Susahnya Minta Maaf

10 September 2009 pukul 04:36 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Nggombal..!!! | 4 Komentar
Tag:

Akhirnya aku berhasil nulis lagi. Sebenarnya kemarin sempat terpikir untuk mengakhiri hidupku sebagai mamen chiell. Termasuk salah satunya dengan berhenti menulis di blog ini. Bahkan aku sudah menulis sebuah epilog untuk perpisahan blog ini.

Tapi semua itu aku urungkan. Jelas sekali sosok mamen chiell adalah sebuah alter ego penting dalam hidupku. Tanpa sosok mamen chiell yang keras kepala dan sombong mungkin aku ga bisa bertahan sejauh ini. mamen chiell adalah sebuah topeng yang aku butuhkan untuk melindungi sosok alter egoku yang lain. Atau mungkin justru mamen chiell adalah sosok asliku yang berusaha menguasai seluruh kepribadianku. Entahlah. Yang jelas aku butuh semua sisi negatif mamen chiell untuk bisa tetap berdiri ketika separuh dunia seolah-olah berkonspirasi untuk menjatuhkanku..

OKeh. Sekarang kembali ke topik. Susahnya minta maaf. Bayangkan, hanya untuk sebuah kata maaf, orang rela antre tiket berjam-jam, bahkan sampai nginep di stasiun. Untuk bisa berjabat tangan, orang rela menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan sepeda motor di tengah terik matahari. Untuk bisa mendapatkan sebuah senyuman, ga sedikit pengorbanan untuk bisa menikmatinya.

Yah, fenomena mudik di Indonesia. Mungkin hanya di Indonesia. Meski sekarang sudah zaman smsms sampe Facebook, orang tetap merasa memerlukan pulang mudik untuk bisa bertemu langsung, berjabat tangan, berbagi senyuman untuk bisa ngomong “Maaf Lahir Batin”. Untuk dapat merasakan kesempatan sekali setahun itu orang bisa mengorbankan banyak hal, bahkan ga sedikit yang harus mempertaruhkan nyawa, ada juga yang sampai kehilangan nyawa, untuk merasakan kebahagiaan bisa diberi maaf oleh orang lain.

Kemarin-kemarin, waktu nongkrong di A7, sering terdengar perdebatan tanpa akhir oleh dua kubu tentang mudik. Satu kubu bersikeras untuk tetap pada rencana awal naek kereta ke Jakarta dengan alasan lebih aman dan nyaman. Kubu yang digawangi oleh Sudarmadi alias Didi dan diperkuat oleh Adhitya “Superman” Widyatama ini rela mengeluarkan sedikit lebih banyak uang untuk menikmati tidur di kereta dan tiba-tiba sudah nyampe di Jakarta.

Kubu yang laen, terinspirasi oleh keberhasilan motor packer Septian Diaz Adhi Wicaksono, mengeluarkan rencana sedikit gila untuk pulang sampai Lampung dengan sepeda motor. Kubu ini, diwarnai oleh Tarcisius Dimas Widyanto Kristyarso dan Muhammad Deni Al Haq. Dengan alasan lebih nyantai dan murah, mereka mengabaikan resiko lebih untuk bisa pulang kampung. Selain itu, mereka bisa menikmati sensasi petualangan dengan sepeda motor dan menikmati pengalaman yang lebih banyak dan bervariasi saat bekendara dengan dua roda.

Huh.. mudik. Demi sebuah kata maaf. Maaf akan terasa sangat mahal ketika kita berusaha minta maaf kepada orang yang sudah tidak mau lagi mendengarkan kita. Gimana caranya bisa minta maaf ketika orang yang akan kita minta maafnya udah bilang, “Terserah. Aku ga peduli lagi sama kamu.“. OKeh. Aku udah mengakui kalo aku salah dan aku minta maaf. Aku bahkan mau melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan kembali maafmu dan menikmati lagi senyummu.

Sebenarnya aku udah bertekad untuk tidak lagi nonton film buatan Indonesia. Tapi aku tertarik pada film “Kata Maaf Terakhir”. Tentang perjuangan seseorang untuk menghapus kesalahannya dan mendapat kata maaf terakhir. Berusaha meminta maaf kepada orang yang bahkan sudah tidak lagi menganggap dia ada. Yah, selain karena alur ceritanya, aku juga tertarik dengan akting Tyo Pakusodewo yang bisa dibilang sudah senior. Tapi ada juga sedikit keraguan ketika film itu juga dibintangi seorang Maia Estianti, seorang penyanyi dan pencipta lagu yang hebat.

Kata Maaf Terakhir. Mungkin itu yang aku butuhkan. Aku ga kuat ketika kamu berkata, “Terserah.”. Aku ga bisa minta lebih banyak lagi selain maafmu.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. he3x, suatu saat ingin merasakan mudik, masa mudik paling jauh cm ke muntilan…😀

    pgn juga tuh touring naek motor kaya diaz…

  2. padahal yang penting bukan minta maafnya,
    tapi taqaballahu minna wa minkum-nya..
    hehe..

  3. Seagate :::
    Kapan2 ke Kudus wae py Git??
    Kalo aku udah pindahan rumah, InsyaAllah kalian tak undang maen ke rumahku deh…

    Faisal :::
    Indonesia…!!
    Jangan lupa kalo kita hidup di Indonesia…

    Eh, ngomong2 kalian ngapa aja di sini..??
    Hari ni (12 September GMT) jadi rekor hari tersibuk blogku lho..
    149 klik…

  4. Ayo kapan nih ke Kudusnya???
    aku juga udah punya pikiran buat sekalian backpaker di Karimun Jawa, ndak jauh toh?hehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: