan(internet).  Atau, agar terdengar lebih akademis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=794&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pernah di muat di PC Plus Edisi 382</em></p>
<p>Sejak tahun lalu, perkembangan dunia teknologi informasi diramaikan dengan kosakata baru, Cloud Computing. Istilah &#8220;Awan&#8221; (cloud) mengacu pada gambar awan yang sering digunakan dalam skema arsitektur jaringan untuk merepresentasikan internet. Jadi, secara gampang komputasi awan adalah proses komputasi yang terjadi di awan(internet).  Atau, agar terdengar lebih akademis, Anda bisa memakai definisi yang dibuat oleh National Institute of Standards and Technology, komputasi awan adalah sebuah pemodelan yang memungkinkan sumber daya komputasi seperti jaringan, server, penyimpanan, aplikasi dan layanan dapat dikonfigurasi dan diakses bersama secara nyaman, sehingga dapat segera digunakan dengan upaya manajemen dan interaksi dengan provider seminimal mungkin.</p>
<p>Meskipun terdengar baru, sebenarnya komputasi awan bukanlah sebuah teknologi baru. Secara sinis, CEO Oracle Corporation, Larry Ellison, menyebut bahwa komputasi awan sekarang adalah &#8220;semua yang telah kita lakukan selama ini&#8221;.  Ellison menggambarkan bahwa istilah komputasi awan sebenarnya adalah akal-akalan marketing untuk mempercantik bahasa dalam iklan untuk menjual layanan berbasis awan yang sebenarnya telah ada selama ini.</p>
<p><a href="http://teknoinfo.web.id"><img class="aligncenter" title="Ilustrasi Cloud Computing" src="http://teknoinfo.web.id/wp-content/uploads/2009/05/cloud-computing-kitchen-sink-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a></p>
<p>Contoh komputasi awan yang mungkin sedikit mengejutkan adalah sebuah akun email. Aplikasi dan layanan email, entah di Yahoo!, Gmail, dan lain sebagainya sesungguhnya merupakan sebuah komputasi awan. Anda dapat mengakses aplikasi tersebut, beserta data yang tersimpan di dalamnya, di mana pun Anda berada asal mempunyai akses ke internet. Karena semua aplikasi berada di server dan Anda menjalankannya hanya lewat browser, maka layanan email pun sebenarnya adalah sebuah cloud computing.</p>
<p>Contoh lain yang terkenal dan populer adalah<span id="more-794"></span> Facebook. Facebook dan segala kroninya seperti Mafia Wars, Farmsville, adalah sebuah contoh sahih tentang sebuah aplikasi yang berjalan di atas awan. Tanpa harus menginstall game-game itu, Anda bisa menikmati game-game tersebut. Anda jadi tidak perlu memikirkan tentang ruang di harddisk, memori yang diperlukan, serta tentang kartu grafis Anda yang ketinggalan zaman.</p>
<p><strong>Level Baru</strong></p>
<p>Namun, komputasi awan sekarang sedang memasuki level baru. Coba lihat ke desktop Anda dan lihat seberapa banyak short cut untuk berbagai macam program yang terinstall dalam harddisk komputer Anda. Bayangkan kalau nantinya, program yang Anda butuhkan hanyalah browser kesayangan Anda. Semua program lain, segala macam pengolah dokumen, desain grafis, multimedia, game dan lain sebagainya, akan Anda akses via browser.</p>
<p>Anda masih melihat ke desktop kan? Sekarang hitung semua biaya yang Anda keluarkan untuk membeli software-software berbayar yang Anda install tersebut. Bandingkan dengan frekuensi pengunaan semua software tersebut. Apakah Anda merasa sudah cukup puas?</p>
<p>Dengan paradigma komputasi awan, Anda hanya akan membayar yang Anda gunakan. Jika Anda sebuah perusahaan dengan ratusan komputer, menggunakan aplikasi komputasi awan alih-alih software berbayar, akan menghemat banyak uang Anda. Belum lagi jika menghitung biaya yang bisa Anda hemat untuk membeli dan merawat hardware dan infrastruktur seperti harddisk, memori, dan server. Yang Anda butuhkan hanyalah sebuah jaringan internet yang kuat karena aplikasi yang Anda butuhkan akan berjalan di server penyedia layanan.</p>
<p><strong>Pro Kontra</strong></p>
<p>Selain penghematan biaya, apalagi yang bisa kita dapatkan dari komputasi awan?</p>
<p>Penghematan biaya berarti banyak. Komputasi awan menjadikan perusahaan kecil atau UKM bisa menjangkau software-software mahal seperti Enterprise Resource System. Selain di tingkat perusahaan, komputasi awan juga memungkinkan seorang individu menggunakan software berbayar yang sebelumnya tak terjangkau kecuali dengan pembajakan. Selain mengurangi jumlah pembajakan, komputasi awan juga membantu memperluas penetrasi penggunaan teknologi di Indonesia.</p>
<p>Masih tentang faktor biaya, komputasi awan juga memungkinkan perusahaan untuk mengurangi infrastruktur komputer. Hal ini juga berarti staf IT yang dibutuhkan untuk memelihara infrastruktur lebih sedikit. Di sisi lain, staf IT yang ada juga tidak akan lagi berurusan dengan update, konfigurasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan komputasi lainnya. Staf IT yang sedikit itu akan lebih bebas untuk fokus kepada inovasi.</p>
<p>Selain itu, pada komputasi awan, semua data tersimpan di server. Karenanya, karyawan akan bisa mengakses pekerjaannya di manapun dia berada asal mempunyai akses internet. Selain itu, mereka juga bisa berbagi informasi dan data walaupun tidak berada dalam lokasi yang sama.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://essaycompanyreviews.com"><img class="aligncenter" title="Cloud Computing Pro and Kontra" src="http://essaycompanyreviews.com/wp-content/uploads/2011/06/Cloud-Computing.png" alt="" width="420" height="237" /></a></p>
<p>Seperti layaknya semua hal, komputasi awan juga mempunyai kekurangan. Richard Stallman, pendiri GNU dan pengusung bendera <em>open source</em>, mengatakan bahwa komputasi awan sama buruknya dengan software berbayar. Pengguna melakukan komputasi dengan algoritma yang tidak mereka tahu. Terlebih lagi, melakukan komputasi di awan berarti mempercayakan data Anda kepada penyedia komputasi awan. Anda kehilangan kontrol baik kepada data Anda maupun terhadap aplikasi yang Anda gunakan. Selain adanya kemungkinan data akan dibaca oleh penyedia layanan yang tidak bertanggung jawab, kita juga tidak punya kendali atas keamanan data kita dari pihak ketiga.</p>
<p>Memilih penyedia layanan komputasi awan yang bagus dan terpercaya juga harus diperhatikan karena hal ini juga terkait dengan performa dan ketersediaan layanan. Baik pengguna perseorangan maupun perusahaan tentunya ingin layanan komputasi awan tersebut dapat diakses setiap waktu dengan performa yang handal. Anda tentu tidak ingin saat Anda akan menggunakan, aplikasi tersebut tidak bisa dipakai atau berjalan lambat karena sedang di pakai secara bersamaan oleh banyak orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=794&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/07/11/enaknya-bekerja-di-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknoinfo.web.id/wp-content/uploads/2009/05/cloud-computing-kitchen-sink-300x214.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ilustrasi Cloud Computing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://essaycompanyreviews.com/wp-content/uploads/2011/06/Cloud-Computing.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cloud Computing Pro and Kontra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Masih Seperti yang Dulu</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/07/09/aku-masih-seperti-yang-dulu/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/07/09/aku-masih-seperti-yang-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 05:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan di baca oleh facebooker yang berpikir seharusnya makicih diharamkan karena membuat sakit perut saat baca komen dari orang yang sok tahu.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=789&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chiell.files.wordpress.com/2011/07/makicih.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-790" title="Status Lucu" src="http://chiell.files.wordpress.com/2011/07/makicih.jpg?w=550" alt="Status Facecebook Lucu"   /></a></p>
<p><em>Kebetulan di baca oleh facebooker yang berpikir seharusnya makicih diharamkan karena membuat sakit perut saat baca komen dari orang yang sok tahu.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=789&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/07/09/aku-masih-seperti-yang-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chiell.files.wordpress.com/2011/07/makicih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Status Lucu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-2)</title>
		<link>http://chiell.wordpress.com/2011/07/04/ketika-panggilan-tak-kunjung-datang-bagian-2/</link>
		<comments>http://chiell.wordpress.com/2011/07/04/ketika-panggilan-tak-kunjung-datang-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 10:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chiell</dc:creator>
				<category><![CDATA[PC Plus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chiell.wordpress.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Memanfaatkan Waktu &#8220;Luang&#8221; Bagian Sebelumnya : Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-1) Terus-terusan meresapi bahwa sekarang Anda sekarang menganggur hanya akan membawa dampak buruk bagi kondisi kejiwaan Anda. Stress dan depresi justru akan membebani langkah Anda dalam mencari pekerjaan. Akibatnya semangat Anda akan menurun dan justru malah ogah-ogahan dalam mencari kesempatan. Agar tidak terus terbebani pikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=774&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><strong>Memanfaatkan Waktu &#8220;Luang&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center">Bagian Sebelumnya : <a title="Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-1)" href="http://chiell.wordpress.com/2011/07/04/ketika-panggilan-tak-kunjung-datang-bagian-1/">Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-1)</a></p>
<p>Terus-terusan meresapi bahwa sekarang Anda sekarang menganggur hanya akan membawa dampak buruk bagi kondisi kejiwaan Anda. Stress dan depresi justru akan membebani langkah Anda dalam mencari pekerjaan. Akibatnya semangat Anda akan menurun dan justru malah ogah-ogahan dalam mencari kesempatan.</p>
<p>Agar tidak terus terbebani pikiran seperti itu, Anda perlu memanfaatkan dengan baik masa-masa menunggu ini. Selama Anda menunggu, Anda dapat melakukan banyak hal yang berguna baik untuk diri Anda sendiri maupun untuk orang lain di sekitar Anda.</p>
<p>Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti kursus singkat untuk menambah keahlian Anda. Anda bisa mengambil program kursus seperti belajar pemrograman atau jaringan. Kursus singkat seperti itu bisa mengubah ilmu teori Anda dari universitas menjadi keahlian praktik yang nyata. Selain mengikuti kursus yang terkait dengan pekerjaan, Anda juga bisa mengikuti kursus yang sifatnya pelengkap keahlian Anda seperti kursus bahasa.</p>
<p>Selama masa menunggu itu, Anda juga bisa mengerjakan proyek pribadi. Mungkin Anda mempunyai rancangan software atau website. Nah, saat ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkannya. Saat Anda mengerjakan proyek pribadi, Anda bisa menuangkan segala idealisme Anda di situ tanpa harus dibatasi oleh orang lain. Dan tentunya, selain menambah skill, hasil dari proyek pribadi itu bisa menjadi salah satu portofolio Anda.</p>
<p>Pilihan lain yang bisa sangat menyenangkan untuk dicoba adalah dengan melakukan proyek sosial. Di Indonesia, di banyak tempat, keahlian di bidang TI masih banyak di cari. Dan kebanyakan LSM atau lembaga sosial lainnya biasanya sangat membutuhkan orang yang punya keterampilan di bidang ini namun seringkali tidak punya cukup uang untuk membayar. Kalau hal itu terasa muluk-muluk untuk di lakukan, Anda bisa juga melakukan &#8220;kerja sosial&#8221; hanya dengan membantu memperbaiki PC teman atau tetangga Anda yang rusak. Jangan pernah meremehkan hal seperti ini. Karena hal-hal baik kadang datang dari tempat yang tidak terduga. Mungkin saat kerja sosial Anda bertemu dengan orang yang kenal dengan manager sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan orang IT.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chiell.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chiell.wordpress.com/774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chiell.wordpress.com&amp;blog=671566&amp;post=774&amp;subd=chiell&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chiell.wordpress.com/2011/07/04/ketika-panggilan-tak-kunjung-datang-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">chiell</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
