Muka Orang Susah

8 Oktober 2011 pukul 15:24 | Ditulis dalam Daily Prophet | 6 Komentar

Ga tahu kenapa, tapi kayaknya aku punya muka yang bersinonim dengan muka orang susah. Kalo aku lagi salah naruh muka sedikit aja, pasti jadi gampang ada orang yang salah sangka. Di sangka pengamen atau tukang parkirlah. Tentu saja aku tiada mau, tidak baik merebut rezeki mereka.

Dari berbagai kejadian berikut, mungkin ada yang terjadi karena emang aku salah kostum ato salah posisi. Tapi menurutku ada juga yang emang gara-gara mukanya yang salah.

Scene 1
Lokasi : Toko Buku Toga Mas, Yogyakarta
Kostum : Kemeja Batik dan Celana Jins.
Namanya di toko buku, aku sedang sibuk lihat-lihat buku. Sapa tahu lagi ada yang menarik hati untuk di beli. Tapi…

Mbak-mbak :: Mas, rak no (sekian, aku lupa) di sebelah mana ya??
Aku :: (Bengong).
mBak-mbak :: (mengamati dari atas ke bawah).
Oh, maaf ya mas…
Anehnya, kejadian di Toga Mas ini ga terjadi cuma sekali. Saat kapan lagi setelahnya aku datang ke sana lagi, dengan baju yang persis sama. Kejadian yang sama terjadi lagi. Jadi, aku berkesimpulan kalo bukan mukanya yang salah, tapi emang aku salah kostum aja. Pake kemeja batik yang mirip sama seragam Toga Mas.

Scene 2
Lokasi : Parkiran Gelora Bung Karno
Kostum : Kaos dengan Jumper. Celana Jins, sandal jepit. (tanpa peluit)
Posisinya aku sedang berdiri di antara mobil-mobil. Menunggu teman-teman yang belum keluar dari mobil. Aku keluar duluan ceritanya. Sampe sebuah mobil mendekati. Sebuah kepala dari kursi penumpang melongok dan bertanya.

Mas-mas :: Mas, kalo keluar lewat sebelah mana ya??

Yak, dari cara bertanya, suasana bertanya, dan posisi berdiriku, aku yakin kalo si mas dan sopir mobil itu mengira kalo aku tukang parkir. Sepertinya dia tidak memperhatikan kalo aku sedang tidak bawa peluit. Dan tidak bawa karcis parkir ataupun uang ribuan.

Aku :: Ini lurus aja. Muter kira-kira seperempat puteran trus belok kiri. (Bukan salahku kalo aku emang tahu cara keluar dari parkiran ini).
Mas-mas :: Makasih, mas.

Dan berlalu lah mobil itu.

Scene 3
Lokasi : Pameran buku Jakarta.
Kostum : Kaos dengan jumper. Celana Jins.
Sama seperti kejadian di toko buku, aku sedang melihat-lihat buku kalo-kalo ada yang cuku berharga untuk dibeli. Sampai seorang Ibu menemukan aku sedang dalam posisi yang tidak wajar, mengambil dan mengembalikan buku yang tidak sengaja terjatuh. Ibu itu pun mengulurkan buku dan bertanya.

Ibu-ibu :: Mas, ini sama diskon harganya jadi berapa ya??
Aku memandang buku. Kemudian melihat Ibu itu di matanya. Bertanya dengan telepati (Ibu, apa mukaku mirip penjaga stan??). Telepatiku ternyata dimengerti oleh ibu tersebut. Dan,
Ibu-ibu :: Oh bukan ya?? (malu sendiri dan pergi mencari penjaga yang sebenernya. Tanpa mengucapkan maaf).

Aku ternyata memang bisa telepati.

Scene 4
Lokasi : Depan Pejaten Village
Kostum : Baju Kerja (Kemeja ditutup dengan jumper, Celana Kain, Tas gedhe dengan laptop).
Aku sedang jalan dari halte busway Pejaten. Menuju ke angkot di depan Pejaten Village. Sampai tiba-tiba seorang mbak-mbak yang tadi satu bus di Transjakarta menepuk dan bertanya.

Mbak-mbak :: Mas kerja di sini juga?? (sambil menunjuk ke arah mal Pejaten Village).
Aku :: Enggak, mBak. (Penasaran. Trus balik bertanya). Kenapa, mBak??
Mbak-mbak :: Oh, aku ada interview Matahari. Tapi ga tahu tempatnya di mana. Maaf ya, mas. (berlalu).

Yak. Sepertinya wajahku memang cocok buat jaga toko.

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wakakaka

  2. memang anda ini layak dijuluki ‘manusia penga’šŸ˜€

  3. LoKer :: (lempar kertas masuk ke mulut)

    Mas Joe :: Makasih, mas… *lho

  4. makasih cil dah buat aku ketawa.

  5. […] yang lalu, aku nulis tentang beberapa pengalamanku mempunyai muka yang bisa disinonimkan sebagai muka orang susah. Menulis pengalaman itu dan waktu yang berjalan, ternyata sama sekali tidak membantu dalam […]

  6. […] menulis dua tulisan dengan judulĀ “Muka Orang Susah” (dapat dibaca di sini dan di sini), saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan menulisĀ tulisan ketiga dengan judul yang […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: