Kampus dan Industri : Ada Jurang di Antara Kita

31 Januari 2012 pukul 10:35 | Ditulis dalam Ilmu Komputer UGM, PC Plus, Sharing | Tinggalkan komentar

Seorang fresh graduates, sarjana Ilmu Komputer dari sebuah perguruan tinggi ternama datang ke sebuah perusahaan untuk wawancara kerja. Dia bertemu dengan manajer IT perusahaan tersebut. Tak berapa lama wawancara berlangsung, sebuah kalimat meluncur dari manajer IT tersebut, “Anda belum siap untuk bekerja.”.

Cukup menyakitkan memang. Tapi bisa jadi ada benarnya. 4 tahun belajar di kampus mungkin belum cukup untuk membekali mahasiswa dengan semua skill yang dibutuhkan untuk menjadi sukses. Setiap universitas bisa saja selalu meningkatkan kualitas lulusannya tiap waktu, tetapi selalu kalah cepat dengan kebutuhan industri.

Seorang sarjana komputer tidak hanya harus mempunyai keterampilan teknikal, mereka juga harus memiliki keterampilan bisnis dan juga keterampilan bersosialisasi. Beberapa tahun yang lalu, industri selalu mengeluh tentang kurangnya soft skill yang di miliki seorang sarjana komputer. Skill komunikasi, keterampilan memahami user, serta sikap profesional berada dalam daftar teratas skill yang kurang tersebut. Selain itu, apa saja yang menjadi jurang pemisah dunia akademik dan industri? Simak uraian berikut.

Basic Business Function

Seorang sarjana komputer tentu saja bisa membuat progam, tetapi apakah mereka mengerti tentang akuntansi, marketing atau logistik? Akan banyak muncul jawaban tidak. Lalu bagaimana ketika mereka ditugaskan untuk membuat sebuah progam akuntansi?

Kebanyakan kurikulum ilmu komputer maupun teknik informatika hanya berfokus pada bidang mereka, walaupun pada kenyataannya banyak lulusannya yang berakhir di perusahaan-perusahaan pada bidang lain seperti perbankan dan keuangan. Pengetahuan yang nol tentang proses bisnis yang terjadi di berbagai macam perusahaan bisa merepotkan.

Sarjana komputer memang harus dibekali ilmu lain yang di luar dengan bidang mereka. Akutansi keuangan, supply chain management, pemasaran, paling tidak mereka harus mengerti tentang account receiveables (akun piutang) dan account payables (akun utang). Mereka yang sudah dibekali dengan pengetahuan dasar tentang proses bisnis yang terjadi di perusahaan-perusahaan akan lebih cepat beradaptasi dengan kenyataan di dunia kerja. Mereka sudah mempunyai dasar sehingga perusahaan yang akan memperkerjakan tinggal mengajari hal-hal spesifik yang sesuai dengan bidang perusahaan tersebut masing-masing.

Pengalaman dengan Integrasi Sistem

Banyak mahasiswa komputer yang telah terbiasa membuat sistem atau perangkat lunak untuk tujuan tertentu, walaupun sistem tersebut tidak dipergunakan pada dunia bisnis. Masalahnya, dunia bisnis membutuhkan sebuah sistem yang terintegrasi dari depan sampai belakang, bukan satu sistem untuk satu bagian atau fungsi tertentu.

Seorang sarjana komputer yang bisa membuat sebuah sistem dari nol memang mengesankan, tetapi banyak perusahaan yang akan lebih terkesan jika sarjana tersebut mempunyai kemampuan untuk mengintegrasi banyak packages atau aplikasi ke dalam satu sistem  perusahaan. Kemampuan untuk menambahkan satu fitur tertentu ke dalam suatu sistem yang telah ada juga merupakan satu kemampuan yang dihargai.

Pengetahuan tentang Teknologi Terkini

Business Intelligence (BI) dan cloud computing adalah dua topik yang muncul menjadi trend dan prioritas manajer IT perusahaan besar. Namun, dua topik ini sampai sekarang belum masuk ke dalam kurikulum kampus.

Universitas memang menawarkan banyak mata kuliah untuk di ambil para mahasiswanya. Namun, teknologi berkembang secara cepat, sedangkan universitas membutuhkan waktu untuk mengakomodasi teknologi baru ke dalam kurikulumnya. Akibatnya, sulit untuk menemukan lulusan baru yang mengerti dengan teknologi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan.

Perspektif dunia nyata

Banyak sarjana komputer yang berpikir dalam tempurung, mereka memikirkan solusi terbaik untuk perusahaan hanya dari kacamata teknologi. Sayangnya, teori di universitas terkadang tidak bisa diterapkan begitu saja di dunia nyata. Ada batasan-batasan seperti biaya, waktu, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mewujudkan solusi tersebut. Keseimbangan antara teknologi dan kebutuhan bisnis harus tetap diperhatikan.

Sayangnya, hal ini memang harus dipelajari dalam dunia kerja yang sebenarnya. Sekolah dan universitas hanya bisa memberi kesadaran akan kemungkinan terjadinya hal ini di universitas. Sarjana komputer hanya harus berpikiran terbuka untuk mengerti hal ini lebih cepat.

Kemampuan Bekerja dalam Tim

Ini mungkin di anggap sebagai kejutan, tetapi sebagian yang lain mungkin sudah bisa menebaknya. Generasi yang dibesarkan oleh Facebook, Twitter, dan Kaskus ternyata kesusahan untuk membangun semangat kebersamaan yang sama dengan yang mereka bentuk melalui komunitas online. Banyak sarjana komputer yang tidak tahu bagaimana untuk bekerja secara efektif atau mengatur dan mengelola ekspektasi.

Sebenarnya dosen di universitas sudah mencoba untuk mengatasi masalah ini melalui tugas proyek berkelompok. Tapi pada kenyataan di lapangan, tugas kelompok itu berubah menjadi tugas individu, ketika hanya ada satu orang yang mengerjakan. Seringkali mereka juga membagi-bagi tugas menjadi tugas-tugas kecil yang diselesaikan sendiri-sendiri.

Untungnya, kekurangan keterampilan spesifik di beberapa bagian ini umumnya tertutupi oleh semangat darah muda para fresh graduates. Kebanyakan sarjana yang masih muda ini energik, kreatif, dan mempunyai semangat untuk berkontribusi. Hal-hal baik ini perlu terus dipertahankan agar jurang pemisah antara dunia akademik dan industri bisa dengan mudah terlompati.

Sub Artikel : “Membangun Jembatan Melewati Jurang

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: