Undangan Mantan, eh, Manten

25 Juni 2013 pukul 12:29 | Ditulis dalam Daily Prophet | 4 Komentar
Tag: , , , ,

Bagi pembaca yang belum tahu, hari Sabtu besok ini InsyaAllah saya akan kawin. Tentu saja dengan akad nikah dulu pada pagi harinya. Memang saya nikahnya agak terpaksa dan buru-buru. Bagaimana lagi, pelet sudah hampir kadaluarsa. Kalau tidak sekarang-sekarang, takutnya mBaknya keburu sadar dan tidak mau lagi kawin sama saya.

Tentu saja seperti orang lain yang mau menikah, hari-hari ini saya lumayan disibukkan dengan tetek bengek persiapan nikah termasuk mengirim undangan ke segenap sanak keluarga, handai taulan, dan kerabat serta kolega. Masalah yang satu ini gampang-gampang susah. Kalau tidak hati-hati, bisa-bisa ada kenalan yang salah paham. Beberapa orang menganggap undangan via Facebook itu sudah cukup, beberapa yang lain meragukan kesungguhan orang yang mengirim undangan pernikahan hanya lewat Facebook.

Saya sendiri memilih jalan samurai, eh jalan tengah, dalam masalah ini. Dua-duanya saya pakai, baik undangan fisik maupun undangan Fesbuk. Parameternya sederhana, teman-teman yang masih ketemu dalam 1-2 tahun terakhir dan saya tahu persis lokasinya ada dimana, saya kirimi undangan fisik. Tetapi beberapa teman yang sudah jarang ketemu baik karena jarak yang jauh maupun karena teman tersebut “menghilang”, terpaksa hanya saya kirimi undangan via sosial media.

Dua-duanya, baik melalui media sosial maupun undangan fisik, benar-benar saya niatkan untuk mengundang teman-teman untuk hadir dalam nikahan saya. Masalahnya, pernikahan saya digelar lumayan jauh, di Pangandaran. Pangadaran ini sekitar 8-10 jam dari Jakarta, 6-8 jam dari Jogja, dan hingga 12 jam dari Kudus. Jarak dan infrastuktur yang ada, menjadi hambatan tersendiri bagi teman-teman untuk hadir dalam nikahan saya.

Karenanya, saya sendiri memfungsikan undangan itu tidak melulu sebagai alat untuk mengundang. Undangan tersebut juga saya maksudkan sebagai media pemberitahuan bahwa saya segera bisa kawin secara halal dan sebagai alat untuk meminta doa restu, agar pernikahan saya berjalan dengan lancar dan menjadi awal sebuah keluarga bahagia bagi saya dan calon istri.   Meskipun saya akan sangat senang kalau teman-teman bisa hadir dalam pernikahan saya, saya mengerti jika ada teman yang tidak bisa hadir karena beberapa halangan. Asal ya itu, tetap sempatkan berdoa untuk kebahagiaan kami berdua ya…😀

undangan digital

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. anu, chiell…saya bukannya ndak mau dateng. bahkan kalo memang betul garuda endonesa buka trayek ke pangandaran, berapapun harga tiketnya, inshaallah saya datang. tapi ya itu, nek jalan darat fisik saya ndak mendukung garagara infrastrukturnya. alhasil hukumnya bagi saya jadi haram. bukankah segala sesuatu yang memabukkan itu haram tho? nah, buat saya, begitu juga dengan naik bis ke pangandaran😛

    • Iya, paman. Saya mengerti sekali kalo faktor usia memang tidak bisa dibohongi. Karenanya, saja minta doanya saja kalo begitu.

  2. Lohhhhh koq lagi reti aku chiel….

    • Undangan tak sebar via sosial media sih, Nam. Tapi sing kanggo cah2 SMA InsyaAllah ono acara bar bodo…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: