Lovable

31 Juli 2009 pukul 07:39 | Ditulis dalam Nggombal..!!! | 1 Komentar
Tag: ,

Beberapa orang diciptakan sangat beruntung karena dia lovable. Betapa mudahnya dirinya untuk di sayangi dan dikagumi. Seringkali, orang-orang yang tertarik pada orang-orang lovable ini tidak punya alasan khusus kenapa dia mencintai orang lovable ini. Dia lovable. Itu aja.

Tentu saja tidak ada penjelasan ilmiah untuk ini. Kecuali bahwa mungkin si lovable ini mengeluarkan feromon yang cocok untuk kebanyakan jenis orang. Dan itu berhasil mengaburkan pandangan orang lain ke dia sehingga seseorang dengan mudahnya menilai tinggi dirinya dan akhirnya jatuh cinta padanya.

Setidaknya tiga sampai lima orang manusia telah aku identifikasi sebagai lovable. Semuanya cewek. Satu orang sudah sangat terkenal di lingkungan Ilmu Komputer UGM. Jumlah korban lovable yang satu ini, mungkin cukup untuk membuat sebuah team sepakbola beserta cadangannya. Keisengan anak-anak Ilmu Komputer UGM bahkan membuatkan nama dua kata untuk laskar patah hati ini. Kata pertama adalah “korban”. Kata kedua adalah nama si lovable. Jadi misalnya yang lovable adalah si Diaz, maka laskar patah hati ini akan bernama KD = Korban Diaz. Orang akan menghargai Anda secara berbeda ketika Anda menyandang gelar KD.

Orang-orang yang lovable memang lovable. Gampang banget untuk jatuh cinta kepadanya tanpa harus punya alasan. Di sinilah letak masalahnya. Di antara sekian banyak orang yang jatuh cinta kepadanya, ga mungkin semuanya bisa diterima. Ato dalam kasus tertentu, semuanya ga bisa diterima. Nah, akhirnya jumlah korban akan sulit diidentifikasi untuk kemudian dilakukan evakuasi.

Bukan kesalahan si lovable juga sih. Dia beruntung diciptakan seperti itu. Ato, dia malah merasa ga nyaman dalam kondisi seperti itu. Tapi aku pikir ga mungkin. Semua manusia jelas merasa tersanjung ketika dicintai. Hanya saja, upaya mencegah dan mengurangi jumlah korban yang berjatuhan rasanya memang perlu dilakukan. Memasang tanda “unavailable” di jidat mungkin bukan solusi cerdas, tapi mungkin bisa dicoba kalo memang benar-benar berniat.

Dari dulu, aku menganggap hina kalo ak sampai jatuh cinta ke seorang yang lovable. Ga kreatif. Kayak ga ada cewek lain untuk dicintai aja. Tapi ya itu tadi, lovable memang lovable. Aku tidak butuh alasan untuk jatuh cinta kepadanya.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. si dani yo ra seneng mbi kowe😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: