Selamat Tinggal Ilmu Murah

2 Mei 2008 pukul 08:08 | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Tulisan ini, baru saya tulis tanggal 8 Mei 2008, padahal ide untuk menulis ini saya dapatkan pas mbaca koran Sindo di rumah mas Joe tanggal 1 Mei 2008. Rencananya, tulisan ini bakal saya tulis tanggal 2 Mei, tapi karena satu dan lain hal, terpaksa baru saya tulis sekarang. Meskipun tulisan ini tetap saya tanggalli 2 Mei, pas Hari Pendidikan Nasional sekaligus ulang tahunnya David Beckham.

Di rumah mas Joe itu, saya baca bahwa harga koran Sindo itu naik. Untuk eceran dari yang sebelumnya 2000 perak menjadi 3ribu perak. Di hari sebelumnya, saya beli Kompas Update dan saya baca di Gadjah Mada Medical Centre (GMC) pas nganter mantan saya yang kecelakaan siang harinya. Ternyata, yang saya pegang saat itu adalah Kompas Update edisi terakhir karena mulai tanggal 2 Mei, Kompas Update yang seharga 1000 perak dan terbit sekitar jam 12 siang itu tidak terbit lagi dan diganti Kompas edisi ekonomis seharga 2000 perak.

Kejadian ini dipicu oleh naiknya harga kertas dalam 3 bulan terakhir ini. Karena semakin lama semakin tidak dapat ditanggung lagi oleh penerbit, maka beberapa penerbit menaikkan harga jual produk mereka.

Kompas Update selama ini telah menjadi andalan mahasiswa untuk mendapatkan informasi tercetak secara murah dan aktual. Sekarang, dengan tidak adanya Kompas Update itu, jelas mahasiswa dengan uang saku pas-pasan berpikir dua kali untuk beli surat kabar. Kalo beli Kompas ekonomis seharga 2000 perak itu, jelas mikir-mikir karena harganya dua kali lipat dari Kompas Update. Selain itu, jumlah harganya yang hanya 16 halaman membuatku jadi ragu tentang isi informasi dari Kompas itu. Apakah 16 halaman itu menjadi sangat padat dan berisi atau hanya berisi informasi “seperlunya”.

Meskipun masih ada Tempo dengan harga 1000 perak, tapi menurutku ini adalah alternatif yang kurang pas karena isi berita Tempo itu(yang pernah aku baca milik mas Septo yang pernah dibawa ke Himakom) tidak seinformatif Kompas. Gaya tulisannya pun tidka begitu menarik. Meskipun murah tapi kalau kualitasnya kurang, ya buat apa..??

Sekarang paling aku milih untuk cuma beli koran di akhir pekan, seperti dulu. Karena kalo di hari Minggu kan kebanyakan surat kabar isinya tentang gaya hidup mulai dari olahraga, hiburan, sastra, sampai teka-teki silang. Kalo soal informasi yang up to date setiap hari, mungkin televisi atau internet di SIC bisa membantu karena aku peroleh secara gratis. :p

Oh ya, kayaknya selain saya, yang bakal kena akibat dari tidak adanya Kompas Update adalah para ujung tombak penjual koran Kompas Update itu yang terdiri dari anak jalanan dan loper kecil-kecilan. Selama ini mereka pasti memperoleh keuntungan dari penjualan yang menurutku mencapai ratusan eksemplar setiap harinya. Tapi dengan ini, penjualan mereka bakal menurun drastis, hilanglah masa-masa emas karier mereka sebagai penjual koran.

Siapa salah ??

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. semua emang mahal jaman sekarang

  2. Ada yang murah, biaya smsms.
    :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: