Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-1)

4 Juli 2011 pukul 10:48 | Ditulis dalam PC Plus | Tinggalkan komentar

Pernah di muat di tabloid PC Plus  Edisi 377/I/2011 rubrik Jobs.

Mungkin Anda merasa dari puluhan surat lamaran yang Anda kirim, belum ada satu pun balasan yang melayang kembali ke tangan Anda. Kalaupun ada, Anda merasa tidak terlalu cocok dengan jawaban dan tawaran yang datang. Hasilnya sampai sekarang Anda masih berstatus pengangguran atau sedikit lebih manis, pengangguran terselebung.

Jangan berkecil hati dulu, ini musim penghujan. Mungkin bapak Pos lupa bawa jas hujan sehingga harus berteduh dulu agar surat panggilan untuk Anda tidak basah dalam perjalanan. Atau memang perusahaan yang Anda lamar cuma sedang menunggu waktu yang benar-benar tepat untuk memanggil Anda. Mereka tidak mau Anda harus datang wawancara ke kota besar saat liburan sekolah, saat harga tiket melambung dan susah diperoleh.

Waiting for a Phone

Masa penantian itu bukan berarti Anda harus stress dan tertekan. Anda harus tetap menghidupkan semangat dan bara di dalam dada. Karena memang, pelangi  baru tampak setelah badai. Lagipula, selama masa penantian itu, banyak yang bisa Anda lakukan. Buka pikiran Anda untuk hal-hal berikut.

Update Informasi Anda

Mungkin Anda menaruh curriculum vitae Anda secara online di blog, Linkeldin, atau mungkin juga Facebook. Cek kembali dokumen-dokumen dan informasi-informasi yang Anda sampaikan di sana. Karena siapa tahu seorang manager di luar sana mencari tahu informasi tentang Anda di internet. Dan tentunya, sebuah curriculum vitae yang baru saja diperbarui 2-3 hari yang lalu terasa lebih segar daripada sebuah curriculum vitae yang sudah 3 bulan tersimpan di internet.

Selain itu, selama masa penantian itu mungkin Anda telah melakukan sesuatu, mendapatkan beberapa pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang baru. Informasi seperti itu tentu mempunyai nilai tersendiri untuk mengangkat curriculum vitae Anda.  Jadi, jangan sampai curriculum vitae yang Anda gunakan untuk melamar suatu perusahaan Agustus lalu, masih sama dengan yang Anda pakai sekarang.

Jangan Pernah Nganggur

Kalau Anda merasa depresi, mungkin karena Anda terlalu banyak memikirkan status Anda saat ini. Alih-alih menghabiskan waktu untuk berpikir, merenung, dan melamun, habiskanlah waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang berguna. Anda bisa melakukan banyak hal. Mengambil kursus singkat untuk menambah skill, mengerjakan proyek pribadi, magang, bekerja sosial atau malah justru memanfaatkan waktu yang ada saat ini untuk berjalan-jalan atau melakukan hobi Anda. Dengan terus menyibukkan diri dan melakukan sesuatu, Anda akan mendapat pikiran positif bahwa periode menganggur Anda saat ini ada hikmahnya juga.

Bangunlah Networking

Membangun sebuah jejaring(networking) mempunyai dua aspek, yakni dengan memperkuat jejaring yang sudah ada dan memperlebar jejaring tersebut. Pada saat waktu luang, cobalah untuk menghubungi teman-teman lama, saling bercerita keadaan masing-masing dan tidak usah malu untuk mengatakan status Anda saat ini. Pastikan orang-orang yang mengenal Anda secara baik dan mengenal Anda sebagai seorang baik-baik, mengetahui status Anda saat ini. Ada kemungkinan yang cukup besar bahwa pekerjaan Anda akan datang lewat orang-orang ini.

Selain itu, Anda perlu memperlebar jejaring yang sudah Anda punyai. Semakin luas jejaring Anda, berarti semakin lebar pula pandangan Anda terhadap lowongan-lowongan yang tersedia. Anda bisa memperluas jejaring Anda dengan berkenalan dengan orang-orang baru melalui banyak cara. Anda bisa bergabung dengan berbagai komunitas baik maya maupun nyata, apakah itu komunitas professional, hobi, alumni dan lain sebagainya.

Jadi jangan pernah berkecil hati. Kalau Anda menganggur sekarang, bukan berarti tidak ada pekerjaan di luar sana untuk Anda. Anda hanya belum bertemu dengan pekerjaan yang tepat. Dengan tetap berusaha ditambah dengan sedikit bersabar, segera Anda akan bertemu dengan pekerjaan yang Anda impikan.

Selanjutnya : Ketika Panggilan tak Kunjung Datang (bagian-2)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: