Pak Dhe Kritis…

15 Januari 2008 pukul 09:38 | Ditulis dalam hanya di Indonesia | 4 Komentar

Simboknya : Le, mBok kamu pulang. Pak Dhe sakit. Sudah 12 hari ini opname.

Anaknya : Lha mBok. Kan pak Dhe udah biasa sakit. Udah sering masuk rumah sakit. Biasane juga terus sembuh.

Simbok : Sekarang beda Le. Pak Dhe sekarang kritis. Malah kemarin sempat koma. Pak Dhe udah sepuh. Kata Dokter, organnya sudah banyak yang tidak berfungsi sempurna.

Anak : Ya sudah. Aku pulang besok.

Esoknya si Anak pulang dan menjenguk pak Dhe di rumah sakit pusat pom.

Simbok : Untung kamu pulang. Sekarng tiliki pak Dhe. Mumpung masih sempat.

Anak : Jangan ngomong gitu tho mBok. Jangan ngalup. pak Dhe itu masih bisa sembuh.

Simbok : Ra reti aku, Le. Yang pengen pak Dhe sembuh itu banyak. Tapi yang pengen lihat pak Dhe mati juga lebih banyak lagi.

Anak : Loh, memang kenapa mBok?? Pak Dhe itu kan hebat. mantan Lurah yang bisa membangun desa kita.

Simbok : pak Dhe itu selama jadi lurah banyak salahnya. Banyak nilep duit masyarakat untuk kepentingan sedulur’e dan koncone.

Anak : Lah, terus, masyarakat pengennya Pak Dhe mati gitu.

Simbok : Yo ora. Justru masyarakat pengen pak Dhe bisa sembuh. Waras-wiris seperti waktu masih jadi lurah. Yang pengen pak Dhe mati itu ya konco-koncene pas masih jadi lurah. Yang kecipratan duit masyarakat itu.

Anak : Kenapa mBok??

Simbok : Kalo pak Dhe mati, kan kasusnya nggak bakal diurus lagi. Ga ketahuan sapa yang salah. Kalau sudah gitu, konco-koncone nggak bakal kena masalah.

Anak : Konco-konco pak Dhe banyak yang datang mBok. Ada yang ngirim karangan bunga juga.

Simbok : Ya seperti itu lah kelakukan konco-koncone pak Dhe. Suka akting. Suka menjilat. Pas pak Dhe masih jadi lurah juga seperti itu Le. Makanya pak Dhe mau-maunya nilep uang masyarakat untuk kepentingan mereka.

Anak : Pak Dhe itu sebenarnya orangnya baik ya mBOk??

Simbok : Pak Dhe itu sebenarnya orangnya baik. Penyayang. Peduli sama masyarakat. Pemimpin yang baik dan disegani. Memang agak ambisius. Tapi maksudnya baik.Sayangnya konco-konco dan anak-anaknya itu orang yang nggragas. Rakus. Saking sayangnya pak Dhe sama mereka pak Dhe jadi mau melakukan apa saja untuk mereka.

Anak : Kalau simbok pengennya piye??

Simbok : Nek simbok pengennya pak Dhe sembuh. Biar kasusnya bisa diselesaikan. Biar pak Dhe kalau mati pun bisa tenang. Nggak tetap dicaci maki orang kalau sudah mati. Kesalahannya mending di selesaikan di dunia daripada di akhirat. Kasihan pak Dhe juga kalau mati masih nanggung kesalahan konco-koncone.

Anak : Kasihan pak Dhe ya mBok. Dia itu sebenarnya pahlawan desa kita. Gara-gara dia desa kita bisa membangun. Sekarang dia kritis, banyak yang tetap mencaci maki.

Simbok : Yo wis. Kamu gek ndang niliki pak Dhe sana.

Sepuh : tua
Niliki : menjenguk
Ngalup : (seolah-olah) mengharapkan kematian seseorang melalui ucapan atau tindakan
Ra reti :Tidak tahu
Nilep : Mengambil diam-diam
Yo ora : ya tidak
Waras-wiris : Sehat wal afiat
konco : Teman
sedulur : saudara
nggragas : rakus
Yo wis : Ya sudah
Gek ndang : segera

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ini analogi atau bukan?

    kalo misalnya si pakdhe sempat merestui perintah untuk menurunkan 1 batalyon tentara demi memberondong 1 kampung dengan timah panas, rasanya kok agak keterlaluan ya kalo aku ndak menunjukkan empati sama keluarga korbannya, apalagi kalo misalnya ada dari temanku yang keluarganya jadi korbannya si pakdhe?

    rasanya wajar, sih, kalo nyawa dituntut balasannya dengan nyawa juga😉

  2. eh, tapi saya juga kepengen pakdhe sembuh dulu. biar utang2nya sama dunia dia lunasi di dunia juga. setelah itu kalo memang harus mati, ya sudah😀

  3. Iya sih, saya juga sempet mempelajari pemberondongan kampus itu…

    Makanya biar pak Dhe sembuh dulu. Biar bisa jelasin semuanya…
    Habis itu langsung mati jgua ga ap-apa.

  4. bukan kampus, cil…yang kumaksud malah tanjung priok, hohohoho…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: