Apa aku bilang….

20 Desember 2007 pukul 05:53 | Ditulis dalam hanya di Indonesia | Tinggalkan komentar

Awal Desember lalu, Transparansi Internasional Indonesia (TII) merilis hasil survey-nya yang menyebutkan kalo Kepolisian Republik Indonesia adalah instansi terkorup di negara terkorup nomor 38 sedunia. Hasil survey ini, langsung dibantah keras oleh para petinggi institusi kepolisian tersebut. Ya iya -lah Pak, kan Bapak sendiri yang bilang kalo maling pasti ga ada yang mau ngaku. 
Alasan penolakan  dari kepolisian macem-macem. Ada yang ngomong kalo suirvey ini ga ilmiah. Karena ya hanya survey, jadi cuma asumsi masyarakat dan ga menunjukkan bukti kasus dan jumlah nominal yang ikut bermain di dalamnya. Ada juga yang menganggap survey ini ga bisa dijadikan patokan karena jumlah anggota kepolisian yang sangat besar dibanding dengan jumlah instansi menduduki urutan dua atau tiga (kejaksaan dan DPR). Yang paling parah, justru menganggap bahwa lembaga yang mengadakan survey tersebut punya konspirasi tertentu. Walah……

Menurutku juga ga ilmiah. Tapi tahu g, justru itu. Survey itu adalah berdasarkan asumsi masyarakat. Pihalk yang sering berinteraksi dengan kepolisian. Pihak yang harusnya dilayani oleh Kepolisian. Di sanalah cermin kinerja kepolisian. Asumsinya gini, kalo Anda datang ke panti pijat, yang bisa menentukan enak ga nya pijatan si tukang pijat, ya orang yang dipijat. Ya ga sih…??

Sebenernya aku ga benci-benci amat sama Pak Polisi. Aku justru sering salut sama mereka, kalo misalnya mereka ngatur lalu lintas pas hujan-hujan. Ato pas malam hari. Mereka juga terkadang harus tetep dines saat orang lain bersama keluarganya di hari raya misalnya. nah, aku salut ma Bapak-Bapak yang “Siap Melayani Masyarakat” kayak gitu.

Tapi, yang bikin aku sebel dengan Pak Polisi, juga pak Polisi juga tho. Yang suka nilang sembarangan. Yang suka cari-cari kesalahan orang. Ya seenaknya sendiri di jalan raya. Mereka juga anggota Kepolisian dan bener-bener ada.

Udah deh, Pak. Ga usah sibuk-sibuk membantah laporan itu. Yang penting sekarang Bapak instrospeksi diri aja. Gimana kinerjanya. Anak buahnya juga, sapa tahu gara-gara Bapakkurang peduli ma anak buah, mereka jadi cari “sambilan”.  Kalo udah ketemu mana salah mana bener, yang salah dibenerin dan yang bener ditingkatin. Gitu…!!

Salut buat Pak Polisi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: