Catatan Harian seorang Relawan(1):The Day before Yesterday

28 Mei 2007 pukul 09:35 | Ditulis dalam Catatan Harian seorang Relawan | Tinggalkan komentar

Kalo Soe Hok Gie punya Catatan Harian Demonstran, ak juga punya Catatan harian seorang Relawan. Tentang ak, pada saat dan setelah gempa yang terjadi Sabtu, 27 Mei 2006. Sebagaimana kalian tahu dan mungkin juga kalian rasakan, gempa berkekuatan 5,9 SR menurut BMG Indonesia tersebut meluluhlantakan daerah yang dilalui patahan yang menyebabkan gempa. Patahan tersebut membentang dari daerah pantai Samas di Kab. Bantul, DIY sampai kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

27 Mei 2006. The day before yesterday.
Pada saat gempa, ak ad di kampus. Di auditorium FMIPA tepatnya di ruang A1.06. Sedang ngenet bersama temenku lewat notebook. Ak ad di kampus karena pada hari itu ak dan temen-temen lagi mempersiapkan sebuah acara seminar. Waktu itu, ak lagi bengong aja perhatiin ruangan,tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari selatan. Saat itu ak berpikir, suara apa itu?? Sejenak kemudian ak baru merasakan getaran. Saat itu yang ada dipikiranku,
Getaran apa ini??
Oh, gempa..
Kalo gempa yang harus dilakukan apa y..??
Oh y, lari keluar ke tanah lapang.
Butuh waktu sekian milidetik untuk berfikir, dan ak ga yakin ap yang ak lakukan tahu-tahu ak udah ad di luar lapangan. Temen2ku yg saat itu juga ad di situ juga udah ad bersamaku, memperhatikan semua benda tegar di sekelilingku bergoyang-goyang. Semua burung yang ad di hutan Biologi dan Kehutanan juga terbang ketakutan. Kira-kira semenit, gempa selesai. Kami lega banget, karena yang barusan terjadi benar-benar mengerikan. Pengalaman yang excited, pikir kami waktu itu, tanpa sadar bahwa di saat yang sama, ribuan orang meregang nyawa.
Waktu itu sih, ak kira Merapi meletus. Sampai kira2 setengah jam kemudian, saat ak dan temen2 udah berani kembali ke gedung, ak mbuka situs bmg.go.id. Saat itu ditulis bahwa gempa berkekuatan 5,9 SR dgn pusat ad d 33 km di Selatan kota Yogyarta dan berkedalaman 37 km.
Hari itu, setiap ketemu orang yang diomongin selalu masalah gempa tersebut. Satu per satu panitia yang lain berdatangan ke arena seminar. Semua selalu ngomongin ad d mana mereka saat terjadi gempa.
Acara seminar molor, karena sampai pukul 08.00 peserta belum ad yg berdatangan. Saat itu, ak memperhatikan jalan Kaliurang kok ramai banget, motor mobil semua bergegas menuju ke Utara. Wah, jadi khawatir nih… Sampai ad orang yang meneriakkan kalo ada air yang datang dari arah Selatan. Tsunami. Jadi panik semua. Ad yang langsung ambil motor. Ak sendiri ma temen2 akhirnya mutusin buat naek ke lantai dua aj. Karena dari gambar2 tsunami d Aceh, d lantai dua ga ap-ap. Saat itu ak berfikir, kalo ak bakal dapat pengalaman kena tsunami nih. ASyik…
Sampai bapak Satpam MIPA nanya
“Kok kami ke atas??”
“katanya, ad tsunami pak…”
“Ga mungkin… Itu cuma banjir biasa karena ad pipa bocor(Dia dapat kabar dari HT)”
Dalam pikiranku… Oh, iya, ya, Sini sampai laut kan ad 30km. Mana mungkin tsunami sampai sini. Buat yang baca, silakan menertawakan kebodohanku karena ak juga menertawakan kebodohanku itu.
Akhirnya ak den temen-temen malah ke pinggir jalan Kaliurang. Lihat-lihat orang yang ngungsi karena ‘tsunami’. AK sempat foto-foto mereka. Seru banget loh… Liat kepanikan massal kayak gitu.
Setelah kepanikan di jalan Kaliurang mereda, kami kembali ke auditorium. Sekitar pukul 10.00 acara seminar dimulai dari jadwal seharusnya pukul 07.30. Peserta yang cuma 5 orang. Tapi karena sebagian besar panitia nyamar jadi peserta, acara jadi tetep keliatan rame. Ak sendiri jadi notulis, pura-pura ngetik dengan notebook. Padahal aslinya ak ngikutin perkembangan gempa lewat detik.com. Ato smsmsin orang tanya keadaannya. Alhamdulillah, semua temenku d Bantul baik2 aj. AK juga jd sibuk balesin smsms orang2 yg tanya keadaanku. Sampe plsku abis. Dari detik.com ak jadi tahu kalo sebenarnya gempa tersebut dahsyat banget. Selama seminar beberapa kali terjadi gempa susulan yang lumayan bikin panik. Namun, akhirnya seminar berjalan cukup lancar.

28 Mei 2006.
Ak jadi agak gimana dengan gempa ini. Siang ak jalan2 k MIPA. Di sana udah ad posko bantuan. Ak pgn bantu, tapi karena orang-orang di situ ga ad yg kenal, ak jadi malas. Selain itu, ak lihat mereka cuma duduk2. Mungkin cuma koordinasi. Belum ad tindakan nyata. Setelah itu, ak jalan2 ke RS Sardjito. Di sna rame banget… Ak jg pgn bantuin. Tp karena ak ga tahu caranya, ak cm lewat aj. Hari ini berlalu tanpa ap-ap.
Eh, tapi menjelang maghrib, temenku si Wawang, datang k kosku. Dia mo ngungsi. Rumahnya retak-retak gitu. Dan sedihnya, dia ditinggal ma seluruh anggota keluarganya. Untungnya bukan ditinggal dunia, cuma ditinggal ke Malang, ngungsi. Dia ga ikut karena kita emang masih ad tugas Bhs Inggris yang harus dikumpul hari Senin ini. Jadi malam ini, Wawang nginep d kosku.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: