Idealita versus Realita

23 Januari 2010 pukul 14:38 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Ilmu Komputer UGM, Yeah. I'm Geek. So?? | 2 Komentar

Selama ini, ak selalu menjadi seorang realis. Ketika sesuatu serasa tidak mungkin untuk dicapai, ak memilih untuk mencari target lain yang lebih terasa mungkin untuk dikejar. Bukannya aku takut bermimpi, aku hanya takut terjatuh. Aku juga bukannya tidak mau untuk berusaha, hanya saja, aku memilih diam jika ternyata nanti usahaku tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Atau jika hasilnya ternyata masih di awang-awang, terlalu tinggi untuk dijangkau.

Sekali waktu kemarin, sebenarnya aku ingin menjadi seorang idealis. Aku tidak pernah mengulang mata kuliah yang sudah aku ambil, apa pun nilainya. (Sebenarnya pernah sekali, Organisasi dan Arsitektur Komputer I. Tapi pun, semester depannya aku ngambil Organisasi dan Arsitektur Komputer, dari segi nama aja udah beda. Jadi anggap aja aku mang ga pernah ngulang.) Aku membiarkan saja nilai C dan D untuk beberapa mata kuliah bertebaran di transkripku.

Ada juga mata kuliah yang terkenal sangar di Ilmu Komputer UGM, yakni Kriptografi. Demi rasa ingin tahu dan sok keren, ak ambil mata kuliah tersebut. Hasilnya, C. Aku bertekad tetap mempertahankan mata kuliah itu.

Di semester 7, aku ngambil mata kuliah Keamanan Sistem Jaringan. Dan karena lebih memilih pergi jalan-jalan, aku ga ikut ujian akhir semester mata kuliah itu. Beruntung nilai D untuk KSJ masih muncul di KHSku semester itu. Karena ak merasa itu juga gara-gara kesalahanku sendiri, aku ga mengulang mata kuliah itu dan tidak berniat menghapusnya dari transkripku.

Segalanya berubah kemarin. Saat aku dihadapkan pada yudisium dan peluang untuk mendapatkan predikat “sangat memuaskan” waktu cabut dari Universitas Gadjah Mada tercinta. Yap, akhirnya aku kembali ke jalanku sebagai seorang realis sejati. Beberapa nilai C dan D itu akhirnya terhapus dari transkrip nilaiku. Nilai D untuk Keamanan Sistem Jaringan. Juga nilai-nilai C untuk Basis Data Lanjut dan Kriptografi.

Beberapa persyaratan lowongan kerja meminta IPK di atas 3,25. Demi kenyataan itu, aku memilih untuk menghapus mimpiku mempunyai mata kuliah Kriptografi, Keamanan Sistem Jaringan, dan nilai D di transkripku.

Hmmm…

Yah, mimpi kita untuk sebuah keadaan ideal yang ingin kita dapatkan, seringkali langsung luntur oleh paksaan kenyataan.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Lah. Kan niat untuk mengulang juga demi mencapai suatu keadaan Ideal.. Semisal seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah tiga kali untuk mencapai cita-citanya menaklukkan mata kuliah itu. :p

  2. Ya terkadang mimpi kita tak sejalan dengan realita, tapi itulah hidup. Good posting, salam kenal ya. Pliz mampir ketempatku ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: