Deja Vu

27 Oktober 2008 pukul 16:12 | Ditulis dalam Internisti | 4 Komentar
Tag: , , ,

Yang terjadi padaku kemarin pas ikut FUtsal Spirit UGM 2008 benar-benar seperti Deja Vu. Cerita di dalamnya persis sama dengan yang terjadi pas Pormagama 2008 kemarin.

Jadi ceritanya, untuk menebus hutang budi sama team UnderBunny, aku mau saat diminta menjaga gawang mereka untuk kompetisi FUtsal Spirit ini. Yap, berkat mereka, aku bisa ikut team futsal MIPA dalam Pormagama kemarin. Nah, karena itulah, begitu kesempatan datang untuk bersama Underbunny di kompetisi se-UGM, aku merasa perlu untuk ikut team ini meski sebenarnya aku udah pengen gantung sarung tangan(meskipun aku ga pernah pake sarung tangan) dari team ini.

UnderBunny yang sekarang udah beda komposisinya dari team juara MIPA dulu. Team ini mengalami kehilangan besar saat ditinggal Faisal Dwiyana, libero tangguh yang murtad ke ITB. Karena itu, lubang itu ditambal dengan menambah Budi sama Azwar, dua-duanya Ilkom 2005.

Nah, masalah datang karena setelah mendapat bye di babak pertama, jadwal pertandingan babak kedua berbarengan sama jadwalku untuk mengunjungi dusun Panjang, tempat KKNku kemarin. Walhasil, aku sukses dateng telah di pertandingan itu.

Pas aku dateng, temen2 yang lain sudah maen setengah babak. Posisiku di isi oleh Tinus, kiper dari Ilkom 2006 yang sebenarnya cukup bagus. Tapi kaget rasanya saat tahu, skor saat itu sudah 5-0. Dan pada akhir babak pertama, team lawan sudah senang dengan keunggulan 7-0.

Tanda-tanda Deja VU yang pertama, aku maen cuma di babak kedua, saat teamku udah pasti kalah. Dan tanda-tanda Deja Vu yang kedua adalah karena team musuh dari Fakultas Hukum, yang mayoritas pemainnya yang aku inget, sama dengan yang mengalahkan MIPA pas Pormagama!!

Sialan!! Selama babak kedua, teamku sempat mencetak 2 goal sebelum akhirnya di gawangku kebobolan 2 goal. Jumlah goal yang sama yang bersarang di gawangku pas Pormagama. Itu masih terbilang beruntung, soale aku sendiri mencatat ada tiga tembakan lawan yang digagalkan tiang gawang. Tiang yang sama tiga kali. Tapi di samping itu, aku berhasil menggagalkan satu pinalti dan mencetak satu assist untuk Ingot dalam strategi permainan yang aku namakan “Lempar bolanya ke Ingot”.

Hasilnya, 9-2 untuk Hukum. Aku datang, aku maen, dan aku kalah.

<< Menjalani Hidup Baru

Kriptologi >>

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. maen chiell….

    sing penting maen…
    seperti di bardosono futsal…

    tenang chiell…tetep tak ada yang bisa menggantikanmu di gawang underbunny

  2. kowe pancen kiper penuh dosašŸ˜†

  3. Kalah maning.. kalah maning.. Ketone maksimal mung iso nampang neng MIPa tok yo? He..he..

  4. monorawx :::
    Ga juga Nox…
    Ada yang mo gantiin aku??

    mas Joe :::
    bukanne penuh dosa,
    cuma banyak kebobolan…

    ayipeiger :::
    Cuman kurang jam terbang aja kok kayaknya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: