The Big Bang Theory

24 Juni 2010 pukul 15:12 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Yeah. I'm Geek. So?? | 6 Komentar

Aneh. Selama ini, pergi ke mana pun saya, ketika bertemu dengan lingkungan baru, tak seorang bakal mengenal The Big Bang Theory. Pokoknya, ketika saya bertemu orang-orang di luar Ilmu Komputer UGM, dan bertanya, “Pernah nonton the Big Bang Theory g??“, dapat dipastikan hampir semuanya menggeleng. Beberapa malah ada yang langsung masang muka anti pati. Mereka ga yakin, kalo sebuah film seri yang mengambil judul dari teori terciptanya alam semesta itu bakal lucu abis dan jauh dari serius. Orang-orang ini memang aneh.

Jadi, The Big Bang Theory adalah sebuah film seri komedi situasi yang cerdas. Beda ma sinetron ato komedi Indonesia yang mengandalkan jurus slapstik untuk membuat penonton terpingkal, the Big Bang Theory menghadirkan sebuah komedi yang cerdas. Namanya juga komedi situasi, situasi yang ada di situ memang di kondisikan untuk lucu. Jadi, kita ga akan menemukan orang yang di aniaya, dipukul dengan panci, di jedokin ke tembok, nabrak tiang listrik, ato dipukuli rame-rame hanya untuk membuat orang lain tertawa. Ga akan juga tokoh orang bodoh yang selalu sial dan dibodohi. Justru orang paling pintar d film ini adalah sumber lelucon yang tidak ada habisnya.

Tokoh

Ceritanya, ada 4 orang sekawan (saya bingung, kenapa selalu 4 ya??), Leonard Hopstaeder, Sheldon Cooper, Raj Koothrappali dan Howard Wolowitz. Mereka semua adalah kaum nerd Fisika. Coba kita bahas satu per satu.

Leonard Hopstaeder, P.hD adalah seorang ilmuwan Fisika Terapan. Di antara keempat orang ini, menurut saya dia adalah seorang Phlegmatis yang berperan sebagai pihak penengah saat ada konflik. Dia bisa dibilang yang paling bijaksana. Masalah Leonard adalah dia menderita Narcistic Personality Disorder, ato gampangnya, Narsis. Dia juga kurang kasih sayang waktu kecil, sampe-sampe karena kejeniusannya dia membuat sebuah robot yang bisa memeluk untuk menggatikan pelukan dari orang tuanya. Sumber kelucuan dari dia adalah kisah cintanya dengan Penny, tetangga depan apartemen yang dia tinggali bersama Sheldon Cooper.

Sheldon Cooper, P.hD. Nah ini dia orang paling pintar di film ini. Dengan IQ 187, dia memiliki 2 gelar P.hD. Sebagai seorang ilmuwan Fisika Teori, mimpinya adalah untuk memenangkan Nobel dengan membuktikan Teori String. Si Sheldon ini sangat terikat dengan rutinitas, selalu duduk d tempat yang sama, punya jadwal makan yang sama untuk setiap minggunya, dan punya jadwal kegiatan tepat untuk tiap hari. Yang paling parah adalah si Sheldon ini tidak pernah mengerti tentang Sarkasme, jadi dia selalu menerima omongan orang apa adanya. Denotatif.

Raj Koothrappali. P.hD. Si Raj ini aslinya dari India sono. Jadi dia selalu dianggap sebagai orang asing yang unik d film ini. Banyak cewek yang sebenarnya tertarik padanya. Masalahnya, Raj ga akan bisa ngomong d depan cewek kecuali dia sudah minum alkohol. Meskipun demikian, dia termasuk lebih beruntung dalam urusan cewek daripada Howard Wolowitz.

Howard Wolowitz, M.Eng. Inilah satu-satunya dari empat sekawan ini yang belum bergelar P.hD. Tapi setidaknya dia punya pembelaan bahwa gelar M.Eng-nya adalah dari MIT. Dan dia adalah satu-satunya yanng punya kontribusi nyata bagi dunia saat dia membuat WC untuk pesawat luar angkasa. Si Howard ini adalah seorang yahudi yang tinggal bersama ibunya. D mana ada Howard di situ pasti ada Raj sehingga mereka kelihatan seperti pasangan Homo. Dan, si Howard ini adalah orang yang otaknya penuh dengan pikiran mesum.

Penny. Orang yang tidak ketahuan nama belakangnya ini (semoga saja tidak dimulai dengan huruf S) tinggal d depan apartemen Sheldon dan Leonard. Sangat cantik dan seksi. Modal yang cukup untuk meraih cita-citanya sebagai artis film. Sayangnya bakat aktingnya sangat jelek sehingga dia belum berhasil.  Sementara ini, dia bekerja sebagai pelayan di Cheesecake Factory. Karena bergaul dengan kaum nerd, Penny jadi kelihatan agak bodoh d sini. Dia sempat pacaran dengan Leonard dan selama itu, kehidupan mereka berdua tidak jauh dari yang namanya seks. Penny memang cantik sih, kalo saya jadi Leonard, pasti saya juga milih untuk pake sarung aj saat d rumah. Biar ga ribet..

Plot Cerita

Cerita berawal mula saat Penny pindah ke apartemen di depan apartemen Sheldon dan Leonard. Nah di apartemen yang lift-nya selalu rusak inilah kebanyakan tempat mengambil setting. Karena cantik dan seksinya, si Penny ini banyak yang naksir. Meskipun sempet punya pacar, ga menghentikan niat Leonard untuk jatuh cinta ma tetangganya itu. Apapun rela di lakukan. Akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang, si Leonard jadian deh ma Penny. He.. Yg bikin ak seneng ma cerita ini salah satunya adalah kemiripan plot cerita ini ma sebuah kisahku ma seorang cewek dulu. Bagaimana si Leonard sempat d manfaatin ma Penny, sampe akhirnya Penny mau mengakui kalo dia juga cinta ma Leonard. Walaupun sempat jatuh bangun, tapi si Leonard tetep kuat karena ada temennya.

Nah, teman inilah salah satu nilai lain dari the Big Bang Theory. Sering kali saat seseorang terpuruk dan jatuh, temannya berusaha membantu menyelesaikan masalahnya. Padahal menurutku bukan itu. Seorang teman cuma perlu ada untuk temannya, tanpa harus berusaha menyelesaikan masalahnya. Bahkan, saat kita terpuruk, mungkin terkadang yang dibutuhkan adalah teman untuk menginjak-injak dan menghina kita. Karenanya kita bisa sadar dan lebih kuat untuk bangkit kembali. He.. Baru nyadar kalo sebenernya ak pernah nulis ini d sni

Oh iya, emang sih the Big Bang Theory berkisah tentang kaum nerd dan sering kali memakai beberapa teori Fisika untuk melucu. Mungkin beberapa orang ga bakal ngerti dengan lelucon mereka. Kalo ga tahu ma teori Fisika macam Schrodinger Cat, bakal susah untuk ketawain lelucon tentang kucing itu. Tp justru itu lelucon yang cerdas. Yang tidak cuma mengandalkan ada orang jatuh terjengkang untuk tertawa. Sebuah lelucon yang juga bisa mengajari kita sesuatu.

Udah ah. Panjang banget. Pokoknya ak menyarankan orang lain untuk ikut juga nonton film ini. Donlot lah. Ak sekarang barusan donlot season 3 dari episode 16 mpe selese d 23. Jadi sekarang mo nonton dulu. :p

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Iiiiihhh.. Aq tau ko the big bang theory.. Lagian gk nanya.. Haha..

  2. Sheldon: That’s my spot.
    Penny: Can’t you just sit on another spot?
    Sheldon: No, I can’t.
    Penny: Why?
    Howard, Leonard, & Raj: Here we go….

    ^^

    • salah satu percakapan favorit saia…
      6(*.*)

  3. bukannya tuh Schrodinger Cat percobaan yang kejam untuk seekor kucing?

    BTW film ini mengingatkanku pada acara tadi malam, Idiocrazy. Yah kebalikan dari Big Bang Theory kali

  4. saia tau saia tau,
    ng, tp nontonnya nanggung, seas 2 ep 2 trus gak dapet lagih!
    *dem!*

  5. Melly ::: Tahu doang kan?? Ga pake ngefans??? :p

    Bobby ::: In the winter that seat is close enough to the radiator to remain warm, and yet not so close as to cause perspiration. In the summer, it’s directly in the path of a cross-breeze created by opening windows there and there. It faces the television at an angle that is neither direct, thus discouraging conversation, nor so far wide as to create a parallax distortion. I could go on, but I think I’ve made my point.

    Aji ::: For the academic purpose only.. :p

    Hutaki ::: Kmrn pas mas Joe k Bandung harusnya km minta d bawain. Koleksinya pasti lengkap…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: