Man of the Match

8 April 2008 pukul 00:06 | Ditulis dalam Ilmu Komputer UGM, Internisti | Tinggalkan komentar

Masih ingat cerita tentang UnderBunny?? Team futsalku itu tadi pagi memainkan pertandingan perempat finalnya pada Kompetisi futsal MIPA. Sayangnya, seperti Liverpool-Arsenal, teamku juga mesti ketemu dengan sesama team Himakom sekaligus team yang kuat, Komsi 2005. Hasilnya??

Pemain pas-pasan

Sebenernya kami hampir aja dinyatakan kalah WO setelah 30 menit dari waktu seharusnya pertandingan dimulai, baru ada 3 pemain(aku, Ayip, ma Mizan) dari 5 orang yang diperlukan. Namun, di detik terakhir, Dimaz n Ingot datang untuk melengkapi team. Akhirnya kami memulai pertandingan dengan pemain pas-pasan sambil berharap Faisal datang untuk nambah-nambahi. Faisal adalah orang terakhir yang diharapakan mengingat cedera(sakit ding) yang dialami A’la dan pemain lain yang tidak bisa dihubungi.

Di awal babak pertama, justru kami unggul terleih dahulu. 1-0. Namun, karena derasanya alur serangan dari Komsi 2005 babak pertama berakhir dengan skor 1-2.

Nah, di saat jeda, kami dapat kabar kalo si Faisal ga bisa datang karena ban motornya bocor. Walhasil, kami bakal terpakasa menjalani 2 x 20 menit ini tanpa ganti pemain. Dalam keadaan tertinggal dan dengan kondisi pemain seperti itu, kami akhirnya milih taktik yang efisien dan bermain untuk kesenangan, bukan kemenangan.

Tapi, di awal babak kedua, justru UnderBunny bisa mendominasi pertandingan. Beberapa serangan di lancarkan namun tak satupun berbuah jadi goal. Waktu itu, aku pikir ini taktik dari Komsi 2005 untuk menhabiskan stamina kami dengan mengandalkan ketatnya pertahanan mereka. Meski begitu, sempat juga kami mencetak goal untuk menyamakan skor 2-2.

Setelah itu, Komsi gantian melancarkan serangannya secara forntal dan bertubi-tubi. Di tengah fisik dan stamina yang memang sudah kacau, Komsi 2005 menambah 2 goal lagi, 4-2 untuk Komsi 2005.

Goal Penting

Nah, karena kami memang udah kecapekan dan kalah 4-2, harapan untuk bisa membalikkan keadaan memang tipis. Jadi karena itu sasarannya ya senang-senang aja. Karena itu saat mendapat bola liar, aku sebagai kiper malah menggiring bola ke garis tengah dari sisi kiri lapangan. Saat sampai ke garis tengah, Ingot justru memberi aku ruang untuk menusuk lebih jauh dari pinggir dengan menghalang-halangi bek lawan.

Melihat hal itu, karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Ingot, aku masuk ke sisi kanan pertahanan lawan. Saat itu, aku melihat Ayip masuk ke kotak penalti lawan, dan menurutku, cara terbaik saat itu adalah memberi umpan silang kepada Ayip, bola pun aku lepaskan dengan tendangan kaki kiriku.

Bola malah mengarah ke kiper dan melewati kedua kakinya untuk kemudian masuk ke gawang. GOAL!! GOAL!! GOAL!! GOAL……….!!! Aku seorang kiper mencetak goal di pertandingan resmi dari open play. DI pertandingan persahabatan Himakom di lapangan Bhinneka ini mungkin udah biasa. Tapi tidak di kompetisi futsal MIPA ini. I must be proud with that strike!!

Istimewanya lagi, goal ini tercipta dari kaki kiriku yang terbalut sepatu lawas nan butut. :p. Goal ini membuat semangat teamku menyala kembali, kalo kata guru olahragaku di SMP ini adalah second wind.

Dan benar, setelah itu, kami benar-benar bisa menyamakan skor jadi 4-4. Saat wasit meniup peluit akhir babak kedua, seri rasanya sudah seperti menang bagi kami. Sambil berharap adu pinalti akan memberi keberuntungan pada kami.

Perpanjangan Waktu

Ternyata, harapan kami meleset, pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 x 5 menit. Meski sudah habis, kami tetap bermain mengandalkan semangat.

Tapi justru semangat itu inti dari pertandingan di perpanjangan waktu ini. Semangat kami yang menggebu-gebu, membuat kami bisa bekerja lebh keras dari Komsi 2005. 5-4, 6-4 menjadi skor di perpanjangan waktu babak pertama.

Di perpanjangan waktu babak kedua, taktik mengulu-ngulur waktu tidak berlaku. Justru kami bermain terus menyerang sampai skor menjadi 8-4 saat wasit meniup peluit akhir pertandingan. Woo, we win….!!

Balas Dendam

Pertandingan tadi sekaligus jadi ajang balas dendam untuk Ilkom 2006 yang merupakan inti dari UnderBunny. Karena di final Liga Himakom 2008, kesebelasan Ilkom 2006 dikalahkan secara menyesakkan dengan skor 3-2.

Udah ah. Besok masih ada pertandingan semifinal nih. Doakan kami bisa memberikan yang terbaik dan menang. Karena juara dari kompetisi ini akan dikirim ke PORMAGAMA, semacam olimpiadenya UGM antarfakultas. FIGHT, DUDE!!!

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: