Daunnya Bikin Kotor?? Tebang Pohonnya!!

15 April 2008 pukul 11:19 | Ditulis dalam hanya di Indonesia | 10 Komentar

Entah kenapa, otak manusia Indonesia sepertinya dirancang untuk berpikir cepat dan (menurut mereka) efisien. Jika muncul masalah maka yang terpikir adalah bagaimana agar masalah itu cepat selesai, entah bagaimanapun caranya. Yang penting, saat ada masalah, ada solusi, jika solusi itu menimbulkan masalah lain, itu urusan belakangan.

Ga percaya??

Contoh yang paling hangat saat ada masalah dengan film Fitna. Film yang dinilai (dan memang benar) menjelek-jelekkan Islam itu tersebar dengan bebas di internet dan bisa dilihat oleh semua orang. Lebih parahnya saat berbagai situs berbagai video, yang paling utama YouTube, ikut menyediakan film tersebut. Dan untuk masalah ini, apa solusi yang bisa terpikir oleh manusia Indonesia?? Blokir YouTube dan kawan-kawan. Habis perkara.

Mereka-orang Indonesia itu- ga mikir dampak pemblokiran dari YouTube itu. Padahal, ada orang yang membutuhkan YouTube dan mengambil manfaat positif dari YouTube, misalnya tentang seorang guru yang mengabil video dari YouTube untuk materi pembelajaran di kelas. Dia jadi ga bisa ngambil video untuk ngajar.

Itu baru dampak yang langsung, bagaimana dengan dampak terganggu trafik internet. Dengan berbagai bisnis yang terganggu. Dengan seorang Ibu yang jadi tidak bisa beli susu untuk anaknya. Dan lain sebagainya. Itu baru terpikir setelah kejadiannya terjadi.

Setelah aku ingat-ingat, dulu waktu masih zaman SMA juga pernah terjadi kejadian kayak gini di SMAku. Waktu itu gara-gara ada yang maen futsal di lapangan sekolah dan memecahkan kaca jendela, yang terpikir oleh orang Indonesia pertama kali adalah dengan melarang futsal di sekolah. Meskipun futsal itu lebih positif daripada kami menghabiskan energi dengan berkelahi di lapangan sekolah. Waktu ada sepeda motor ilang di sekolah, solusi yang diberikan adalah tidak boleh membawa motor ke halaman sekolah. Cerdas.

Seperti yang ditulis Jan, jangan sampai untuk memburu tikus di sawah adalah dengan membakar sawahnya.

Oh ya, aku baru inget satu kasus lagi yang masih anget. Masalah : seorang blogger yang nyambi jadi hacker (atau hacker yang nyambi jadi blogger) memajang nomor kartu kredit di blognya. Dan kemudian seseorang (You_Know_Who, saya takut dihajar UU ITE kalo ngomong bahwa dia berkumis dan berinisial RS) mengecap semua blogger seperti itu dan mendeskreditkan semua blogger. Mesipun kemudian dia ngomong kalo blogger bisa positif bisa negatif, tapi tak ayal pernyataannya, jelas-jelas melukai para blogger.

Masih ada contoh lain?? Jadi aku ulangi, jangan sampai untuk memburu tikus di sawah adalah dengan membakar sawahnya. Untuk mengurangi sampah daun kering adalah dengan menebang pohonnya. Jangan sampai mencegah adanya perselingkuhan atau perzinahan dengan menghalalkan kawin kontrak(kok aku jadi ngelantur sampai sini yah). Intiny itu saja. Sekian dan terima kasih.

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ooo…aku tau chiel…RS itu pastilah si bodoh yang pernah diparodikan sama himakom dengan si jan sebagai pelakonnya..hahahahaha

  2. oh…si kermit to mas😀

    udah baca hasil dialog riyogata (kalo ga salah ini namanya ga ya? CMIW) vs pakar telematika indonesia, kocak abis….😀 di situ dia malah nyalahin pers karena salah kutip pernyataan dia (masalah flaring yutup🙂 )

  3. sitampandarimipaselatan(dulu) :::
    Si Jan itu RS bajakan

    Sheila :::
    Si Kermit yang pandai berkelit
    Simak apa ucapannya saat diminta ngeblog

  4. Nah disanalah kehebatan pola pikirnya. Cepat akurat dan menyelasaikan masalah tanpa masalah. Ooops… kok malah ngiklan pengadaian ya🙂

    Lalu gimana jika sekiranya ada orang kudisan dan udah lam ngak sembuh2, tentunya kesembuhan terakhir buang induk penyakitnya ya. Mengerikan kalau begitu. he….he…

  5. janganlah langsung dibunuh, asal dia blum jadi mekominfo aja😉 … nah…kalo ini terjadi harus dikeluarkan ajian santet dari pulau gw😀

  6. tanahisirah :::
    RS tu kudisan ya..?? Kq aku baru tahu….

    Sheila :::
    mekominfo = menteri (mis)komunikasi dan informasi (palsu)

  7. Setelah aku ingat-ingat, dulu waktu masih zaman SMA juga pernah terjadi kejadian kayak gini di SMAku. Waktu itu gara-gara ada yang maen futsal di lapangan sekolah dan memecahkan kaca jendela, yang terpikir oleh orang Indonesia pertama kali adalah dengan melarang futsal di sekolah. Meskipun futsal itu lebih positif daripada kami menghabiskan energi dengan berkelahi di lapangan sekolah. Waktu ada sepeda motor ilang di sekolah, solusi yang diberikan adalah tidak boleh membawa motor ke halaman sekolah. Cerdas.

    Ini bukannya ulah bang Imam yak? Huhuhu… Solusinya bisa diibaratkan membunuh lalat dengan meriam.

    Mencegah siswa bolos juga, dengan mbikin jembatan ke Lab IPA, nyewa satpam. Sekolah ditembok tinggi-tinggi. Payah…

  8. bang Imam-mu itu orang Indonesia bukan??

    jangan panggil bang deh, sama sekali ga layak.

  9. Terus apa dong?
    Dik, Mbak, Bu?:mrgreen:

  10. Badak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: