Breakeven

6 November 2009 pukul 20:47 | Ditulis dalam Nggombal..!!! | 6 Komentar

I’m still alive but I’m barely breathing,
Just prayed to a god that I don’t believe in,
‘Coz I got time while she got freedom,
‘Coz when a heart breaks no it don’t break even.

Yeah, sekarang ak memang masih hidup. Tapi untuk bisa bernafas aja susah. Apalagi bisa melangkah. Kemana pun aku pergi, semua hal yang aku lihat masih mengingatkanku tentang dirinya. Sekarang, ketika dia sudah bebas melangkah kemanapun, aku punya waktu untuk memikirkan semuanya. Memikirkan tentang diriku, tentang hatiku. Walapun aku patah hati, setidaknya hati yang asli tidak benar-benar patah.

Her best days will be some of my worst,
She finally met a man that’s gonna put her first,
While I’m wide awake, she’s no trouble sleeping,
‘Coz when a heart breaks no it don’t break even, even no.

Setelah ini, dia akan melalui hari-hari yang indah. Dengan seseorang baru yang sudah dia temukan. Yang menurutnya lebih baik daripada aku. Yang menurutnya, bisa menjaganya lebih baik daripada aku. Sementara aku di sini, di sudut gelapku, melalui hari-hari terberat dalam hidupku. Saat aku melalui malam-malamku dengan terjaga tanpa bisa memejamkan mata, dia telah memimpikan orang lain.  Yap, meskipun aku patah hati, sayangnya hatiku yang asli tidak benar-benar patah.

What am I supposed to do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I’m all choked up and you’re ok
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces

Apa yang harus aku lakukan sekarang. Ketika bagian terbaik dari hidupku adalah tentang dirinya. Ketika aku tercekat dan dia baik-baik saja. Aku terjatuh menjadi kepingan.

They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
‘Coz she’s moved on while I’m still grieving
And when a heart breaks no it don’t break even, even no.

Katanya, semua ini gara-gara aku. Gara-gara kesalahanku. Gara-gara semua sikap kasarku dan tingkahku yang tidak mau mengertinya. Apa pun yang dia katakan, aku tetap terluka. Hatiku tersayat. Dia sudah bisa pergi dengan orang lain sementara aku berusaha merayap, merangkap mencari cahayanya. Dan tentu saja, ketika aku patah hati, hati ini tidak benar-benar patah. Semua ini tidak pernah adil…

What am I supposed to do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I’m all choked up and you’re ok
I’m falling to pieces, yeah
I’m falling to pieces, yeah
I’m falling to pieces, (One still in love while the other one’s leaving)
I’m falling to pieces, (‘Coz when a heart breaks no it don’t break even)

Apa yang harus lakukan ketika semua alasanku adalah dia. Ketika dia adalah hari terindah dalam hidupku. Cahaya yang menerangi langkahku. Namun, apa yang bisa aku katakan ketika aku hancur dan dia baik-baik saja menjalani hidup barunya dengan orang lain. Aku berusaha mengumpulkan kepingan-kepingan waktu yang menyakitiku. Menjadikannya sebuah melodi lagu sendu, menyanyikannya dalam gelapku..

You got his heart and my heart and none of the pain,
You took your suitcase, I took the blame.
Now I’m tryna make sense of what little remains, oh.
‘Coz you left me with no love, with no love to my name.

Kamu mendapatkan semuanya. Hatiku, hatinya, dan kamu tidak terluka sama sekali. Kamu melangkah pergi, dan aku yang menanggung semua sakitnya, perihnya, dan kehancuran. Sekarang semua yang tersisa cuma secuil akal sehat. Karena kau telah meninggalkanku tanpa cinta, tanpa sedikitpun cinta yang kamu tinggalkan untukku.

I’m still alive but I’m barely breathing,
Just prayed to a god that I don’t believe in,
‘Coz I got time while she got freedom,
‘Coz when a heart breaks no it don’t break, no it don’t break, no it don’t break even no.

Aku masih hidup, namun untuk bernafas pun susah. Apalagi untuk melangkah. Aku hanya bisa berharap mampu kembali berdiri dan berlari kembali. Toh, dia pun sudah pergi. Meninggalkan untuk bersama dengan yang lain. Yeah, aku memang patah hati. Aku memang terluka. Semuanya terasa tidak adil. Tidak setimpal.

What am I supposed to do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I’m all choked up and you’re ok
I’m falling to pieces, yeah
I’m falling to pieces, yeah
I’m falling to pieces, (One still in love while the other one’s leaving)
I’m falling to pieces, (‘Coz when a heart breaks no it don’t break even)

Apalagi yang bisa ak lakukan. Selama ini hidupku adalah kamu. Segala yang terindah dalam hidupku adalah dari dan untuk kamu. Apa lagi yang bisa aku katakan, kamu udah pergi dengan orang lain. Meninggalkan menjadi kepingan-kepingan di jalanan..

Aku menjadi kepingan.

Ketika yang satu masih mencintai, yang lain pergi dengan orang lain.

Oh, it don’t break even, no
Oh, it don’t break even, no
Oh, It don’t break even, no

Semua terasa tidak adil. Tidak pernah adil…..

Breakeven — The Script

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. i said bad things happen for a reason..
    even it no wise word to stop your bleeding..

    believe it.. that’s true.. maybe there’s another plan, a reason. that you’re gonna find your fate.

  2. jgn hny berpikir berdasar perspektifmu..

  3. kq g ganti2 e tulisane??

    g ada topik lain yg bs dibahas po??

  4. Welldan :::
    Kan ada kalanya kita berhenti sejenak, Well

    chichiell :::
    Aku mempercayai apa yg aku lihat kq

    Apsari :::
    Maaf. Kmrn2 lg ga sempat nulis. Skrg udh ad tulisan baru kq. :p

  5. heheh..baru kali ini ada yang nerjemahin lagunya the script tros di posting di blog. unik unik unik

  6. Akhirnya ketemu uga terjemahan yg pass😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: