Because I Love This Game

28 September 2010 pukul 14:00 | Ditulis dalam Daily Prophet, Jatis | 7 Komentar

Dan, setelah beberapa bulan kerja di perusahaan yang sekarang, ak mulai melihat dunia…

Di awal kelulusanku, ak sempat mendaftar pada satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknologi dan solusi bagi industri minyak dan gas. Perusahaan multinasional itu memberikan gaji sekitar 10 kali lipat gajiku yang sekarang. Waktu itu aku ikut tesnya asal2an, karena ak tahu dengan jelas, kalo ak kerja di sana, hidupku bakal “menderita” selama paling sekitar tiga tahun. Jauh dari keluarga, hidup in the middle of no where, hidup dalam tekanan, sampai ga mandi 10hari(kl yg ini, ak pikir ak masih bisa tahan, sebelahku mungkin yg ga tahan), dan ga bisa facebookan tiap hari lagi.

Seperti kata Seagate, with great salary comes great responsibility. Dan ak rasa, bukan tanggung jawab seperti itu yang ak cari.

Sekarang ini, setelah beberapa teman kerja di beberapa perusahaan yang berbeda, ak bisa membanding-bandingkan gajiku dengan gaji mereka. Kalo kerja di perusahaan-perusahaan kaya semacam yang bergerak di bidang perminyakan dan energi, gajinya bisa dua sampai tiga kali gajiku yang sekarang. Kalo kerja di bank, gajinya awalnya memang sedikit di bawah gaji awalku, tapi nominal yang diterima tiap tahun, bisa lebih dari nominal yang aku terima, karena mereka menerima gaji lebih dari 12 kali setahun.

Hmm, sepertinya menarik. Tapi kerja di bank, bisa saja, meskipun tidak selalu, membuatku jauh dari ilmu yang ak pelajari di bangku kuliah, ilmu komputer. Dan, bisa saja lebih buruk, jauh dari komputer. Ga terbayangkan rasanya mudahnya hidup jika akhirnya ak harus jauh dari yang namanya koding dan pemrograman. Seakan-akan menghapus 4,5 tahun umurku yang ak pake untuk kuliah dan belajar Ilmu Komputer dan menyerahkan semuanya pada realita.

And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle.

Akhirnya ak menjadikan itu sebagai pembenaran kenapa aku ada d sini sekarang dan tidak memilih dan tidak tertarik untuk mengejar gaji yang lebih besar. Aku mencintai koding. Meskipun jelas-jelas aku ga bisa koding. Tidak ada bahasa yang aku kuasai dengan benar. Dan tidak satu pun arsitektur teknologi yang aku kuasai menyeluruh. Tapi aku suka. Dan itu udah cukup. Banyak juga orang yang ga bisa bermain bola tapi tetap ngotot main hanya karena dia benar-benar menyukai permainan ini.

Selain itu menurutku, d sni adalah tempat yang cocok untukku berkembang, untuk membuatku belajar menjadi lebih kuat, dan mungkin untuk mengumpulkan modal, sebelum nanti akhirnya aku mengejar cita-citaku sendiri, memenuhi panggilan hasratku untuk kembali mengajar.

Oh ya, terakhir. Sebenarnya ada satu lagi jalur karir yang belum ak sebutkan. Tapi untuk sekarang rasanya aku belum tertarik. Pegawai Negeri Sipil. Jujur saja, dan aku minta semua orang juga jujur saja, aku belum siap dengan bobroknya birokrasi di Indonesia. Aku bukan orang yang tahan terhadap godaan rupiah yang bisa saja menjeratku ke dalam lingkaran gelapnya. OKeh, mungkin ada yang protes bahwa tidak semuanya begitu, tapi ak cuma ingin menghindari sebisaku. Setidaknya untuk sekarang, aku juga belum tahu ada di mana aku 3 tahun lagi. :p

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Siip

  2. lha kok sama chiell..

    walopun aku juga ga bisa koding,tapi kok rasanya sayang lepas dari dunia per-koding-an..

    dijakarta ini emang lebih gampang berkembang chiell..

    aku disini cuma freelance bermodal conthong buat promosi..
    dan bercita2 punya perusahaan sendiri kelak.

    kalo masalah PNS,terlalu sayang ilmumu chiell..
    sayang untuk cuman update antivirus,benerin router,maintenance kabel.
    *itu semua aku lihat di salah satu instansi pemerintah di jakarta

  3. justru dengan jadi PNS kita punya tantangan yang lebih besar ^_^
    dari yang biasanya cuma bisa nyalah-nyalahin pemerintah, dengan jadi PNS kita sendiri bisa merasakan kondisi asli di pemerintahan, dan berkontribusi untuk menjadikannya lebih baik.

    pernah ada orang bilang begini: kalau seandainya semua orang pintar ogah masuk PNS, terus negara ini mau jadi apa?🙂
    tapi tentu saja saya tidak ingin menyuruh siapapun masuk PNS, karena semua punya panggilan masing-masing🙂

  4. Sang Penjelajah Malam :::
    Yo i..

    Mono :::

    Ada juga yang cuma benerin banner web, Mon. Tpi kayaknya yang di kementrian agak lebih menantang deh..

    Dimaz :::

    Setuju!! Tp ya itu tadi, aku belum siap menerima tanggung jawab untuk mengabdikan diriku pada bangsa dan negara Indonesia tercinta. Justru karena tanggung jawabnya yang besar itu ak merasa ga mampu.
    Tpi tenang saja, sata bukan termasuk orang yang pintar kq… :p

  5. @dimaz
    kalo mau merubah sistem,tetep harus masuk sistem dulu dong..dan harus jadi pejabat..

    dan kasus paling tenar ya Susno 2G ntu,sudah diatas baru bisa merubah.dengan resiko ditutupmulut,mutasi,penundaan jabatan..

    kalo yang gampang siy (menurut saya) lewat jalur akademisi,karena orang2 bakal cenderung lebih percaya..:D

  6. Nampaknya pemikiran kita sama chiell, sama-sama pengen cari pengalaman di perusahaan IT (bukan end-user) dan setelah itu baru kembali ke dunia akademis untuk mengajar.

  7. Monox ::
    Kayak ibu kita SM juga yg terpaksa kabur keluar negeri…

    Seagate ::
    Bedanya, kl km mo mengajar dan meneliti, Git. Kalo ak mengajar dan ngeceng mahasiswi….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: