BBM dan Sepedaku yang Ilang

17 Mei 2008 pukul 03:43 | Ditulis dalam Daily Prophet | 6 Komentar

Sial. Pemerintah berencana menaikkan harga BBM lagi. Gara-gara harga minyak dunia yang melambung sampe 120 dollar Amerika per barrel, harga BBM bakal dinaikkan 30 persen per 1 Juni nanti.

Ya Allah. Itu berarti, harga bensin yang sehari-hari di konsumsi Shogun 125-ku yang gendut dan boros itu bakal berharga 6000 perak seliternya. Selama ini, si Shogun itu rata-rata menghabiskan jatah 18 ribu seminggunya. Jadi kira-kira kalo bensin udah naik Shogun jelek itu bakal menguras 24 ribu dari kantongku setiap hari Senin. Waduh…!!

Bukan itu saja. Kalo harga BBM naek, naga-naganya harga kebutuhan pokok juga bakal ikut-ikutan naek. Ngiri mungkin. Ini sih benar-benar waduh. Bisa-bisa jatah sangu yang setiap bulannya di beri oleh Ibuku tercinta bisa-bisa kurang. Padahal, untuk aku minta kenaikan gaji sangu sama Ibuku jelas ga mungkin dan ga tega. Baru dua bulan ini naek soal’e.

Kalo gini, aku jadi teringat sama pacarku sepedaku yang raib duluan. Dulu, zaman pas aku lagi pertama-tama masuk kuliah, aku ke kampus naek bus kota. Setelah BBM naik bulan Oktober 2005, sepeda kesayanganku di kirim untuk menempuh perjalanan Kudus-DJoKJa. Lalu sekitar April 2006, gantian Shogun 125ku itu yang menempuh perjalanan Kudus-DjokJa untuk pertama kali. Tiga hari setelah itu, sepedaku dicolong orang pas di bawa Ghani ke kampusnya di UNY sono.

Untuk Bapak/Ibu/Saudara Maling : Maling bejat!! Kembalikan sepedaku!!

Untuk Sepedaku :
Langit takkan bisa tunjukkan
Dimana hatiku
Dimana kau ada
Mungkinkah dia kesepian
Terperangkap malam
Dimana kau ada (Jikustik, Di Mana Kau Ada)

Sebenernya, kemarin-kemarin Ghani sudah menunjukkan itikad baik untuk mengganti sepedaku yang ilang karena ketidakberuntungannya. Tapi aku ga tega karena ilangnya sepeda yang sempat aku namai Sylphid itu bukan murni kesalahannya. Sekarang, karena kerinduanku untuk ngonthel lagi dan kenaikan harga BBM serta biar dibilang peduli lingkungan dan global warming kayaknya tawatan itu perlu dipertimbangkan lagi.

Previous Entry >>> Saya Puas..!!

Next Entry >>> Dimana Kau Ada??

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Di sini enak jalan kaki timbang ngonthel..
    Naik tuun jalannya…😛

  2. Sekarang, karena kerinduanku untuk ngonthel lagi dan kenaikan harga BBM serta biar dibilang peduli lingkungan dan global warming kayaknya tawatan itu perlu dipertimbangkan lagi.

    Hehehe…. jangan bingung dan kelamaan mempertimbangkan, cari bantuan dengan “ngitung benik”: tega… gag tega…. tega… ga.. tega…😀

  3. Ardianto :::
    Di sini jalannya cuma turun doang kq.(Kalo pas berangkat ke kampus)

    Faiq :::
    Saya kalo kuliah pake kaos je. Ga ada beniknya. :p

  4. saya juga klo kuliahslalu pake kaos😀
    OOT

  5. ngontel enak tau
    pengganti olahraga (kalau sepedaku ada remnya)

  6. Monorawx :::
    Ini ngomongin tentang benik(kancing).
    Bukan tentang kaos.
    Jadi kamu punya sepeda ga Nox…??

    Zulfikar Hakim :::
    Kalo ga ada remnya malah lebih menyehatkan lho..!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: