Pormagama Futsal 2008

8 Juni 2008 pukul 09:18 | Ditulis dalam Uncategorized | 5 Komentar

Kalo bangsa Yunani (apa Romawi ya..??) punya semboyan yang namanya Vini Vidi Vici. Kayaknya semboyan saya maen dan saya kalah cocok untuk aku. Soal’e, setelah kejadian itu terjadi di Himakom League 2007, kejadian yang sama terjadi di Pormagama Futsal 2008 yang baru selesai kemarin. Kejadiannya hampir sama. Deja Vu.

Dalam tiga pertandingan pertama penyisihan grup saya sengaja “disimpan” dengan tidak dimainkan oleh pelatih, mas Davif Fisika 2003. Di pertandingan pertama itu, MIPA membantai Filsafat 7-3, lalu menahan imbang tim kuat Psikologi, dan menggulung calon-calon dokter dari KU 4-2.

Dengan hasil itu, MIPA lolos sebagai juara grup dan bertemu tim Hukum di perempat final.

Nah, di perempat final itu, dengan ditinggal dua pemain dari Geofisika, Aji sama Rio, MIPA kalah 1-3 di babak pertama. Dan sang pelatih akhirnya mengeluarkan senjata rahasianya. Aku. Mungkin sambil berharap saya bisa membut kejaiban di separuh akhir pertandingan.

Dan keajaiban musim ini mungkin cuma milik Christiano Ronaldo. Soal’e di babak kedua itu, justru saya kebobolan 2 goal dan MIPA akhirnya ditundukkan 5-2.

Ah, sudah lah. Pecundang memang tak berhak banyak bicara. Dan sekarang status saya, mantan kiper cadangan timnas futsal MIPA.

Previous Entry >>> The Seven Nature Wonders

Next Entry >>> Saya Sudah S.Kom

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ahahaha…. Semangat, Bung! Segeralah bangkit dari keterpurukan! Rebut posisi kiper utama! *halah*

  2. Ah…
    Saya udah tua. Udah saatnya gantung sarung tangan. Biar anak-anak muda saja yang melanjutkan perjuangan saya. He…

  3. kalo dulu, pas turnamen yang kemarinnya lagi, di mana saya menjabat sebagai manajer, si faisal tukang bolos itu yang bikin antiklimaks. draw aja padahal lolos, tapi apa boleh buat, dia handsball di kotak penalti. penampilannya timus yang gemilang di kala mengawal galang jadi sia2. ncen kudune kipere mipa kie timus, kok. ojo kowe😛 kakakakakaka!

  4. wah…rapopo chiell
    yang penting maen…

    pancen kita ini cuma level bhinneka..😀

  5. Mas Joe :::
    Timus ki pakanan soko telo Mas…!!
    Ah, waktu itu kalian pake Tinus kan gara-gara aku menolak untuk maen. :p

    Monox :::
    Levelmu Bhinneka Nox. Tapi kalo aku kan juara MIPA. he…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: