How do We Live Before Google??

31 Oktober 2009 pukul 22:50 | Ditulis dalam Yeah. I'm Geek. So?? | 2 Komentar

Ada yang inget bagaimana cara kita hidup sebelum adanya Google?? Bagaimana waktu itu kita bisa bertahan hidup tanpa bantuan Google?? Aku bahkan ga ingat masa-masa kelam dan penuh kebodohan itu. Yang jelas sekarang, kita benar-benar ga bisa hidup tanpa Google..

Google adalah sasaran kita pertama saat mencari informasi di internet. Ato, kalo boleh aku katakan secara lebih ekstrim, Google adalah sasaran pertama saat kita berinternet. Ga terhitung jumlah komputer dan browsernya(selain Chrome tentu saja), yang menjadikan Google sebagai homepagenya. Ato setidaknya, toolbar pencarian dengan Google, ada di pojok kanan atas di hampir semua browser eksis saat ini.

Apa yang kita lakukan sekarang saat kita tidak tahu definisi tentang suatu kata atau istilah?? Secara cepat kita akan memasukkan kata atau istilah ke dalam Google dan dengan sekejap, vocabulary kita akan nambah satu kata atau istilah. Setidaknya, rasa penasaran kita akan segera terhapus dari memori proses yang sedang berjalan.

Kemudian, ketika kita berusaha menjelaskan sesuatu tapi kita tidak tahu kata yang tepat untuk menjelaskannya, kita akan menyuruh temen kita Googling. Ato kita sendiri yang mencarinya lewat Google, dan setelah ketemu kita tinggal bilang, “Nih baca sendiri..”

Aku masih ingat dengan jelas waktu kita tersesat kemarin, teman. Dan dengan cepat kamu mengeluarkan hepo untuk segera Googling tempat yang sedang kita cari. Dan betapa kecewanya kamu ketika Google belum mampu menjawab tempat yang kita cari. Pembenaran kita pun bukan dengan menyalahkan Google. Tapi menyalahkan tempat itu yang saking terpencilnya bahkan Google pun belum mampu mencarinya. Ato, Google sebenarnya mampu, hanya saja tempat yang kita cari memang terlalu ketinggalan zaman untuk memasukkan namanya ke dalam internet agar mudah ditemukan oleh Google.

Kita sering sekali mengakhiri sebuah perdebatan dan perbedaan pendapat dengan mengandalkan Google. Kita mencari informasi yang benar dan valid dengan Google. Dan kemudian semua orang akan puas dengan informasi yang diberikan oleh Google. Perdebatan kita pun usai dengan manis. Dengan sebuah kebenaran sebagai penyelesaiannya.

Dan yang paling menyedihkan dari kita adalah bahkan kita harus menentukan tempat di mana kita makan malam ini dengan bertanya pada Google. Kita memasukkan semua keyword, keadaan yang kita mau ke dalam Google dan kemudian nama pertama yang di sebut Google adalah tempat yang kemudian kita tuju. Google says, Google rule atau apalah istilahnya, yang jelas kita kemudian benar-benar percaya Google.

Untung saja malam itu Google tidak mengarahkan kita ke tempat yang tidak mungkin kita tuju seperti Caesar, toko Merah, atau sebuah tempat mengerikan di Afrika.

Apa jadinya kita tanpa Google, teman…

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. saya hidup bahagia sebelum google…sekarang sih jauh lebih bahagia xP

  2. Masalahnya, cara itu pun masih belum sempurna. Kita belum bisa menanggulangi keadaan ketika hasil pencarian google itu berupa halaman daftar tempat makan.

    Soalnya bisa aja google dapet keyword-nya itu dari entri yang urutan paling bawah. Jelas kalo yang diambil yang paling atas, jadinya gak adil dong.. :p

    Kalian sih keburu kelaperan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: