7 Days in Pundong

7 Juli 2008 pukul 09:19 | Ditulis dalam Daily Prophet, on KKN | 12 Komentar

Saya sedang stress berat. Dari seluruh fase kehidupan yang pernah saya jalani, saya rasa kehidupan selama 7 hari KKN ini adalah fase terberat dalam kehidupan saya. Beberapa masalah numpuk jadi satu dan menjadikan saya berada dalam tingkat stress yang paling tinggi yang pernah saya alami.
Mulai Selasa tanggal 1 Juli kemarin, saya resmi menjalani KKN bersama 32 orang lain dari kelompok saya di desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul. Jalan Paris km 21 belok ke kiri. Di sini saya tinggal serumah dengan Rifqi, Shema, Agra dari TP, Alphine dari KG, sama Melati (bukan nama sebenarnya) dari Ilmu Komunikasi di dusun Panjang, desa Panjangrejo. Minggu pertama ini kami awali dengan observasi, sosialisasi program dan tetek bengek lainnya.

Secara umum sih di sini baik-baik. Kondisi rumah sangat layak, keramahan lokal, serta keindahan alam pedesaan yang asri. Masalah mulai muncul gara-gara kami kecapekan dengan segala dengan tetek bengek tadi. Seakan-akan waktu 24 jam sehari itu tidak cukup karena masih banyak hal yang ternyata belum kami lakukan di tengah banyaknya hal yang sudah kami lakukan seminggu ini.

Hari Rabu, kami mulai di pusingkan dengan hal-hal administratif yang ga penting banget. Mulai dari pengisian K1, K2, K3 yang sangat ga jelas karena semua orang punya penafsirannya sendiri-sendiri padahal memperoleh informasi dari sumber yang sama. Di tengah-tengah hal ini, kami disibukkan dengan keramahtamahan desa yang membuat kami mesti menghadiri berbagai kegiatan dan bersosialisasi kesana kemari untuk kulo nuwun pada warga setempat. Hasil dari observasi dan sosialisasi ini adalah setumpuk dan seabrek usulan kegiatan yang diinginkan masyarakat.

Dari seabrek usulan itu, kami harus memilah-milah mana program yang prioritas yang harus dilakukan. Akhirnya pada Jumat dan Sabtu, kami harus menyelesaikan Laporan Rencana Kegiatan yang tak kalah membingungkan tentang definisi program tema, program non tema, program sub unit, program individu de es be. Pada Jumat malam Sabtu itu, saya baru tidur setelah sholat Shubuh dan bangun lagi pada setengah tujuh pagi. Yes!! Saya sukses terkena imsomnia.

Seperti yang sudah-sudah dalam setiap kegiatan yang saya ikuti, saya selalu “menyempatkan diri” untuk bersusah-susah menyakiti hati dan otak saya untuk menambah beban pikiran dengan masalah tentang “racun dunia”. Sumbernya, mantan orang yang hampir pernah saya kasih hati. Sekarang, karena tinggal serumah dan jadi sengaja ga sengaja deket, plus beberapa kejadian yang mengharuskan kami mengalami hal yang seharusnya tidak terjadi pada sepasang teman, bener-bener mengoyak-oyak sisa harddisk dan memori yang tersisa pada otak saya.

Bodoh…!!!

Hari Minggu kemarin, bersama remaja masjid di dusun Panjang ini, kami berlima minus Melati, pergi ke gua Cerme. Dari rombongan KKN yang ikut naik sepeda dan jalan kaki ke goa Cerme yang ada di puncak suatu bukit ini cuma saya. Hasilnya, saya harus berpura-pura kuat dan tegar untuk memberi semangat pada rombongan remaja masjid yang rata-rata terdiri dari cewek-cewek berjilbab.

Setelah di sana, ceritanya ada semacam outbond untuk remaja masjid agar lebih kenal dan akrab satu sama lain, termasuk kepada kami-kami ini. Habis dhuhur, saya yang pertama kali ini pergi ke gua Cerme, dan bersama kebanyakan anggota rombongan lain memutuskan untuk melakukan eksplorasi ke gua ini.
Awalnya, saya bener-bener meremehkan gua ini dan berpikir kalo gua ini sama aja dengan goa-goa lain yang pernah saya masuki sebelumnya. Eksotis Men….!! Bener. Itu kalo kita bisa lihat jelas dengan hanya bantuan senter dan tidak berkonsentrasi pada jalan di dasar gua yang tertutup air yang mencapai sepinggang. Total satu seperempat jam waktu untuk menembus goa ini dari bibir ke bibir. Kaki lecet, sedikit memar, serta kepala beberapa kali terbentur atap gua adalah hasil yang lumrah untuk perjalanan ini. Tapi sumpah, seru banget…!! Kalo saja tidak ada setan berwujud manusia yang hadir jika ada cowok dan cewek sedang berduaan, maka gua itu adalah gua terindah yang pernah saya masuki.

Baru tujuh hari KKN saja, saya sudah punya cerita sepanjang ini. Mungkin tambah dua minggu lagi saya akan punya berita besar untuk di ceritakan. Semoga saya berita baik. Bukan berita bahwa Rifqi di usir warga karena ketahuan menghamili kambing tetangga.

NB : Ngomong-ngomong, di sini ada cinta lokasi loh.. Ini Buktinya.

Previous Entry >> KKN PM UGM

12 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kkn neng bantu ya mas…
    hmm ….

    http://kudus.informe.com
    ngramein forumnya anak kudus yuk🙂

    regard cah gebog

    • kalau boleh tau di mana kalian sekarang?

  2. asslm,ha, blognya keren dech aku jadi pengen buat blog kapi sayang aku bukan dijurusan Multimedia,jadi sulit untuk mengisi blognya he,,,,,,,
    eh gimana kkn di pundong enakkan hehe,,,,

  3. eh,,, mz kok fs nya aneh aku g dong. fs nya g kayak punyaku, coba buka fsq,,,
    btw gi napa ni hari,,,,

  4. cah Panjang :::

    enak. Dengan kalian semua menyusahkan kami.
    Dan kami pun menyusahkan kalian. :p

  5. HAY

  6. pundong gokil abiez dah…….

    aplgy org.na kya org gila smua..

  7. Wah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    koyoke kok enak!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  8. MAZ2 N MBAK2 KKN KAPAN MAEN KE PANJANG LAGI??DITUNGGU LHO..

  9. he.he makasi ya mas, latihan wpress-ny brmanfaat mudah2n http://puspitabangsa.web.id/🙂

  10. assalamualaykum. selamat menunaikan ibadah puasa 1430 H

  11. masak ank muslim dkt cwox sih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: