Open Book, Open Notebook, Open Source

5 April 2008 pukul 06:15 | Ditulis dalam hanya di Indonesia | Tinggalkan komentar

Bioinformatika, Metodologi Penelitian Ilmu Komputer, Etika Profesi, Sistem Pendukung Keputusan, Internet/Intranet, Simulasi, Konsep Bahasa Pemrograman, sampai Sains Manajemen. Itu jadwal mid semesterku kemarin. Baru aja selesai kemarin. Ternyata ujian itu capek juga. Dan juga BOROS!!

Selama mid semester kemarin, aku banyak ngabisin uang buat ngenet, fotokopi, ngeprint, fotokopi, beli bensin, fotokopi buku, caari bahan, fotokopi bahan, ngenet, dan fotokopi(udah ya,,??). Bener-bener boros. Ini karena sifat mayoritas ujian di Ilmu Komputer UGM, Open Book. Dari semua mata kuliah yang aku sebutin tadi Etika Profesi adalah satu-satunya ujian yang sifatnya tidak open book. Sisanya silahkan Anda buka buku, buka catatan, buka fotokopian, dan sebagainya. Enak?? Jelas.

Alasan paling masuk akal kenapa di Ilmu Komputer UGM kebanyakan ujiannya open book adalah karena nantinya di dunia kerja, sah-sah aja misalnya kami saat koding misalnya buka buku referensi. Buka Help atau Manual Reference misalnya. Ga ada larangan untuk itu. Beda misalnya untuk temen-temen di Kedokteran. Sangat ga etis misalnya jika ada pasien datang dengan ngomong, “Dok, saya sakit. Gejalanya panas, muntah-muntah dan suka buang air sembarangan. Sakit apa ya Dok??” Dan kemudian si Dokter mesti buka buku untuk menjawab kalau si pasien sakit Demam Berdarah. Ga mungkin dokter mesti buka buku dulu setiap bekerja. Bisa mati duluan kehabisan cairan ingus si pasien. Karena itu, temen-temen di fakultas lain, jangan protes dengan cara ujian kami.

Selain itu, yang jadi masalah selama ujian kemarin adalah Open Notebook. Peraturan di fakultas MIPA (yang ditempel jelas di hampir semua pintu ruang, kecuali WC Pria) melarang mahasiswa membawa dan menjalankan(bener tulisannya gitu!) notebook sepanjang ujian kecuali di soal ujian terdapat tulisan yang memperbolehkan hal tersebut. Peraturan ini nampaknya dibuat untuk melindungi temen-temen yang belum punya notebook dari penyakit hari iri. Kalo menurutku(sebagai mahasiswa pas-pasan yang belum punya notebook, cuma punya binder) hal ini agak mengada-ada terutama di Ilmu Komputer yang kebanyakan mahasiswanya (dan tentu saja mahasiswinya) sudah punya notebook. Kenapa?? Ya, kalo setiap kuliah bawa notebook n catetan kuliah dicatet di notebook, masak ujian ga boleh dipake. Lagipula, dosen Ilmu Komputer UGM mana sih yang kalo nerangin ga pake slide Powerpoint dan sejenisnya?? Masak kita harus ngeprint bahan yang segitu banyaknya?? Malah justru ga efektif. Kecuali mata kuliah seperti Inter/Intra yang memang dosennya tidak memakai slide. Jadi mending catetannya tulis tangan dan dibawa pas ujian.

Kalo masalah iri hati dengki dan ketidakadilan sosial, itu terjawab di paragraf berikut. Ingat, saya juga ga punya notebook loh….

Sifat lain dari ujian di Ilmu Komputer UGM adalah open source. Artinya bisa bermacam-macam. Secara mudah, dapat dikatakan bahwa semua sumber yang digunakan untuk ujian bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Jadi bahan ujian yang dibawa oleh teman kita, bisa kita pinjam. Kan open book dan juga open source. Hampir semua sebelah, depan, belakang, dan sampingku pas ujian(mulai dari Luthfi, Diana, Unding, Jan, anak_2006_lupa_namanya dan yang lain), bersedia meminjamkan bahannya untuk aku pinjam pas ujian. (Terima kasih teman-teman). Termasuk notebook. Makanya, meskipun aku ga punya notebook, aku tetep mendukung boleh dipakainya notebook pas ujian. Kalau ada yang iri, salahnya sendiri dia tidak memanfaatkan fasilitas open source ini.

Bahkan secara ekstrim, menyangkut paham open source ini, kertas jawaban teman Anda pun akan terbuka untuk Anda akses kapan saja. Tinggal, sstt…sstt…!!, nomor 5, maka secarik kertas buram bertuliskan jawaban soal nomor 5 akan sempat mampir ke tangan Anda. Dan juga, mungkin kertas tersebut akan melanjutkan perjalanannya ke tangan-tangan yang lain.

Oh, saya merasa beruntung kuliah di Ilmu Komputer UGM dengan sifat ujiannya yang seperti ini Mungkin ini penyebab nilai IPK saya bisa dibanggakan meskipun belum ada isi otak saya yang bisa dibanggakan. Skripsi?? Tugas Akhir?? Ah.., masih lama.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: