Balada Bala-Bala dan Bakwan

31 Desember 2012 pukul 05:42 | Ditulis dalam hanya di Indonesia, Sharing | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Suatu hari di sebuah warung Sunda (warung nasi yang penjualnya adalah orang Sunda) di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan, temenku memesan menu makan malamnya. Temenku, orang Jawa yang besar di Bandung itu mengakhiri pesanannya dengan, sama bala-balanya satu. Itu adalah pertama kalinya aku ngerti kalo bala-bala adalah nama Sunda dari bakwan, sebuah jajanan dari adonan tepung dicampur sayur yang kemudian di goreng.

Nama bala-bala tidak aneh jika dibandingkan dengan penyebutan orang Sunda untuk jajanan lain. Nama ini aku pelajari langsung saat berinteraksi dengan sang pacar yang memang orang Sunda.

Pacar : Sayang, ambilin gorengan dong.
Aku : (karena memang banyak jenis gorengan di depanku) Apa?
Pacar : Gorengan.
Aku : Iya, yang apa?
Pacar : Yang gorengan.
Aku : …

Ternyata oh ternyata, orang Sunda menyebut tempe yang digoreng tepung sebagai gorengan. Orang Jawa lebih suka menyebutnya dengan nama yang lebih spesifik, mendoan. Jadi pacarku itu secara spesifik meminta mendoan, tetapi menyebutnya dengan nama gorengan. Ini lumayan membuat bingung karena menurutku, gorengan adalah semua hal yang digoreng.

Generalisasi juga terjadi pada kata buah. Bagi orang Sunda, “buah” merujuk ke satu spesies buah spesifik, mangga. Ketika mereka minta dibelikan buah ke pasar, secara spesifik mereka minta dibelikan mangga. Pacarmu bisa marah jika tiba-tiba kamu membelikan jeruk atau pepaya yang menurutmu juga masuk dalam kategori buah.

Omong-omong soal buah, dalam komunikasi, orang Jawa dan Sunda perlu berhati-hati saat ngomong tentang buah. Ini karena ada satu kata yang digunakan bersama oleh orang Jawa dan Sunda namun memiliki arti yang berbeda. Orang Jawa mendefinisikan gedhang sebagai pisang alias Musa paradisiaca. Sedangkan bagi orang Sunda, gedhang adalah pepaya alias Carica papaya. Jadi saat mengkomunikasikan gedhang, orang Jawa dan Sunda bisa jadi memerlukan tambahan gesture berupa buah bulat lonjong agak panjang atau buah bulat menggantung untuk menggambarkan buah yang sebenarnya diinginkan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: