When I’m Gone

23 Januari 2009 pukul 23:29 | Ditulis dalam Nggombal..!!!, Seoul Women University | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Aku baru nyadar kalo aku sudah benar-benar berpisah sama mereka saat aku sudah ada di Pelabuhan Ratu. Di pelabuhan Ratu, dengan melihat debur ombak yang berkejaran dan ikan-ikan lucu berenang yang terlihat dari permukaan, aku mulai merindukan mereka.

Aku ingat senyum manis Hye Kyeong-Nuna dan menyesal ga memanfaatkan waktu dengan ngobrol lebih banyak dengannya selama ini. Aku ingat cara Kimong(key) memanggilku dan menyesali hubungan kikuk kami selama di canaan. Seharusnya aku juga ga menjahili Kodomo secara berlebihan sampai-sampai dia sempat marah sama aku.

Terminal Pelabuhan Ratu bukanlah sebuah penumpang yang sibuk. Tidak banyak kejadian menarik di antara orang-orang yang berlalu lalang begitu saja. Hampir 2 jam aku di situ (kampret!!, bisnya ga datang-datang) ga banyak orang yang aku lihat datang dan pergi.

Besok adalah ulang tahun Jeong Kyeong dan aku ga ada di sana sekedar untuk mengucapkan happy birthday. Aku juga ga bisa tahu banyak tentang Yoo Jin dan rencananya menjahili Jeong Kyeong besok. Eun Hye dan Su Hong pasti heboh banget dengan rencana itu di besok.

Sepanjang perjalanan Pelabuhan Ratu-Sukabumi aku mencoba tidur. Tapi yang kulihat hanyalah tawa mereka. Aku terus mendengar mereka berteriak dan pengamen yang memainkan lagu sendu(mas, bisa diem ga sih?? lagi ngalamun nih…). Semuanya terasa tidak membantu.

Ingin rasanya bertemu Hana dan memanggilnya “nDut” sekali lagi. AKu juga pengen lagi nyanyi So Hot untuk di rekam di depan kamera Daun. Aku juga masih pengen mengejek poni lucu ga simetris Youn Ju.

Makan siang di terminal Sukabumi menjadi makan siang terakhirku dalam 10 hari ini tanpa mereka. Aku juga ga perlu mengucapkan sumpah sebelum makan terlebih dahulu. Kali ini ga ada lagi kim chi dalam piringku. Yang ada hanya teriakan kernet bis dan suara mesin bisnya.

Aku mengejar Bandung dan bus ke Kudus selepas maghrib. Namun bayang-bayang mereka terus mengejar dan aku tak mampu lepas darinya. Orang yang memakai tas yang ada tulisannya Korea. Ibu setengah baya yang memakai kaos orange. Mas-mas yang bermata sipit. Rasanya aku tidak akan pernah melihat mereka lagi.

Aku tertidur selama perjalanan Bandung Kudus. Mimpiku sudah bukan tentang mereka lagi. Begitu menginjakkan kaki di Kudus, aku sadar aku sudah jauh dari mereka. Annyong ki haseyo…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: