Hands Down

27 September 2011 pukul 10:36 | Ditulis dalam Nggombal..!!! | Tinggalkan komentar

Yang kemaren sempat berkunjung ke blogku mungkin sempat baca sebuah tulisan berjudul “Hands Down”, yang yah, sama sekali berbeda dengan tulisan ini. Sebenernya tulisan itu adalah sebuah cerpen, sebuah tafsiranku atas lagu Hands Down milik Dashboard Confessional. Kalo lah orang lain mengapresiasi sebuah novel dengan mengangkatnya menjadi sebuah film, aku melakukan hal yang sama dengan objek yang berbeda. Sebuah lagu aku terjemahkan menjadi sebuah cerpen. Boleh kan?? Harus boleh!!

Tetapi, karena keterbatasanku dalam menuliskannya, dan karena memang lagunya dan cerpenku agak kontroversial, jadilah cerpen tersebut di protes. Mungkin memang orang Indonesia belum siap menerima karya yang rada-rada kontroversial. Demi menjaga stabilitas negara, akhirnya cerpen itu dikubur dalam sebuah tag HTML.

Sekarang, saya mau mengapresiasi lagu tersebut dalam bentuk lain, esai. Bentuk esai sebenernya aku hindari karena terlalu denotatif, blak-blakan.  Tidak membiarkan pembaca turut berpikir dan berimajinasi, apa yang sebenernya si  Chris Carrabba (dedengkotnya Dashboard Confessional) dan aku, mamen chiell, maksudkan.

Dalam pandanganku lagu ini sebenernya bercerita tentang sebuah malam yang tiba-tiba menjadi indah buat si cowok, karena kehadiran tak terduga seorang cewek yang didambanya. Saking berkesannya, cowok tersebut ingat setiap detail dari malam tersebut. Bahkan, kalo lah cowok itu harus mati malam itu, dia sangat siap dan mungkin diharapkannya. Karena dia benar-benar bahagia malam itu.

si Chris membuat lagu ini seolah mempunyai jiwa. Seperti malam itu bener2 terjadi dan selalu di kenangnya. Yang membuat lagu ini spesial bagiku adalah pilihan kata Chris yang, tentu saja, nggombal, dan bersayap sehingga menimbulkan penafsiran macam-macam. Makanya aku juga jadi tertarik untuk menuliskan ulang. Simak contoh yang ini :

Breathe in for luck
Breathe in so deep
This air is blessed
You share with me

Ada orang di SongMeaning, yang menganggap bait tersebut menceritakan bahwa si cowok dan cewek (nantinya aku sebut mereka), sedang mengganja bareng, merokok lah paling tidak. Makanya “This air is blessed”.  Aku juga bisa mengartikannya bahwa saking dekatnya posisi mereka, udara yang dihirup sang cowok adalah udara yang dihembuskan si cewek. “You shared with me”. Bagi si cowok, itu merupakan sebuah blessing. Dia menghirupnya dalam-dalam untuk memberinya keberuntungan sepanjang malam tersebut.

This night is wild
So calm and dull
These hearts they race
From self control

Your legs are smooth
As they graze mine
We’re doing fine
We’re doing nothing at all

Saking dekatnya mereka, detak jantung pun saling terasa. Makin lama makin cepat karena mereka sedang berusaha saling mengendalikan diri. Tapi apa yang sebenernya mereka lakukan. Nggak ada. They’re doing nothing at all. Mereka nyaman dengan posisi tersebut tanpa melakukan apa-apa. Hanya saling memandang dan terdiam.

The words are hushed
Let’s not get busted
Just lay entwined here
Undiscovered

Mereka berbaring bersebelahan. Saling berkait. Kalo pun berbicara cuma berani berbisik karena takut ketahuan.

Safe in here from
All those stupid questions
“Hey did you get some?”
Man, that is so dumb

Stay quiet
Stay near
Stay close, they can’t hear
So we can get some

Ini salah satu bait yang menurutku membuatnya menarik. Chris membuat si cowok gugup sehingga cowok itu menanyakan hal-hal yang bodoh. Kalo kita lihat video klipnya, Chris selalu tersenyum kecil metertawakan saat menyanyikan bait ini. Nah, apakah yang dimaksud “some” di sini, inilah salah satu sayap yang membuat kita berimajinasi. Pikiran nakal akan menganggap “some” sebagai orgasme. Sehingga pertanyaannya menjadi, “Eh, kamu orgasme ga tadi??”.

Sementara marilah kita berpikir positif tentang “some” itu. Aku lebih senang menganggapnya sebagai kebahagiaan. Jadi pertanyaan itu akan berubah menjadi, “Kamu seneng ga sekarang??”. Cowok itu bertanya kepada si cewek,kamu bahagia ga malem ini, bareng sama aku, berdua aja?? Tetaplah di sini, deket sama aku, biar kita selalu bisa bahagia.

Hands down this is the best day I can ever remember
I’ll always remember the sound of the stereo
The dim of the soft lights
The scent of your hair
That you twirled in your fingers

He.. Ini detail yang aku maksud tadi. Si cowok selalu ingat, lagu apa yang sedang di puter waktu itu. Lalu aku suka pilihan Chris Carraba itu saat memakai kata “dim” yang artinya redup alih-laih memakai kata “cahaya” yang biasa aja. Dan dia juga memakai kata “scent” untuk menggambarkan rambut. Alih-alih memakai kata “lembutnya rambut” yang berarti rambutnya dibelai, dia memakai kata aroma. Yang menurutku, rambut si cewek itu cuma di lihat dan baunya tercium dari jauh. Cowok itu tidak menyentuh rambut ceweknya untuk merasakan indahnya. Huuuu, so sweet… Oh ya, lihat juga tindakan sang cewek yang memilin-milin ujung rambutnya. Ini biasanya gesture seorang cewek saat gugup dan sedang flirting. Artinya, bukan si cowok aja yang gugup dengan keadaan malam itu. Hahay…

And the time on the clock
When we realized it’s so late
And this walk that we shared together
And the streets were wet
And the gate was locked
So I jumped it
And I let you in

Seperti biasanya saat cowok dan cewek sedang bersama berdua, waktu terasa berlari sampai mereka lupa waktu. Mereka bersama sampe larut. Berjalan berdua dalam malam di jalan yang basah. (Jalan yang basah adalah salah satu detail yang aku maksud, si cowok benar-benar mengingatnya). Dan ketika mereka menemukan gerbang yang sudah dikunci, ini yang menginspirasiku untuk menjadikan kosku sewaktu di DjoKja dulu sebagai latar cerpen yang aku buat. Yah, kosku yang dulu itu punya jam malam. Hal yang aneh untuk sebuah kos cowok. Dan apa yang aku lakukan, aku memanjat gerbang tersebut.😀

And you stood at your door
With your hands on my waist
And you kissed me
Like you meant it
And I knew
That you meant it

Ini bagian yang menurutku kunci dari lagu tersebut. Cowok tersebut benar-benar tidak menduga bakal mendapat malam tersebut. Dia tidak benar-benar tahu kalo cewek tersebut dengan sengaja dan bermaksud menciumnya. Cewek itu bukan pacarnya, yang dia tahu hanyalah kalo dia suka sama cewek tersebut. Cowok tersebut meyakinkan dirinya kalo si cewek melakukan malam itu dengan sengaja. Bukan karena keterpaksaan atau karena adanya kesempatan. Cewek itu benar-benar bermaksud melakukannnya.

My hopes are so high
That your kiss might kill me
So won’t you kill me
So I die happy

My heart is yours to fill or burst
To break or bury
Or wear as jewelry
Whichever you prefer

Ini bagian nggombal yang biasa. Yang membuatnya menarik menurutku adalah pilihan kata pada baris kedua. Berbeda dengan seniman Indonesia yang biasanya selalu membandingkan positif dan negatif, timur dan barat, Chris menggunakan kata yang sama-sama ada di Barat. Barat dan Barat Daya, Barat dan Barat Laut. Di patahkan atau di kubur, atau untuk di kenakan sebagai perhiasan atau diledakkan sekalian. Cuma satu pilihan yang menyenangkan, untuk diisi. Apa pun itu, si cowok bahagia kalo harus mati malam itu. Malam itu adalah kebahagiaannya.

Hak Jawab

Sebenernya sih aku ga berniat untuk bikin essai kayak gini. Ga ada misterius2nya menurutku. Selain itu, menurutku seniman tidak punya hak jawab atas kritikan yang di alamatkan pada karyanya. Seniman menjawab kritikan dengan karyanya yang lain. Tapi ya itu, aku bukan seniman, jek. Terpaksa nulisnya di ubah kayak gini untuk mengakomodasi kepentingan yang lain.

Kemaren itu ada kekhawatiran kalo tulisanku, yang bentuknya merupakan cerpen, disangka merupakan pengalaman pribadi yang ditulis dalam bentuk curhat. Padahal kalo mau memperhatikan, tulisanku akhir2 ini (yang sudah semakin jarang) jarang melakukan curhat di blog. Curhat hanya untuk orang yang punya masalah.😀

Ga sih. Sebenernya alasan utama untuk tidak curhat di blog adalah jarang ada orang yang mau membaca tulisanku kalo bentuknya curhatan. Harus ada nilai lebih yang dibagikan sehingga orang mau susah-susah membaca tulisanku. Makanya tulisan ga penting yang isinya pengalaman pribadi yang cuma begitu aja, pelan-pelan aku tinggalin. Ini juga salah satu alasan mengapa sekarang ini makin lama jadi jarang nulis di blog. Soalnya bener2 susah nulis sesuatu yang berguna. Kalo pun ada ide, membutuhkan waktu yang lumayan banyak. Dan rasanya, makin lama waktu menjadi barang yang lumayan mewah buat aku.

Harusnya terserah aku untuk nulis apa aja di sini. Ini blogku. Kalo kayak gini terus, rasa-rasanya mungkin aku harus membuat blog lain yang anonim untuk semua tulisan yang agak kontroversial (yang sebenernya bukan gayaku banget).

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: