Now You See Me, Menang dengan Curang

11 Juni 2013 pukul 10:27 | Ditulis dalam Sharing | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , ,

the four horsemen

[SPOILER ALERT]

Hanya dengan membaca sinopsis yang ditampilkan di situs 21 Cineplex, saya langsung tahu bahwa “Now You See Me” adalah  jenis film yang saya banget. Maka ketika weekend datang dan ada kesempatan untuk nonton, saya memilih film ini, walaupun di bioskop yang yang sama masih ada Fast and Furios 6 yang juga belum saya tonton.

Hasilnya, film ini sama sekali tidak mengecewakan. Bagaimanapun saya mengikuti proses berpikir yang disajikan dalam film ini, twist cerita dalam film ini tetaplah mengejutkan. Hanya saja, baik sutradara maupun penulis naskah film ini melakukan “kecurangan” sehingga bisa menghasilkan twist yang tidak tertebak oleh penonton. Berikut tiga diantaranya yang saya catat.

Michael Caine dan Morgan Freeman

Demi melihat kedua aktor ini, terbesit pikiran bahwa film ini adalah karya dari Christoper Nolan, mengingat seringnya kedua aktor ini muncul dalam film-film yang disutradarai oleh Nolan. Namun, tujuan utama dihadirkannya Alfred dan Lucius Fox dalam film ini adalah sebagai decoy untuk mengecoh penonton dalam menebak siapa sesungguhnya aktor intelektual dibalik “kejahatan” yang dilakukan oleh The Four Horsemen.  Mengingat reputasi mereka berdua dalam film-film sebelumnya, setidaknya dalam satu waktu penonton akan mengira salah satu dari mereka berdua sebagai pelaku utama.

Self-Service Screenplay

Secara keseluruhan screenplay dalam keseluruhan film ini memang mengesankan. Motif pelaku utama, semua yang dilakukan, dan hasil yang dicapai nyambung dari awal sampai akhir. Hanya saja, penulis skenario melakukan beberapa kecurangan dengan tidak menjelaskan secara detail beberapa trik yang dilakukan. Misalnya pada aksi kedua, Merritt McKinney hanya menjelaskan cara mereka mendapatkan password rekening Bank Arthur Tressler. Detail cara transfer uang ke rekening-rekening lain tidak diungkapkan dalam film.

Penulis skenario secara sengaja melewatkan detail ini. Mungkin karena mereka juga tidak mampu untuk menjelaskannya. Kalau pun mereka berusaha menjelaskan, mereka akan terbentur dengan beberapa logika seperti sistem keamanan dan autentifikasi dari Bank atau cara transfer rekening secara real time di saat mereka berempat sedang berada di atas panggung. Mereka memilih untuk tidak menceritakannya, menyerahkannya kepada penonton untuk menebak-nebak trik tersebut.

Weak Motif

Saat menginvestigasi suatu tindakan kejahatan, salah satu yang dicek pertama-tama oleh polisi adalah siapa orang yang kira-kira mempunyai motif (alasan/kepentingan) untuk melakukan tindakan kejahatan tersebut. Uang adalah motivasi paling primitif dan paling gampang. Motif-motif lain misalnya cinta, dendam, dan sebagainya. Motif ini menjadi penting, karena dengan motif yang kuat, orang cenderung mau melakukan apa saja.

Karenanya, saya cukup terganggu dengan motif the Four Horsemen dalam melakukan semua tindakan kriminal ini. Hanya karena ingin membuktikan diri dan diterima dalam komunitas misterius yang disebut the Eye. Dalam film ini tidak terlalu diceritakan latar belakang bagaimana kuatnya legenda atau mitos the Eye sehingga motif the Four Horsemen menurut saya menjadi sangat lemah dan tidak bisa dijadikan dasar melakukan semua tindakan spektakuler seperti itu. Memang ada motif bangkit kembali pada karakter Merritt McKinney dan motif pembuktian kemampuan pada karakter Jack Wilder, tetapi menurut saya motif tersebut tidak cukup kuat.

Setelah berhasil melakukan semua hal sesuai skenario pun, “hadiah” yang mereka dapatkan hanya berhasil masuk dalam komunitas the Eye tersebut. Jika penulis skenario mampu untuk membuat skenario yang lebih dalam satu tingkat lagi, seharusnya uang hasil curian mereka pada aksi terakhir juga bisa  mereka kuasai.

Tentu saja saya tidak lebih jago dari para penulis skenario film Now You See Me ini. Saya juga masih bisa menunjukkan beberapa lubang dalam plot Now You See Me. Namun yang ingin saya katakan dalam tulisan ini hanyalah bahwa andai mereka tidak melakukan kecurangan yang saya sebutkan tersebut, sepertinya saya akan mampu menebak twist yang mereka sajikan dalam film ini.😀

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: