Makan

27 Juli 2009 pukul 23:38 | Ditulis dalam Daily Prophet, Sharing | 1 Komentar

Akhir pekan kemarin, aku jadi panitia acara pelatihan yang bernama resmi, “Pelatihan Aktualisasi Diri Membangun Sinergi Organisasi Kemahasiswaan UGM”. Sebuah acara untuk teman-teman dari Unit Kegiatan Mahasiswa se-UGM dengan tujuan agar mereka bisa membangun sinergi. Dalam jangka waktu tiga hari di desa wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman itu aku benar-benar belajar banyak hal. Tapi, ada satu hal yang menurutku pantas di publikasikan dalam blog, tentang sesuatu yang sangat sederhana yang jadi masalahku seminggu kemarin. Makan.

Jadi dalam sebuah sesi pelatihan, pak Haryanta, trainer yang seorang dosen Psikologi UGM, menceritakan sebuah pengalamannya ketika ikut serta dalam team penerimaan pegawai baru sebuah perusahaan minyak. Dalam seleksi itu, 25 % lulusan UGM yang tinggal mengikuti tes terakhir, tes kesehatan, tidak lolos. Sayang banget. Itu tes terakhir dan “cuma” tes kesehatan.

Saat ditelusuri penyebabnya, ternyata lulusan yang tidak diterima itu mempunyai kadar Hemoglobin yang rendah. Dengan kata yang lebih mudah di mengerti, lulusan UGM yang tidak diterima itu menderita gizi buruk. Penyebabnya, kebiasaan mereka untuk makan tidak teratur dan mungkin seadanya.

Nah, itu yang jadi masalahku seminggu kemarin. Kemarin-kemarin aku disibukkan dengan coding. Dengan Development Environment bernama CorelDraw X4 dan menghasilkan file berekstensi .cdr. Aku belum puas kalo belum menyentuh tahap tertentu dalam pekerjaanku itu. Selain itu, kalo lagi kerja gitu dan trus ditinggal makan, untuk memulai kembali dan menemukan kembali alurku, rasanya susah. Akhirnya, sempat dalam 2 hari aku cuma makan sekali sehari.

Benar-benar susah mengatur waktu hanya untuk sekedar makan. Sebagai mahasiswa kos, untuk sekedar makan saja kita harus merelakan waktu untuk keluar kamar, keluar kos, menuju warung untuk makan. Bahkan untuk memilih mau makan apa di mana, kadang2 menjadi masalah tersendiri yang butuh waktu lumayan untuk menyelesaikannya.

Masalah itu kadang bertambah di akhir bulan seperti ini. Saat duit jatah bulan ini sudah dihabiskan untuk berfoya-foya di awal bulan, di akhir bulan, kita harus memastikan jatah yang tinggal sedikit cukup sampai kiriman datang lagi. Dan pos anggaran yang paling mudah untuk dipotong adalah pos makan. Makan aja di warung prasmanan, ambil nasi dan sayur yang banyak dan lauknya cuma ambil sepotong gorengan.

Aku sih belum pernah sampe seperti itu. :p Tapi memang untuk mengatur waktu untuk bisa makan teratur 3x sehari lumayan susah. Apalagi kalo pas banyak kerjaan, ninggal bentar untuk makan rasanya sayang. Mungkin itu penyebab sampe sekarang berat badanku ga pernah nembus angka 50 kg.

Sekarang ini mencoba berubah. Paling ga dengan memastikan ada biskuit yang bisa di makan di kamar. Jadi kalo emang lagi banyak kerjaan, bisa sambil ngemil biskuit itu. Aku ga mau kalo aku emang bakal daftar jadi karyawan, aku ga diterima hanya gara-gara menderita gizi buruk…

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bahkan untuk memilih mau makan apa di mana, kadang2 menjadi masalah tersendiri yang butuh waktu lumayan untuk menyelesaikannya.

    Seperti teringat pada sekelompok anak2 yang mau milih tempat makan aja pake googling…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: