Learn How to be a Korean

22 Januari 2009 pukul 16:47 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, on KKN, Seoul Women University | 2 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Ceritaku bersama mahasiswi-mahasiswi Seoul Women University masih berlanjut ketika kami bersama-sama berangkat dari DjoKja ke suatu tempat bernama Canaan naik bus UGM. Sebelum berangkat, setahuku, Canaan itu berada di Sukabumi. Bener. Tapi sekitar 100km lagi ke arah barat. Canaan ternyata adalah nama semacam sekolah asrama yang bernama lengkap Canaan Farmer’s Institute. Letak tepatnya di desa Karangpapak kecamatan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Ketika berangkat dari DjoKja hari Senin sekitar jam 11.30, kami tiba di lokasi pukul 3 pagi. Benar-benar perjalanan yang panjang dan melelahkan. Apalagi saat akan tidur, wakil kepala sekolah Canaan yang bernama Mr. Park mengatakan bahwa kami harus udah siap sarapan jam7 pagi nanti. Hhhh, ngantuk.

Canaan Farmer's Institute

Canaan Farmer's Institute

Tetapi, ketika aku akan keluar sarapan keesokan paginya (sarapannya di gazebo), semua kelelahan yang aku alami rasanya terbayar lunas ketika melihat pemandangan di depan asrama. Laut. Seperti keindahan yang dibayangkan di semua novel atau komik, asrama Canaan ini berdiri di lereng bukit yang menghadap ke laut. Betapa indahnya. Tempat yang cocok untuk berlibur.

Tapi kami tidak berlibur di sini. Temen-temen dari Seoul Women University di sini untuk melakukan semacam Kuliah Kerja Nyata. Mereka akan mengajar di sekolah, ikut serta dalam acara pengobatan gratis, serta belajar menjadi seorang petani Korea di sini. Yayasan Canaan Farmers Institute ini adalah sebuah yayasan milik Korea yang memfasilitasi mahasiswa-mahasiswi Korea yang akan melakukan semacam KKN itu di luar negeri. Mereka mempunyai lahan luas banget di sekitar asrama untuk dijadikan lahan pertanian. Selain itu mereka juga bekerja sama dengan penduduk sekitar untuk memberikan pengajaran, membangun sarana dan prasarana dan sebagainya. Tapi kalo jalan-jalan, sempet lah.  Hari pertama, kami langsung menikmati indahnya pantai Karang Hau di daerah Pelabuhan Ratu itu.

Karang Hau Beach

Karang Hau Beach

Karang Hau Beach 2

Karang Hau Beach 2

Waiting for the Wave

Waiting for the Wave

EunHye, Suhong, and Hana

EunHye, Suhong, and Hana

It’s like in Korea here. Selain kepala sekolah, setidaknya ada 3 orang lagi di sini yang berasal dari Korea. Sisanya, beberapa tukang kebun dan karyawan yang berasal dari Indonesia sudah bisa berbahasa Korea sekedarnya. Jadinya, semua orang yang di sini ngomong dengan bahasa Korea. Selain itu, makanan yang disajikan ber-taste Korea, lengkap dengan Kim Chi-nya. Aku mulai menyukai Kim Chi di sini. Setiap makan, aku pasti mengambil sejumlah banyak Kim Chi(bahkan untuk ukuran Korea).

Oh ya, sebelum makan, kami harus mengucapkan semacam sumpah. Dalam bahasa Korea. Tapi di salah satu dinding ruang makan, arti dari tulisan itu ditulis besar-besar. Ada tiga inti dari sumpah tersebut. Jangan makan untuk makan, makan untuk kerja. Tidak kerja tidak boleh makan. Satu kali makan di bayar empat jam kerja.

Vow before Meal

Vow before Meal

Karena aturan itu, ketika sarapan jam7 pagi,kita membayarnya dengan kerja dari jam07.30 sampai 11.30. Selama di sini, kita kerja di pagi hari dengan mengajar di sekolah. Di SD negeri Nagrak tepatnya. Nah, masalahnya SD Negeri Nagrak ini adalah sebuah sekolah Indonesia biasa. Guru, murid, sampai kepala sekolahnya adalah orang Indonesia asli, kebanyakan Sunda. Ada yang Jawa. Pak Rukiyo, salah satu guru ternyata malah berasal dari desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Deket dengan tempat KKNku dulu itu.

Teacher Kimong and Teacher JeongKyung

Teacher Kimong and Teacher JeongKyung

Student of SDN Nagrak

Student of SDN Nagrak

Karena sekolah itu sekolah Indonesia, sedangkan semua mahasiswi Korea itu tidak satupun bisa berbahasa Indonesia, untuk itulah aku ada di situ. Aku mesti membantu mereka mengajar. Menerjemahkan yang mereka katakan dalam bahasa Inggris, ke murid-murid dengan bahasa Indonesia. Kalo dipikir-pikir, ini sebenarnya bukan mereka yang mengajar dibantu aku, tapi aku yang mengajar dengan materi dari mereka. Masalahnya, aku harus bisa menguasai kelas agar mereka bisa menerima pelajaran dari temen-temen mahasiswi. Hari pertama, aku mengajar kelas 1 dan 2 yang digabung jadi satu. Aku mengajar sama HyeKyeong-Nuna dan YooJin-Nuna. Tahu kan betapa ributnya kelas 1 dan 2…. Butuh tenaga ekstra buat mengajar mereka. Untungnya, aku pernah lihat cara Melati ngajar anak-anak pas zaman KKN dulu. Intinya cuma harus bisa menarik perhatian anak-anak itu. Jurus-jurus yang dipake Melati untuk menarik perhatian anak-anak itu aku praktikkan di situ. Hasilnya, hari itu berlalu dengan aku mendapat pujian dan banyak ucapan terima kasih dari HyeKyeong-Nuna dan YooJin-Nuna.

Makan siang dimulai tepat jam12. Ga boleh telat ato kamu ga akan dapat makan. Setelah itu,kita dapat istirahat siang sampai jam13.30. Jelas bukan waktu yang cukup untuk dihabiskan dengan tidur siang. Sejak aku kenal sama teman-teman Korea ini, mereka memang tidak mengenal yang namanya tidur siang. Kalo ketiduran siang-siang mungkin iya.

Karena sumpah sekali makan 4 jam kerja itu, kerja siang dimulai pukul 13.30 sampai 17.30. Nah, kalo siang, biasanya yang kita lakukan adalah kerja di lahan pertanian. Tapi tidak sepenuhnya kita bertani sih. Mungkin cuma kerja sampingan di pertanian. Soalnya yang kita lakukan waktu itu cuma memilih bambu untuk lanjaran, untuk tempat tumbuhnya tanaman merambat serta mencabuti rumput liar. Tapi lumayan. Masalahnya jam segitu panas banget dan kita melakukannya selama 4 jam.

Sunset

Sunset

Habis kerja siang, makan malam jam6 sore. Waktu itu, jam segitu pas banget dengan jam matahari tenggelam. Jadi kami makan malam dengan latar yang romantis banget. Oh ya, di sini saat makan selain harus menghabiskan semua yang ada di piring, kami juga diharuskan mencuci piring secara bergiliran setiap selesai makan kecuali sarapan. Giliranku bareng sama HyeKyeong-Nuna dan EunHye. Aku jadi bisa tanya-tanya banyak tentang HyeKyeong-Nuna dan EunHye.

Jumper!!

Jumper!!

Sesudah makan malem, kerja 4 jam itu adalah kerja untuk diri sendiri. Bisa mandi, cuci pakaian, bersihin kamar, belajar dan sebagainya. Kamar mereka di cek oleh wakil Kepala Sekolah pas jam8 malem soalnya. Jadi harus bener-bener bersih. Di sini, jam10 malem juga udah harus tidur. Ga ada acara ngobrol malem kayak masih di DjoKja.

Satu hal lagi, kami harus udah bangun jam5 pagi. Setelah itu melakukan upacara bendera, eh olahraga pagi. Lari-lari kecil naik turun bukit 2 kali. Lumayan capek. Tapi setelah pulang dari sana, badanku jadi sehat. Tidur cukup, olahraga, dan tak lupa makan banyak, bergizi, dan teratur.

Indonesia-Korea

Indonesia-Korea

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dear friend,
    rencana akhir juni 2009 kami akan berkunjung ke Yayasan Canaan Farmer’s Institute membawa rombongan dari korea 30 pax, bolehkah kami diberi info alamat lengkap dan nomor telepon dan kami juga perlu Accommodation first grade yang terbaik didaerah tersebut, rencana kami akan tinggal 4 malam pada hotel tersebut,
    atas informasi yang diberikan kami ucapkan terimakasih.
    Yos

  2. hi
    aku mw tanya kamu ada punya alamat dan no.tlp canaan na g y???
    makasih ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: