Wolverine Disorder

21 Juli 2010 pukul 19:08 | Ditulis dalam Jatis, Nggombal..!!!, Yeah. I'm Geek. So?? | 3 Komentar

Wahai para manusia, yakinkan diri kalian bahwa saat menulis ini, ak bermaksud tulus untuk mencoba membaur dengan kalian. Ak ingin kalian tidak lagi menganggapku sebagai mutan, seolah-olah aku dari spesies lain. Ak sama seperti kalian, homo sapiens. Kalau lah agak berbeda, itu karena ak memang agak, yah katakanlah, spesial. Atau dengan istilah kalian, aneh.

Layaknya Wolverine dalam film X-Men, ak selalu merasa dan mencoba membuat pusat perhatian ada padaku. Ak ingin diperhatikan lebih. Semua tindakan babat dan tebas yang berujung kehancuran itu sebenarnya cuma punya satu alasan. Ak ingin kalian menanyakan apa yang sedang ak rasakan dan ak pikirkan. Dan dengan senang hati ak akan meluluh dan menceritakan sesuatu kepada kalian. Tolong dengarkanlah, dan setelah itu, ak berjanji bahwa dengan sekuat tenagaku, ak juga akan mencoba membantu kalian. Dengan caraku. Lihatlah di film X-Men itu bahwa perhatian tulus Profesor Xavier kepadaku, membuat aku bersimpati padanya dan mau membantunya menyelamatkan dunia.

Harusnya kalian bisa melihat ketika aku kehilangan bulanku di X-Men Origins : Wolverine. Lihatlah dengan jelas bahwa ak benar-benar bisa menyayangi seseorang. Ak butuh seseorang yang mengerti ak, mampu mengendalikanku dan memperlihatkanku cara yang benar untuk melampiaskan tenagaku. Dan, ak ingin kalian memahami perasaanku saat ak kehilangan cahaya itu. Ak benar-benar kehilangan arah dan tak tahu tempat untuk pulang.

OKeh. Ak memang tidak punya banyak teman. D X-Men, bisa di bilang ak cuma bisa dekat dengan Storm selain dengan anak-anak kecil seperti Kitty dan Rogue. Bagiku, mudah saja untuk bisa berteman dengan orang yang jauh lebih muda daripada aku. Tapi tentu kalian tahu bahwa hubungannya hancur-hancuran dengan Jean Grey, apalagi dengan Cyclops. Ak memang keras kepala dan tidak mudah bagi seorang sepertiku untuk menerima Cyclops sebagai pemimpin. Selain itu, tidak mudah bagiku untuk menembus lingkaran pertemanan yang sudah terjalin d antara anggota X-Men yang terlebih dulu ada. Terkadang, kesombonganku mengatakan kalo ak tidak butuh mereka, X-Men yang lain. Yah, karena sudah ak katakan tadi, ak merasa diriku spesial, ak lebih kuat dari anggota X-Men yang lain. Mereka lah yang butuh ak, ak tidak merasa ak sama sekali membutuhkan mereka.

Tapi, diam-diam sebenarnya ak sangat membutuhkan bantuan. Lihatlah Gambit. Arogansiku mengatakan aku tidak butuh dia  untuk menembus pulau terpencil itu. Tapi diam-diam dia hadir dan ada d saat ak membutuhkan bantuan. Justru tepat seperti itulah teman yang sebenarnya ingin ak punya. Seorang sidekick, wingman, atau apa pun istilah kalian untuk sebuah teman seperjuangan. Yang tidak akan meninggalkan ak saat ak lelah dan tidak menghindar saat ak marah.

Di akhir X-Men 3 : The Last Stand kalian lihat dengan jelas bahwa ak gara-gara hutang budiku dengan Prof. X, ak bisa benar-benar memperlihatkan kualitasku untuk memimpin rombongan X-Men yang tersisa untuk meneruskan cita-cita Prof. X. Tak terlihatkah bahwa ak juga bisa bertanggung jawab. Bahwa sebenarnya ak juga peduli dengan orang lain, bahwa ak tidak hanya memikirkan diriku sendiri. Bahwa ak sebenarnya mau mengorbankan diriku, untuk kebahagiaan orang lain yang ak anggap sangat berjasa bagiku.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hmpf. Sirius Black..

    :p

  2. gambit..
    idolaku kae..:D

    *ra nyambung

  3. Wolferine oh Wolferine. Victor kae yo kerne bro… tetep menganggep Wolferine sebagai sodara


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: