Polisi Lalu Lintas yang Budiman

7 Agustus 2007 pukul 05:33 | Ditulis dalam hanya di Indonesia | 29 Komentar

Salut buat bapak-bapak Polisi. Terutama polisi lalu lintas. Kerja mereka tu sangat berat. Bayangin, harus jaga kelancaran lalu lintas setiap hari. Memastikan para pengguna jalan tidak melanggar peraturan lalu lintas. Dan,yang paling penting, memastikan para pelanggar jera untuk melakukan pelanggaran lagi.

Kayak ak kemarin, dalam perjalanan Kudus-Djokja naek sepeda motor sendirian. Setelah tikungan di dekat pasar Ambarawa, seorang polisi nyegat ak.

Pak Polisi : “Maaf mas, menganggu perjalanan. Tolong surat2nya.”

Ak nyante aj. Surat lengkap dan ga merasa nglanggar apa pun.

Pak Polisi : Dari mana, mau kemana mas?

Ak : Kudus. Mo ke Djokja.

Pak Polisi : Kerja??

Ak :(dalam hati) Sialan. Mosok rupo ngene kerjo nang Djokja. Dadi opo?? Kuli??. Ga Pak. Kuliah.

Pak Polisi : Dimana??

Ak : UGM.

Pak Polisi : Lain kali, kalo mo belok ke kanan di pertigaan jangan terlalu ke kanan. Dan kecepatannya di kurangi.

Ak : Pertigaan mana Pak??  Seingatku pertigaan terakhir yang ak lewati adalah pertigaan Bawen. Dan itu kira2 sudah 3 km yang lalu. Bawen??

Pak Polisi : Iya. Sekarang balik aja ke pos polisi di sana.

Sungguh hebat Bapak Polisi yang satu ini. Untuk mengingatkan ak kalo telah melanggar, dia jauh-jauh ngejar. Udah sekitar 3 km loh. Dan lagi, itu udah beda kota. Kejadiaanya di Kab. Semarang dan ak dikejar dan ditangkap di Kab. Ambarawa. Niat bener…. Gitu boleh ga ya..?? Ak kan udah ada di luar wilayah kerjanya…??

Setelah sampe di Pos Polisi, ak diinterogasi lagi.  Kali ini sama Polisi laen. Polisi tadi yang nangkap ak, cuma nambah2i.

Pak Polisi : Sudah tahu kesalahannya mas??

Ak : Belum Pak.

Pak Polisi : Anda melanggar marka saat akan belok ke kanan. Dan belok di persimpangan dengan kecepatan tinggi.

Karena ga merasa melakukan hal kayak gitu, ak mbantah. Pertama dengan halus, lama-lama makin keras.

Pak Polisi (yang tadi nangkap) : Wong saya sendiri yang lihat kamu. Saya kejar sampe sana. Kamu tadi tu mendahului truk di persimpangan.

Ak : Kampret!! Ak inget dengan jelas kalo ak tu ada di belakang truk waktu di persimpangan. Loh pak, saya tu baru mendahului truk jauh dari persimpangan ini.

Pak Polisi :Biasa mas. Yang ngelanggar pasti ga merasa. Nanti kalo sudah terjadi kecelakaan, yang rugi kan Anda sendiri.

Wow…!! Sungguh mulia hati Bapak ini. Dia tidak ingin sesuatu terjadi padaku. Beliau tidak mau ak kecelakaan hanya karena dianggap ugal-ugalan di jalan raya.

Waktu itu, ak bener-bener tidak menghargai kerja keras bapak-bapak polisi di sana. Ak keras kepala, ga mau mengakui kesalahan. Sampe bapaknya kesel dan ngomong kalo ak mo mbantah di pengadilan aja. Dan yang paling bodoh dari ak, ak ga paham ma isyarat pak Polisi yang berlama-lama sebelum nulis surat tilang. Pak Polisi juga mengingatkan ak kalo sidangnya bakal digelar di Ungaran dan baru dilaksanakan 3 minggu lagi. Lebih lagi, pak Polisi juga ngajak ak ke ruangan di dalam yang lebih sepi.

Semua isyarat itu ak abaikan. Ak lebih memilih untuk menjalani sidang dan membayar tilang ke pengadilan dengan kemungkinan uang itu di korupsi oknum yang cuma duduk-duduk di pengadilan daripada memberi sekedar uang rokok untuk pak Polisi yang telah capek menjaga jalan raya dan jauh-jauh mengejar para pelanggar peraturan lalu lintas.

Maafkan saya, Pak. Bisa dibilang ak benar-benar tidak menghargai usah keras dan niat mulia dari Bapak-Bapak Polisi Lalu Lintas. Mereka tu benar-benar berusaha keras. Sampai-sampai waktu ak keluar dari pos Polisi itu, 3 Polisi yang tadi ada di luar(termasuk yang nangkap ak tadi) udah pergi lagi buat menangkap para pelanggar lalu lintas lainnya.

Bravo Kepolisian Indonesia!! Tingkatkan terus kualitas kerjamu……………

29 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hahahaha…senasib chielll… aku yo sabtu kemaren ketilang di Klaten. hahaha.. .suruh sidang di Pengadilan Klaten… hahah… (ngesel-ngeseli wae!)Bolak balik jogja-klaten. Jadinya acara piknikQ di Solo jadi terganggu. Untungnya bisa “diselesaikan dengan damai” di polres Klaten 4 hari kemudian.

  2. Udahlah chiel, mending kamu ke Polres Ungaran diselesaiin disana. Gek ndang, daripada kesuwen ga punya surat kendaraan.

  3. Ga ah…
    Ak mo nunggu tanggal 29 aj. Tanggal 26 aku ada acara di Kudus. Ntar baru balik ke DjK lagi tanggal 29 lewat Pengadilan Negeri Ungaran, ambil SIM trus k DjK.
    Tenang aj. Surat tilangnya sementara berguna sebagai SIM kq. Udah ak buktiin di Magelang. Waktu itu habis dari Ungaran, Magelang udah ada razia lagi….
    Dasar Polisi….!!!

  4. itulah cermin bangsa kita..yg satu melanggar aturan gk mau ngaku, yg satu berharap dpt “uang damai” d tempat..ada pepatah yg mengatakan “Police is a shadow of society”…polisi adalah bayang2 dr masy..bgmn masyarakatnya yaa bgitulah polisinya..Jd sebaiknya smua hrs intropeksi apakah perilaku qta sdh mencerminkn peradaban yg baik.

  5. Saya sekarang sudah mersa bahwa saya mang salah. Tapi saya juga tidak setuju cara bapak-bapak tersebut. Terkesan maksa dan cari-cari banget. Apalagi kejadian ini dialami juga (dengan cara berbeda) oleh teman sekontrakanku.

    Introspeksi?? Ayoh…..

  6. polisi skrg bkn lg ky zmn KNIL dulu ga akan munafik kalo emang ada yang mo ngasi duit, ga bkl maksa yang penting ikhlas. tergantung situ yang nglanggar. sadar hukum apa ngaa?

  7. Di update lagi ceritanya mas Chiell, akhirnya gimana?? SIM nya dah balik khan??…. 😀 Selamat atas keteguhannya mematuhi aturan untuk bayar tilang lewat sidang.

    Hehehe… hampir serupa.., sayapun punya kisah yang sama ketika balik kampung Nop/Des 2007 lalu. Baca di blog saya di sini.

  8. Sudah saya post koq ceritanya.
    Di sini :p

  9. mas frans ini kayaknya polisi deh.
    ato anak polosi, ato cucu polisi.
    emang di daerah ungaran dan sekitarnya tu polisinya pada BBB.aku pernah dipalakin 2x. yang pertama dimintai 70 ribu karena kata polisi tersebut melanggar markah jalan 1 garis. itu terjadi pada 3 september 2008 di dpn Eva cafe jam 8 mlm. kamudian 17 september kmr di percabangan solo-jogja. karena diduga melanggar markah 2 garis. lalu dikantor saya tanya berapa yg harus kami keluarkan untuk pelanggaran marka jalan? kata polisi ANDRIE namanya, dia bilang 40rb tuk satu garis dan 70rb tuk 2 garis. trus saya bilang, brarti kami dibohongin donk waktu di depan Eva cafe kemarin? bapak yg disana bilang 70 ribu. padahal hanya ada 1 garis marka disana. kemudian ANDRIE bilang kalo itu wilayah salatiga. mungkin beda tarif. lalu saya jawab, jelas-jelas bapak yang disana BIlang kepolisian Semarang, dan pengadilan dilaksanakan di SEmarang. Bukannya mengusut keterangan saya dan mengkonfirmasikan dengan rekannya, POLISI ANDRIE tersebut malah bentak-bentak saya, dan dibilang saya ngeyel. aduh, polisi kok gak bisa jaga sikap ya? mungkin itu yang diajarin waktu pelatihan kali ye. gimana saya bisa menuntut kedilan kalo baru membela diri gitu saja sudah dibungkam dengan bentakan dan maki-makian layaknya kriminal? mungkin teman-teman pernah mengalami kejadian yang sama? ayo kita mulai belajar peraturan mengenai tarif pelanggaran di daerah kita masing-masing. tapi masalahnya apa kepolisian kita transparant dalam hal itu? well?

  10. Weleh… weleh mo jadi apa bangsa kita kalo penegak hukum dan keadilan kayak gitu. emang polisi daerah bawen sampe pos tingkir tukang jagal ya???? kakakku sekitar bulan juli yang lalu juga kena Pasal 20. katanya sih melanggar lampu merah, padahal kakakku nggak melanggar rambu2 sama sekali. setelah dikasih 20 ribu, ya udah pada diem tuh polisi. (pasal 20 = 20.000)

  11. sorry telat… lebih baik jadi maling dari pada jadi polisi… edan kabeh polisine

  12. ya ampun, polisi lalu lintas tu gak sejahat yang kita bayangin… coba klo da kecelakaan, siapa yg nolongin??? tugas mereka kan sesuai aturan cuma kita ja yg g tau aturan, kebanyakan ngeless lg… Q jg anak UGM, malu donk nglanggar

  13. apa polisi ungaran tuh apa malah grogotin rakyat nya,
    qta lagi perjuangin hidup cari2 kerja di kota belum malah kena copet di jalan, eh ternyata copetnya polisi, qta dicopetnya di pos lagi,pake nota (surat Tilang),pdahal gak beli apa2 kuk dikasih nota, cari2 kesalahan alias minta duit,apa bedanya ma perampok???alasan ne ga jelas!!
    MAKSAA BANGETTT!!!!
    Udah Mentok kita g punya uang cukup bt bayar tuh polisi, qta disuruh gadaiin barang yang qta bawa, kan malu2in bgt nie…..kayak rampok gaK???ga tau malu x….

  14. tikus berseragam………..

  15. polisi bajingan cari untung sendiri, dasar..

  16. wah ktm blog mu chil.. aq yo ktangkep ne ambarawa iki…. mung gara2 marka.. garangan akeh tnan kae.. bedane aq sidang kie.. wegah aq bayar 50rb

  17. Assalamu’alaikum pak Polisi.
    saya salut dengan adanya penyalaan lampu kemdaraan bermotor, tapi sayang hanya roda dua , bagaimana kalau roda empat sekalian.? kan jadi seru pak Polisi.
    Pak Polisi yang terhormat,pemikiran saya mungkin sama dengan orang 2 lainnya.. Pak Polisi yng terhormat BUMI makin tua, Sekarang lagi rame tentang GLOBAL WARMING, lha kalo siang-siang lampu kendaraan bermesin nyala semua ,berapa derajat celsiuskah panasnya bumi ini tambah panas ? Berarti PakPolisi yang terhormat tidak ikut memelihara bumi ini dong…
    Pak Polisi yang terhormat mohon dipertimbangkn lagi peraturan , dinyalakannya lampu kendaraan bermesin pada siang hari…
    Terimakasih Pak Polisi yang terhormat.
    Wasssalamu’alaikum.

    • maka dari itu mas cm lampu motor yang d nyalakan …………
      dan motor kan ukuran x lebih kecil di banding mobil, jd klo mobil lampu x gak nyalah mash agak jelas kelihatan x tp klo motor dalam keadaan laju d atas 80 km/ jam dan nyelip mobil jaran nampak mas………..

  18. pak polisi yang baik kapan ada lowongan polisi aku pingin daftar mohon di beri petujuk ya . dan aku slalu salut dengan pak polisi yang sudah bagus dalam mengatur lalu lintas ya mudah mudah han kerja pak polisi tidak sia sia yang slalu mengatur lalu lintas ya .

  19. Wakakakakaka…. Deket rumahku tuch… Mang polisi d persimpangan jogja-solo matanya jeli2… Juga pinter ngumung… Pinter lg kalo jualan brambang….😀

  20. Ah ada tuh yang namanya polisi lalu-lintas A.Budiman tapi sifatnya ga budiman, dia suka cari-cari kesalahan orang di jalan pajajaran bandung ma kroni-kroninya… pake baek-baek minta damai segala, UUD…

    temen gw juga kena, dia tanya: salah saya apa pak?
    polisi: anda melanggar garis (maksudnya garis jalan sebelum melewati perempatan)
    temen gue : garis yang mana pak, koq saya ga lihat?
    polisi: garisnya udah kehapus sama ban-ban mobil yang sering lewat.
    temen gue : …. (tau maunya dia apa, ya uda kasih uang damai, kejadiannya sama di jalan itu juga)

    moga-moga dapet pelajaran tuh suatu saat polisi-polisi kaya begitu.

  21. polisi lalulintas adalah seorangsuperman ngak semua orang bisa mengatur lalulintas.hidup pak polantassss

  22. kalau orang yang sadar hukum ngak perlu menghujat dan takut ditindak itulah masyarakat indonesia sudah melanggar hukum maunya menghujat,intropeksi booos

  23. yang melihat lebih jeli, biar ga lama2, ngaku aja langsung, trus minta surat tilang yang warna biru, tinggal transfer ke bank BRI setempat, trus ambil dech surat2 yang disita petugas di t4 satlantas dngn memberikan bukti kalo udah bayar tilang….:) beres dech

  24. weits2 bener banget tuh sama kejadiannya POLISI kita sekere itukah sampe orang ga salah disalah2in salah satunya polisi di daerah Jalan Panjang Jakarta Barat tuh OM BEN (BENI) kayak lagu JACKO jadinya..wakakakakaka. Ampe sumpah serapah lagi klo liat gw masuk jalur busway!!!Wow klo ampe tu sumpah manjurr siap2 aja deh OM BEN..hahahaha
    Kadang kesian juga sih ma polisi model begitu…hmmm mudah2an suatu saat kena batunya tu orang.

  25. @yang merasa aja sih : HOHOHOHOHO…situ Indonesia bukan ya??
    BTW..klo melanggar sih OK klo gak melanggar dituduh??situ mau??
    hahahahaha…

  26. mulia sih kerjaannya….
    tp juga jangan terlalu nyensarain masarakat dengan membebani membayar tebusan tilang (nebus/bayar tilang ditempat)sampai seharag RP250.000 untuk kesalahan 1 pasal. kasian kannnnn

  27. Salut Pak Polisi Lalu Lintas, kerjanya berdekatan dengan polusi udara dan polusi suara, tetapi aku belum pernah mendengar keluhannya. Aku lebih salut lagi, kalau Bapak/Ibu polisi lebih bersikap ramah dan murah senyum. He-He-He… dan Jangan sampai aku mendengar ada polisi yang narik tilang sampai membuka dompet orangnya, kasihan tuh, peringatkan saja. Kalau di daerah kecil mungkin ada yang kurang mengerti atau mungkin beliau terburu-buru karena sesuatu hal yang membuat dia melupakan sesuatu. Oke?

  28. halah, ngapain pake polisi polisian ,, jaman sekarang mah namanya polisi cuma buat gaya gayaan doang,, polisi bukannya bantu rakyat kecil malah makin nyengsarain rakyat kecil,, kalo bg konglomerat emang mbantu karena mreka mau n mampu mbayar tinggi, uang polisi sekarang 100% gak bakal berkah,, banyak kena sumpahan dari rakyat kecil, emang didunia polisi makmur, gemuk2… tapi liat aja ntar diakherat,, bakal kaya apa,,, gw sumpahin loe loe para polisi diharamkan selamanya buat nicipin syurga… w luar biasa benci ama polisi2… selama ni gw gk prnah ngrasain jasanya,, tp justru nyusahin,, orang gk salah aja disalah2in,, mau minta tolong malah cuma dimaki2 dasar polisi !!!! DANCOK LOE !!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: