I Love Korea(n) : Yogyakarta

18 Januari 2009 pukul 23:58 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Seoul Women University | 10 Komentar
Tag: , , , , , , , , , ,

It’s our last day in DjoKja. Maksudnya ya hari terakhir kita sama-sama di DjoKja. Hari ini acaranya free session. Boleh ngapain aja ke mana aja sama temen-temen dari Seoul Women University ini. Karena ini hari Minggu, kita mo ngajakin mereka ke UGM Sunday Morning Market yang terkenal itu. Dormitory-nya ada di perumahan dosen UGM, deket sama Ghra Sabha Pramana. Begitu keluar dari dormitory, udah kelihatan deh ramenya pasar SunMor.

SWU in Masjid Kampus UGM

SWU in Masjid Kampus UGM

Acara sempat “di hambat” sama Tuti yang pamitan hari ini. Sehingga pemandangan melankolis yang ada tangis-tangisannya terhampar pagi yang cerah itu. Akibatnya, kita baru berangkat ke SunMor sekitar jam8, saat matahari udah tinggi dan panas.

Di Korea ada pasar tiban kayak gini ga ya?? Kayaknya ga deh. Dan yang pasti, di universitas mereka, ga ada pasar tiban tiap hari Minggu gitu. Yup. This is DjoKja. And this is Gadjah Mada University.JeongKyung and Deer

JeongKyung and Deer

Kita sarapan di SunMor, nyobain bubur ayam, ketupat sayur, sama nasi kuning. Ternyata mereka ga gitu suka. Mungkin bukan taste yang mereka kenal. Kalo aku perhatiin selama ini, kayaknya mereka memang ga suka sama yang berkuah dan mungkin berkaldu. Habis sarapan di deket masjid kampus UGM, aku bawa mereka jalan ke Utara ke lembah UGM. Aku pamerin ke mereka rusa UGM. Aku ga bisa jawab ketika mereka tanya kenapa ada rusa di sini. Iya juga ya, kenapa ada rusa di lembah UGM?? Kalo pun untuk penelitian dan sebagainya, harusnya rusa ini ada di fakultas peternakan, bukan di sini. Kayaknya keberadaan rusa di sini ada kaitannya dengan rencana membuat lembah UGM jadi taman kupu-kupu. Karena taman kupu-kupunya mangkrak dan ga jadi makanya rusa-rusa juga bisa dibilang jadi terlantar di sini.

Masjid Kampus UGM's Gate

Masjid Kampus UGM's Gate

Habis itu, kita berjalan ke Selatan terus sampai jalan Prof. Dr. Notonegoro. Belok di depan masjid Kampus UGM. Masjid Kampus yang satu ini emang punya arsitektur yang menarik dan unik. Ga salah kalo kita maen-maen di sini dan foto-foto. Aneh jika dibandingkan dengan mas-mas dan mbak-mbak yang lagi kajian di dalam masjid. Astagfirullah. Kita foto-foto di gerbang maskam dan di taman deket air mancurnya. Aku juga sempat foto berdua sama Kimong (untuk kesekian kalinya) di taman maskam itu. Foto itu sekarang udah aku cetak dan aku pajang di kamarku.

chiell and Kimong

chiell and Kimong

Pulang dari SunMor sekitar jam setengah10. Jam 10nya kita udah ada di mobil buat perjalanan ke Keraton. Kami batal ke Keraton Ngayogjakarta Hadiningrat hari Senin yang lalu. Trus di ganti hari ini deh. Aku sendiri baru pertama kali ini berkunjung ke sini. Makanya waktu mereka tanya ini itu, aku sama sekali ga bisa menjelaskan. Akhirnya, guide dari Indonesia nyerah dan kami memanggil guide yang sebenarnya yang udah disediakan sama pengelola Keraton ini. Baru deh, aku juga jadi tahu ini dan itu. He…

Srimpi Dance

Srimpi Dance

Sultan Palace

Sultan Palace

Sultan Yogyakarta's Palace

Sultan Yogyakarta's Palace

Dari keraton, perjalanan dilanjutkan ke Taman Sari. Tempat yang konon katanya di pakai oleh putri-putri raja zaman dahulu untuk mandi, berekrasi melepas penat. Sayangnya waktu itu, matahari bersinar dengan garang. Panas banget. Arsitektur Taman Sari sangat artistik dan unik. Katanya, arsitekturnya adalah campuran dari beberapa gaya. Misalnya Jawa, Eropa, dan Timur Tengah. Mungkin ada sedikit Cina. Yang jelas ga ada Korea. Di sana ada gerbang kolam, menara, dan sebagainya. Kayaknya semua tempat ga luput untuk jadi latar belakang kami berfoto ria.

Taman Sari

Taman Sari

Taman Sari's Pool

Taman Sari's Pool

Taman Sari Park

Taman Sari Park

Up side

Up side

chiell

chiell

Breath

Breath

Dari Taman Sari yang indah, perjalanan di lanjutkan ke tempat yang ga kalah indah. Pizza Hut. Makan siang. Sepanjang perjalanan dari Taman Sari ke Pizza Hut di deket Tugu, SuHong, Kodomo, JeongKyung, HyeKyeong-Nuna (mbak HyeKyeong) ngajari aku lirik lagu So Hot-nya Wondergirls yang sedikit di ubah biar pas ma aku. Jika ditulis kayaknya gini :

I’m so hot, nanomo moshita
I’m so fine, nanomo meryo iso
I’m so cool, nanomo mocho
I’m so so so hot hot.

Benar-benar lagu yang narsis. He..

Habis makan siang (bener-bener habis mpe tak bersisa), kita pergi ke Kota Gede untuk melihat (dan mereka membeli) kerajinan perak. Kita mampir di salah satu toko di daerah Kota Gede. HS Silver kayaknya. Karena ini hari Minggu yang merupakan hari libur, cuma sedikit perajin yang datang. Sehingga kita cuma bisa lihat dikit proses pembuatan kerajinan peraknya. Yang seru jelas pas kita lihat etalasenya. Rame. Mereka ribut sendiri pilih ini dan itu. Yang paling rame jelas si Kimong, si ratu shopping. Dia beli ini itu, lumayan banyak. Yang aneh Suhong. Dia tadi pagi udah ngaku kalo dia ga punya agama. Dan di sini, dia beli pembatas buku yang ada tulisannya bismillah. Artistik menurutnya.

Silver Works

Silver Works

Kota Gedhe's Silver

Kota Gedhe's Silver

Kimong and EunHye

Kimong and EunHye

Dari Kota Gede, kita ke Mirota Kampus. Shopping lagi buat persiapan mereka berangkat ke Canaan besok pagi. Cuma muter di swalayan itu, butuh waktu hampir 3 jam. Wuih… Yang paling mereka cari ternyata adalah kopi Indonesia yang katanya terkenal. Mereka pada dasarnya emang suka kopi sih.

Malam ini, malam terakhir bagi kita……

Yap, this is our last night in DjoKja. Sayangnya, karena mereka mesti packing, acara malam ini cuma tukar kenang-kenangan. Itu pun udah malam banget. Udah jam10 lebih. Aku dapat beberapa souvenir khas Korea. Peluit dari keramik, Pembatas buku gaya Shilla, pulpen, wadah pulpen, cermin, dan sebagainya. Mereka juga kita beri kenang-kenangan khas UGM dan Indonesia. Ada juga yang saling tukar menukar koin mata uang negara masing-masing. Aku dapat 500 won, 200, 100, 10 dan 5 won. Karena ga bawa koin, baru besok paginya aku beri mereka masing-masing 1 koin campuran dari koin 1000 rupiah, dan 100 rupiah tahun 1976 dan 1978. Aku kasih tahu mereka kalo koin itu udah ga dipake di Indonesia dan beberapa koin lebih tua dari usia mereka. He..

The Last Dinner

The Last Dinner

souvenir

Seneng rasanya bisa maen-maen sama mereka seminggu ini. Kapan-kapan gantian aku yang maen ke Korea ah…..

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. masya allah….
    raimu melasi tenan, chiell….

  2. yang mana tho??
    namanya juga capek mas.
    bayangin kalo harus ngelayanin 10 cewek selama seminggu…

  3. sing foto cah 2 kuwe… ketok men nek ra pede dengan tampang sendirišŸ˜†

  4. Walah, ngomong wae nek kowe iri mas…
    He..

  5. berkunjung, salam kenal deh

  6. nek aku jujur pancen ngiri chil!!
    btw, warnane coklat opo pink?? hehe.. U know lah what I meanšŸ˜€

  7. Wah, saya ga perhatikan.
    Langsung maen emut aja soale….

    :p

  8. wah si Sung-I beraksi

  9. […] Dok : Chie […]

  10. […] Dok : Chie […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: