Catatan Harian seorang Relawan(3):A Night in Sardjito

1 Juni 2007 pukul 20:56 | Ditulis dalam Catatan Harian seorang Relawan | Tinggalkan komentar

31 Mei 2006 21.00-1 Juni 2006 10.00
Ak baru tahu kalo ternyata kita bisa jadi relawan d RSUP dr. Sardjito sore hari tadi. Diajakin temenku. Ak mau aj. Lumayan. Bisa tambah pengalaman. Sekitar jam 21.00 kami berlima(ak, Widz, Destian, mBak Sita–tiga-tiganya Ilkom 04- n mBak WInda–Komsi 04) k Sardjito. Sempat muter-muter untuk cari posko relawan, kami daftar k sana. Enaknya prosedur pendaftaran di Sardjito dibanding d RS laen adalah ga rumit dan ga terikat. Meski ad 3 shift(07.00-14.00, 14.00-21.00, 21.00-07.00), km terserah buat masuk dan keluar jam berapapun. Mereka juga ga menuntut km buat ke sini lagi pada shift yang sama keesokan harinya. Menurut yang jaga posko(relawan juga) kita disuruh aj tunggu di daerah situ(daerah Insatalasi Rawat Darurat(IRD)). Ntar juga ad dokter ato suster yang teriak buat panggil relawan.
Benar juga ga lama, terdengar teriakan “Relawan, cowok, empat….!!!!” Langsung lebih dari empat orang maju untuk memnuhi panggilan. Di situ ternyata udah banyak relawan kayak ak yang stand-by nunggu panggilan. Banyak banget malah. Jadi kalo mo dapat kerjaan harus cepet-cepetan ama yang laen.
Akhirnya ak dapet kerjaan itu. Ngusung orang(sakit) pake tandu k bagian radiologi karena dia mau di rongent. Lumayan berat bro..!! Berenam sih..
Ternyata, kerjaan itu jadi kerjaan terkahirku di IRD. Habis, setelah itu teriakan manggil relawan makin jarang. Dibandingin ma jumlah relawan yang ad d situ jelas ga sebanding. Akhirnya ak bertiga(ma WidZ and mBak Sita, Desti ilang entah kemana, mBak WInda pulang) milih buat jalan-jalan aj. Nikmatin suasana RS waktu malem. Suasana d situ ternyata ga seperti suasana RS yang ak kenal selama ini. Habis jam segitu masih rame sih. Bau obat-obatan juga ga begitu nyengat.
Sekitar pukul 23.00 kami cuma duduk-duduk di salah satu bangku d tengah-tengah rumah sakit. Kata si Desti(td dia lewat, sok sibuk, biasa) mending ke Gedung Parkir baru aj. Ad banyak pasien d sana. Ad pasien?? D gedung parkir??
Lewat tengah malam ak ma Widz ke gedung parkir. (Sita nyerah, dia milih pulang ke kosnya yang hangat). Rame banget di sana. Banyangin gedung yang seharusnya dibuat parkir digunakan untuk merawat korban gempa. Ad dua lantai yang digunakan. Tiap lantai terdiri dari sekitar 120 pasien. Bayangin… Mereka rata-rata patah tulang. Di balik gedung parkir ini ad sungai Code. Ga usah ak kasih tahu dinginnya kayak ap….
Ak n WidZ milih nongkrong di lantai dua. Santai-santai di sana. Sampe ngantuk. Si WidZ n DEsti milih untuk merebahkan diri. Tapi ak ga. Ak tetep mengamati keadaan sekitar. Kan emang ini tujuanku, belajar tentang hiudp dan kehidupan dari mereka yang disusahkan oleh kehidupan itu sendiri.
Bener-bener deh, ak ga salah ke sini. Lihat kakek-kakek patah kaki dan punggung tanpa keluarga yang terus mengerang sepanjang malam. Ato nenek-nenek yang ditemani oleh nenek-nenek lainnya, juga mengerang, mengeluhkan rasa sakit yang mereka derita. Sekedar informasi, saat itu pasien di sini baru mendapatkan pertolongan pertama. Untuk mendapatkan pertolongan lanjut berupa operasi dan sebagainya, mereka perlu antri. Karena keterbatasan tenaga ahli bedah dan tempat yang digunakan untuk operasi. Informasi ini ak dapat dari (calon) perawat yang lagi praktek saat ak ngobrol ma dia malam itu. Jangan mikir aneh-aneh. Dia laki-laki kok. Mas Sardjono namanya.
Sepanjang malam ak meneruskan pengamatanku. Emang cuma gitu-gitu doang keadaannya tapi ga membuatku ngantuk. Ak juga ditemani ma sekaleng Pocari Sweat dari dokter yang jaga malam itu. Tapi yang bikin ak ga kuat yaitu rasa dingin ditambah ak yang sering minum. Jadi, hampir setiap satu jam sekali ak mampir ke toilet buat melepaskan diri dari beban yang ad. Ga masalah waktu masih malam. Tp begitu menjelang subuh, saat para pasien dan keluarga pasien udah pada bangun(satu pasien rata-rata ditunggui 2 orang, bayangin banyaknya orang di situ), kalo mau memanfaatkan kamar mandi harus antri.
Pagi menjelang. sardjito seisinya mulai menggeliat. Ak memperhatikan suasana Gedung Parkir baru RSUP Sardjito pagi itu. Sampai…, ad orang yang cari-cari relawan buat bantu nurunin bantuan(belakangan ak tahu kalo namanya mas TAnzid). Ikut aj…!! Kan dari semalem ga ad kerjaan.
Ad truk. Isinya bantuan obat-obatan dari Medan. Waktu bak truk dibuka, ngujubileh…, dos besar-besar ad di hadapan. kardus yang paling atas, besar-besar dan ad tulisannya 24 kg. Wuih….. Bawahnya karung-karung gitu…. Olahraga pagi nih.
Tp waktu diturunin, ternyata, enteng,….!!! Ga terlalu berat. Ga tahu isinya ap… Keadaan mulai membaik saat bantuan relawan datang. AK naek ke atas truk, turunin dari atas. Biar mereka yang sambut dari bawah.
Saat mencapai karung-karung yang ad ditengah, baru terasas beratnya. Gedenya seperti karung beras. isinya cairan, infus kali…. Lumayan berat loh.. Perlu dua orang buat ngangkat. Bayangin, kita nurunin kayak gitu setruk penuh…!!! Ga deng, bohong…!! Bukan setruk penuh, tapi setruk lebih, soalnya tingginya melebihi bak truk. Benar-benar memeras keringat.
Ak kerja gitu sekitar dua jam. Dari jam 6 sampai jam8. Enak loh…, karena kerja bareng n susah bareng relawan-relawan yang ga kenal dan berasal dari mana-mana jadi kompak dan akrab. Ringan sama dijinjing, berat mereka yang pikul kataku. he..he..he.. Soalnya ak kan cuma nurunin. Yang mikul sampe gudang kan mereka.
Bau, berkeringat dan belum mandi. Ak ma WidZ balik k gedung parkir. Si Desti menghilang lagi entah kemana. Di sana kami disuruh siap-siap ma dokter yang jaga waktu itu. Siap buat dimintai bantuan. Ya angkat sana, angkat sini. Sekitar jam-jam itu troli makanan datang. AK bantu bagiin. Dari susu, nasi, mpe air mineral, ak turut bagiin. Senangnya… AP lagi saat pasien dan keluarganya memandang kamu, matanya berbinar-binar dan mengucapkan terima kasih. Ga bisa digambarkan rasa senang yang ad.
Sekitar pukul 10.00 ak n WidZ udah kecapekan. AP lagi ak. Ga tidur semaleman. Akhrinya ak ma WidZ minta izin balik, sambil bertekad bakal balik lagi kesini saat pagi ato sore. Karena kalo malam ga ad kerjaan. Ga kayak kalo pagi n siang, sibuk banget…..

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: